Wednesday, April 8, 2015

The Carrot, The Egg, and The Coffee Bean

Posted by Unknown at 9:04 AM 1 comments
A young woman went to her mother and told her about her life and how things were so hard for her. She did not know how she was going to make it and wanted to give up. She was tired of fighting and struggling.

It seemed that, as one problem was solved, a new one arose. Her mother took her to the kitchen. She filled three pots with water and placed each on a high fire. Soon the pots came to a boil. In the first, she placed carrots, in the second she placed eggs, and in the last she placed ground coffee beans.

She let them sit and boil, without saying a word. In about twenty minutes, she turned off the burners. She fished the carrots out and placed them in a bowl. She pulled the eggs out and placed them in a bowl. Then she ladled the coffee out and placed it in a bowl. Turning to her daughter, she asked, "Tell me, what do you see?"

"Carrots, eggs, and coffee," the young woman replied. The mother brought her closer and asked her to feel the carrots. She did and noted that they were soft. She then asked her to take an egg and break it. After pulling off the shell, she observed the hard-boiled egg. Finally, she asked her to sip the coffee. The daughter smiled as she tasted its rich aroma. The daughter then asked, "What does it mean, mother?"

Her mother explained that each of these objects had faced the same adversity - boiling water - but each reacted differently. The carrot went in strong, hard and unrelenting. However, after being subjected to the boiling water, it softened and became weak.

The egg had been fragile. Its thin outer shell had protected its liquid interior. But, after sitting through the boiling water, its inside became hardened! The ground coffee beans were unique, however. After they were in the boiling water, they had changed the water.

"Which are you?" the mother asked her daughter. "When adversity knocks on your door, how do you respond? Are you a carrot, an egg, or a coffee bean?" Think of this: Which am I? Am I the carrot that seems strong but, with pain and adversity, do I wilt and become soft and lose my strength? Am I the egg that starts with a malleable heart, but changes with the heat? Did I have a fluid spirit but, after a death, a breakup, or a financial hardship, does my shell look the same, but on the inside am I bitter and tough with a stiff spirit and a hardened heart? Or am I like the coffee bean? The bean actually changes the hot water, the very circumstance that brings the pain. When the water gets hot, it releases the fragrance and flavour.

If you are like the bean, when things are at their worst, you get better and change the situation around you. When the hours are the darkest and trials are their greatest, do you elevate to another level? How do you handle adversity? Are you a carrot, an egg, or a coffee bean?

"A good character is the best tombstone. Those who loved you and were helped by you will remember you when forget-me-nots have withered. Carve your name on hearts, not on marble."

----

Source: http://www.thelivingtreasure.org/forum/forum/forum_posts.asp?TID=1681&title=short-inspirational-and-motivational-stories

Friday, January 30, 2015

Mawar

Posted by Unknown at 12:11 AM 0 comments












Tidak pernah melihat orang sekeras itu
Segigih itu, sekuat itu
Menyayangi dan menyakiti
Bagai sesuatu tak memiliki hati
Dipikirnya bak mawar
Indah dan berduri
Nyatanya memang penuh duri
Tak seindah mawar yang mekar
Untuk apa dipetik
Lalu dipatahkan...
Ditanam kembali
Di tanah yang tandus
Mawar tak akan pernah mekar
Kembali hidup setelah patah
Dalam tandusnya tanah
Percuma, tidak akan berakar
Kenapa tidak kau tinggalkan saja
Ia sudah mekar
Pada tanah gembur
Tak berpenghuni
Indah dan berduri 

Journey

Posted by Unknown at 12:03 AM 0 comments

Hidup adalah sebuah perjalanan panjang dimana kita menemukan fungsi dan alasan kenapa kita dilahirkan di dunia ini
Kehidupan yang kita jalani ini adalah sebuah negeri yang Allah tetapkan untuk kita, Umat Manusia.
Seperti halnya musafir, dunia ini hanyalah sementara.
Kita hanya melewati fase menikmati keindahan semu ini, anggaplah 60 tahun lamanya.
Bisa jadi kurang atau lebih. Wallahu'alam bisshawwab
Musafir yang berpergian jauh, tidak akan membawa ranjangnya, lemarinya, seluruh pakaiannya, perhiasannya, dan seluruh harta yang ia miliki.
Fokusnya hanya satu, tujuannya mencapai garis akhir.
Pulang ke rumah, dalam keadaan selamat sentosa.
Perjalanan panjangnya adalah proses membangun rumah yang akan ia tempati.
Rumah yang sejuk nan asri
Atau rumah yang sempit dan panas
Bahan baku dan material lainnya dipilih selama ia dalam perjalanan
Tidak mudah.
Material tersebut tidak dibawa bawa pulang ke rumah.
Justru dipergunakan dengan baik
Tidak takut habis, tidak kikir, tidak pelit
Karena..
Keberkahan dari langit dan bumi, seperti sumber daya alam yang melimpah serta rezeki yang lezat (Al-barakah dan ar-rizqu ath-thayyib). Allah SWT berfirman, "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raaf: 96)

Dan para musafir itu percaya bahwa...
"....supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (Al-Qashash: 13)

Tuesday, December 30, 2014

Saya ini apa

Posted by Unknown at 12:31 AM 0 comments
Sungguh, aku ini bukan apa-apa
Semakin dewasa semakin merasa banyak sekali yang tidak saya tahu
Semakin haus, semakin lapar
Sungguh besar karunia Allah

Ilmunya begitu luas
Dengan memori yang terbatas
Tanpa batas
Saya coba melampaui ingatan yang terbatas

Saya ini apa
Baru menjadi manusia
Yang memiliki nama
Dan terlahir serupa dengan yang lainnya

Saya ini apa
Hanya manusia bodoh
Yang tidak ada apa-apanya
Berjalan kesana kemari mencari ilmu

Semakin lama, terasa semakin bodoh
Semakin terlihat begitu besar bumi ini ini
KekuasanNya, IlmuNya, KarunianNya
Saya ini apa

Terus berjalan
Terus mencari
Terus belajar
Saya ini apa

Saya masih bukan apa-apa



Tuesday, December 2, 2014

Bergo Simple, Easy, Trendy, and Affordable Price!!!!

Posted by Unknown at 6:02 PM 0 comments

Mulai dari Rp 35.000, bergo dengan banyak pilihan warna ini bisa kamu dapatkan di:

Instagram: @darinhijab
BBM : 519626A0
LINE: darinhijab by Dea

Get it yours, cantik :)

Brownies Ubi "Choco Pandan"

Posted by Unknown at 5:58 PM 0 comments

Assalamu'alaikum...
Fiuuh.. the third promise is a simple and easy  brownies ubi "choco pandan" recipe.

Karena saya beli ubi cilembunya 1 kg tapi saya hanya pakai 200gr. Sisanya masih cukup banyak. Hmm karena itu, jadilah brownies ini. Cuma agak dibedakan sedikit agar tidak bosan.
I was trying to make two layer of cake. It was my first time and i didnt make it perfectly. I mean, the shape. Hehehe
But, the taste is (maybe) good enough.
Here it is.

Bahan:
1. Tepung terigu 50 gr
2. Baking powder 1/2 sdt
3. Telur 3 butir
4. Gula pasir 100 gr
5. Ubi 200gr
6. Pewarna pandan
7. Dark Cooking Chocolate 200gr
8. Mentega 150 gr

Cara membuat:
1. Kupas kulit ubi, kukus, haluskan. Bagi ubi menjadi dua bagian.
2. Lelehkan mentega. Bagi menjadi dua.
3. Mentega bagian pertama dilelehkan dengan dark cooking chocolate.
4. Masukan lelehan coklat dan mentega ke dalam bagian ubi yang pertama. Aduk rata.
4. Mentega kedua yg sudah dilelehkan diaduk dengan bagian ubi yang kedua. Aduk rata.
5. Mixer telur dan gula dengan kecepatan tinggi selama 5 menit. Bagi adonan menjadi dua bagian.
6. Masukan bagian adonan telur pertama dengan lelehan coklat dan ubi. Aduk.
7. Masukan bagian adonan telur kedua dengan ubi bagian kedua dan teteskan pewarna. Aduk rata.
8. Masukan adonan ke dalam cetakan dan panggang selama 10 menit dengan suhu 180 derajat celcius dengan api bawah.
9. Keluarkan adonan dan tuangkan adonan kedua.
10. Panggang kembali selama 30 menit atau hingga matang.

Ready!!!!!

Brownies Ubi Cilembu

Posted by Unknown at 5:41 PM 0 comments

Assalamu'alaikum..
My second promise is the recipe of brownies ubi.
This brownies was suddenly made by me for my niece. He said that he got craft homework. I dont get it why the craft homework is make a cake. Hahahaha
Forget it, now let's check what we have to prepare for making this simple and easy brownies ubi.

Brownies ubi ini menggunakan ubi cilembu yang kadar gulanya cukup tinggi, sehingga takaran gula pasir bisa dikurangi ya. Brownies ini bisa menggunakan almond/kismis/chocochips/tidak ketiganya. Sesuai selera saja :)

Jangan lupa panaskan microwave terlebih dahulu.

Bahan:
1. Ubi Cilembu 200gr
2. Telur 4 butir
3. Dark Cooking Chocolate 200gr
4. Mentega 150gr
5. Coklat bubuk 50gr
6. Tepung terigu 75gr
7. Baking powder 1/2 sdt
8. Gula pasir 75gr
9. Almond slice 1 ons (copp 1/2 ons almond)

Peralatan:
Kertas roti
Microwave/oven/kukusan

Cara membuat:
1. Kupas lalu kukus ubi hingga matang. Haluskan.
2. Lelehkan mentega dan dark cooking chocolate. Sisihkan.
3. Masukan lelehan coklat ke dalam ubi yang sudah dihaluskan. Aduk rata hingga mengental.
4. Campurkan tepung terigu, coklat bubuk, dan baking powder.
5. Mixer telur dan gula dengan kecepatan tinggi selama 5 menit. Matikan.
6. Masukan lelehan coklat ubi ke dalam adonan telur. Aduk rata.
7. Campurkan tepung terigu dengan diayak. Aduk rata.
8. Masukan almond cincang ke dalam adonan. Aduk.
9. Siapkan cetakan yang sudah dialasi kertas roti. Masukan adonan.
10. Taburi almond slice.
11. Panggang dengan suhu 180 derajat celcius selama 40 menit atau sampai matang.
12. Wait and ready!!!

Rainbow Puding

Posted by Unknown at 5:24 PM 0 comments

Assalamu'alaikum..
Im back with all of my promise :)
I've to post some new recipes in here.
The first is rainbow puding.

Seperti biasa, slogan resep resep saya adalah simple and easy. Jadi bahan bahannya mudah dicari, gampang masaknya, enak rasanya, dan puas masaknya :D

Untuk puding ini, bisa menggunakan susu murni (plain milk) atau susu kental manis yang sudah dicairkan ya. Saya menggunakan plain milk. Takaran gula secukupnya saja, jangan terlalu manis.
Dan pembuatannya dibutuhkan kesabaran, ketelatenan. Biar hasilnya sempurna :)

Ini dia, resep rainbow puding yang simple and easy :)

Bahan:
Agar agar 1 pcs
Plain milk 900cc
Gula pasir 100gr
Pewarna makanan (pandan, merah, dan biru)

Cara membuat:
1. Larutkan agar agar dan plain milk
2. Aduk aduk dan masak hingga mendidih
3. Masukan gula pasir, aduk rata
4. Setelah tercampur rata, matikan api.
5. Bagi agar agar menjadi tiga ke dalam mangkok.
6. Beri 2 tetes pewarna makanan ke tiap mangkok dan aduk rata.
7. Siapkan wadah penuh es dan tempatkan cetakan ditengahnya
8. Masukan beberapa sendok puding warna merah (pilih urutan warna paling bawah sesuai selera)
9. Diamkan beberapa saat, hingga atasnya mengental.
10. Tuangkan dengan sendok warna lainnya, tunggu hingga mengental. Dan lakukan tahap 9 dan 10 hingga puding habis.
11. Diamkan dan masukan kulkas.
12. Ready to eat!!

So easy, right???
Use your creativity to make your own words on top :)
Let's try!!!!

Monday, November 24, 2014

Ya Saudariku, Cinta itu...

Posted by Unknown at 9:10 AM 0 comments
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selamat Pagi, Saudari-saudariku sayang ...
Semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan dilindungi Allah Subhanahu Wa Ta'ala..
Ini nih, ada video yang bagus, menarik, singkat, dan tanpa panjang lebar.
Mencoba untuk kembali mendekatkan kita pada Sang Khaliq.
Menjadi seorang muslimah yang dirindu surga.


Saudariku..
Wanita itu cantik, tanpa terkecuali.
Dan setan menjadikan kita indah ketika kita keluar dari rumah
Jaga dirimu dengan berhijab ya...
Cukup indahnya dirimu menjadi untuk suamimu nanti
Cantikmu tidak akan pudar, jika itu berasal dari hati
Karena tua adalah pilihan pasti
Ia akan datang suatu hari nanti

Saudariku....
Cinta adalah anugrah
Sesuatu yang harus dijaga
Bukan tergesa gesa
Atau mungkin ia adalah nafsu belaka

Saudariku.....
Cinta itu indah ketika ia berlabuh
Bukan pada waktu dan tempat yang salah
Karena tidak masalah,
Ketika raga tetap jauh

Ketika engkau mencinta,
Dunia tidak pernah cukup untuk bersama

Perpisahan tidak pernah terjadi di dunia
Perpisahan terjadi,
Ketika salah satu diantara kita tidak bertemu di Surga

Aku mencintaimu karena Allah,
Semoga Allah mengumpulkan kita semua di surgaNya, 
Aamiin



Sunday, November 9, 2014

Pengambilan Keputusan Dalam Kondisi Pasti

Posted by Unknown at 10:08 PM 0 comments

Pengambilan keputusan adalah sebuah proses menentukan sebuah pilihan dari berbagai alternatif pilihan yang tersedia. Seseorang terkadang dihadapkan pada suatu keadaan dimana ia harus menentukan pilihan (keputusan) dari berbagai alternatif yang ada. Pada umumnya, suatu keputusan dibuat dalam rangka untuk memecahkan permasalahan atau persoalan (problem solving). Dan setiap keputusan yang dibuat pasti ada tujuan yang hendak dicapai. Ada empat kategori dalam pengambilan keputusan, yaitu:

a. Pengambilan keputusan dalam kondisi pasti (certainty),

b. Pengambilan keputusan dalam kondisi resiko (risk),

c. Pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti (uncertainty) dan

d. Pengambilan keputusan dalam kondisi konflik (conflict).

Namun dari keempat kategori pengambilan keputusan tersebut, kami hanya akan membahas tentang pengambilan keputusan  dalam kondisi pasti (certainty) sesuai dengan tugas presentasi yang diberikan oleh dosen mata kuliah teori pengambilan keputusan.

B.    Pengambilan Keputusan  dalam Kondisi Pasti (certainty)

Pasti artinya semua informasi yang diperlukan oleh pihak pengambil keputusan telah tersedia secara menyeluruh. Kepastian adalah kondisi tentang adanya informasi yang akurat, dapat diukur, dan dapat diandalkan tentang hasil dari berbagai alternatif yang sedang dipertimbangkan.

Pengambilan keputusan dalam kondisi pasti (certainty) yaitu pengambilan keputusan dimana berlangsung hal-hal :

1.       Alternatif yang dipilih hanya memiliki satu konsekuensi/jawaban/hasil. Ini berarti dari setiap alternatif tindakan tersebut dapat ditentukan dengan pasti.

2.       Keputusan yang diambil didukung oleh informasi/data yang lengkap sehingga dapat diramalkan secara akurat hasil dari setiap tindakan yang dilakukan.

3.       Dalam kondisi ini, pengambil keputusan secara pasti mengetahui apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.

4.       Biasanya selalu dihubungkan dengan keputusan yang menyangkut masalah rutin, karena kejadian tertentu dimasa yang akan datang dijamin terjadi.

5.       Pengambilan keputusan seperti ini dapat ditemui dalam kasus/model yang bersifat deterministik.

6.       Teknik penyelesaiannya/pemecahannya biasanya menggunakan antara lain, teknik pemrograman linear, analisis jaringan dan teori antrian.

Apabila semua informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan telah lengkap, maka keputusan dikatakan dalam keadaan yang pasti. Sehingga kita dapat meramalkan secara tepat hasil dari tindakan (action). Misalnya, dalam persoalan linear programming kita dapat mengetahui berapa jumlah keuntungan (profit) maksimum yang bisa diperoleh setelah kita mengetahui persediaan setiap jenis bahan dan kebutuhan input bagi masing-masing jenis produk.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali pengambilan keputusan dalam kondisi pasti. Kita tahu dengan pasti arah untuk berangkat ke kampus, restoran favorit, atau obat yang mujarab. Hal-hal semacam itu sudah rutin kita laksanakan sehingga tidak perlu pemikiran yang mendalam.

C.    Teknik Penyelesaian Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Pasti

Beberapa teknik penyelesaian pengambilan keputusan kondisi pastidiantaranya adalah Linear Programming, Analisis Jaringan dan Teori Antrian.

1.     Linear Programming atau Pemrograman Linier

Adalah metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya. Linear programming banyak diterapkan dalam masalah ekonomi, industri, militer, sosial dan lain-lain. LP berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam dunia nyata sebagai suatu model matematik yang terdiri dari sebuah fungsi tujuan linier dengan beberapa kendala linier (Siringoringo, 2005).

Dalam model LP dikenal dua macam fungsi, yaitu fungsi tujuan (objective function) dan fungsi-fungsi batasan (constraint function). Fungsi tujuan adalah fungsi yang menggambarkan tujuan atau sasaran di dalam permasalahan LP yang berkaitan dengan pengaturan secara optimal sumber daya-sumber daya, untuk memperoleh keuntungan maksimal dan memperoleh biaya minimal. Sedang fungsi batasan merupakan bentuk penyajian secara matematis batasn-batasan kapasitas yang tersedia yang akan dialokasikan secara optimal ke berbagai kegiatan.

Asumsi dasar dalam linear programing yaitu :

1.     Proportionality, dimana naik turunnya nilai Z (tujuan) dan penggunaan sumber daya akan berubah secara sebanding dengan perubahan tingkat kegiatannya.

Contoh : Z = C1X1 + X2C2 + ...........+ CnXn

 Penambahan 1 unit X1 akan menaikkan nilai Z sebesar C1, dan seterusnya

2.     Additivity, dimana nilai tujuan tiap kegiatan tidak saling mempengaruhi atau kenaikan dari nilai Z yang diakibatkan oleh  kenaikan suatu kegiatan dapat ditambahkan tanpa mempengaruhi bagian nilai Z yang diperoleh dari kegiatan lainnya.

3.     Divisibility, dimana output yang dihasilkan oleh setiap kegiatan dapat berupa bilangan pecahan.

4.     Deterministic, dimana semua parameter yang terdapat dalam linier programing dapat diperkirakan dengan pasti, meskipun jarang tepat.

Contoh Kasus

Perusahaan sepatu IDEAL berencana memproduksi 2 macam sepatu, yakni sepatu merek NIKE dengan sol terbuat dari karet, serta sepatu merek ADIDAS dengan sol terbuat dari kulit. Untuk membuat sepatu-sepatu tersebut perusahaan dihadapkan dengan berbagai kendala/batasan, yang salah satunya adalah : perusahaan hanya dapat menggunakan 3 macam mesin yang hanya berjumlah 1 buah untuk setiap jenisnya. Mesin A khusus membuat sol dari karet, mesin B khusus membuat sol dari kulit, sedangkan mesin C membuat dan melakukan assembling bagian atas dengan sol. Jam kerja maksimum dari ketiga mesin tersebut berturut-turut adalah Mesin A = 8 jam, mesin B = 15 jam, dan mesin C = 30 jam.

Setiap lusin sepatu NIKE mula-mula dikerjakan oleh mesin A selama 2 jam, kemudian tanpa melalui mesin B terus dikerjakan di mesin C selama 6 jam. Sedangkan untuk sepatu dengan merk ADIDAS, tidak diproses oleh mesin A, tetapi pertama kali dikerjakan di mesin B selama 3 jam dan kemudian langsung di mesin C selama 5 jam.

Pihak perusahaan mengharapkan bahwa setiap lusin sepatu NIKE dapat memberikan kontribusi keuntungan sebesar Rp 300.000,- dan Rp 500.000,- untuk setiap lusin sepatu merk ADIDAS.

Permasalahan : Berapa lusinkah sepatu merk NIKE dan ADIDAS harus diproduksi oleh perusahaan IDEAL, agar dapat diperoleh hasil yang optimal (keuntungan yang maksimal)?

Jawab : Untuk menyelesaikan kasus di atas dengan menggunakan metode grafik, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Pada prinsipnya setiap titik dalam daerah feasible akan memberikan keuntungan bagi perusahaan ( kecuali satu tutik, yakni titik 0 ). Namun demikian dari semua titik tersebut, nilai Z akan semakin tinggi apabila makin jauh dari titik origin ( 0 ). Oleh karena itu sebaiknya hanya membandingkan titik-titik yang ada di sudut-sudut daerah feasible tersebut.

Pada titik O ( 0,0 ) Nilai Z = 3 ( 0 ) + 5 ( 0 ) = 0

Pada titik A ( 4, 0 )  atau X1 = 4 dan X2 = 0 Nilai Z = 3 ( 4 ) + 5 ( 0 ) = 12

Pada titik B ( 4, …..) atau X1 = 4 dan X2 belum diketahui …

Karena titik B merupakan perpotongan antara fungsi batasan 1 dan batasan 3, maka untuk mendapatkan nilai X2, nilai X1 = 4 tersebut dapat dimasukkan ke fungsi batasan 3, yakni :

6 ( 4 ) + 5X2 = 30

           5  X2 = 30 – 24

              X 2 = 6/5, sehingga koordinat titik B adalah ( 4, 6/5 )

Nilai Z = 3 ( 4 ) + 5 ( 6/5 ) = 18

Pada titik C ( ……, 5 ) atau X1 = belum diketahui dan X2 = 5

Karena titik B merupakan perpotongan antara fungsi batasan 2 dan batasan 3, maka untuk mendapatkan nilai X1, nilai X2 = 5 tersebut dapat dimasukkan ke fungsi batasan 3, yakni

6X1 + 5 ( 5 ) = 30

         6 X 1 = 30 – 25

           X  1 = 5/6, sehingga koordinat titik C adalah ( 5/6, 5 )

Nilai Z = 3 ( 5/6 ) + 5 ( 5 ) = 27, 5

Pada titik D ( 0, 5 ) atau X1 = 0 dan X2 = 5 Nilai Z = 3 ( 0 ) + 5 ( 5 ) = 25

Kesimpulan : Dari kelima titik 9 A, B, C, D, dan O ) yang dibandingkan ternya titik C-lah yang memberikan hasil paling besar yakni 27,5. Oleh karena itu perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang maksimal sebesar Rp 2.750.000,- apabila mampu memproduksi sepatu dengan sol karet ( X1 ) sebanyak 5/6 lusin dan sepatu dengan sol kulit sebanyak 5 lusin.

2  2.     Analisis Jaringan

Secara umum dapat dikatakan bahwa analisis jaringan digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dari serangkaian pekerjaan. Masalah- masalah yang dimaksud antara lain adalah :

a. Waktu penyelesaian dari serangkaian pekerjaan tersebut.

b. Biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan serangkaian pekerjaan tersebut.

c. Waktu menganggur yang terjadi di setiap pekerjaan.

Analisis jaringan ini pertama kali dikembangkan oleh perusahaan jasa konsultan manajemen Boaz, Allen dan Hamilton yang dibuat untuk keperluan perusahaan pesawat terbang Lockhead. Metode yang biasanya digunakan sering disebut dengan PERT yang merupakan singkatan dari Program Evaluation and Review Technique.

Beberapa contoh serangkaian pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan analisis jaringan antara lain adalah serangkaian pekerjaan produksi, serangkaian pekerjaan membangun gedung, serangkaian pekerjaan mengganti mesin yang rusak dll.

Istilah – istilah dalam analisis jaringan antara lain adalah :

·       Aktivitas, adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan pengorbanan sumberdaya (waktu, tenaga, biaya). Aktivitas ini biasanya disimbolkan dengan anak panah.

·       Kejadian, adalah permulaan atau akhir dari sebuah aktivitas, dan disimbolkan dengan sebuah lingkaran.

·       Jalur kritis adalah sebuah jalur yang waktu penyelesaian serangkaian pekerjaannya paling besar/panjang.

Beberapa hal yang penting dalam analisis jaringan adalah :

1.     Sebelum suatu aktivitas dimulai, semua aktivitas yang mendahuluinya (yang menjadi syarat) harus sudah selesai dikerjakan terlebih dahulu.

2.     Anak panah yang menjadi simbol sebuah aktivitas hanya menunjukkan arah dan urutan kejadian, jadi panjang pendek dan bentuknya tidak akan memberi pengaruh apapun.

3.     Lingkaran, yang merupakan simbol dari kejadian, diberi nomor sedemikian rupa sehingga tidak memiliki nomor yang sama dan sebaiknya berurutan, sehingga dapat menggambarkan urutan kejadian. Biasanya nomor yang lebih kecil diletakkan di kejadian awal (permulaan anak panah).

4.     Dua buah kejadian (lingkaran) hanya dapat dihubungkan dengan satu anak panah.

5.     Sebuah rangkaian pekerjaan hanya dapat dimulai dan diakhiri dengan sebuah kejadian (lingkaran).

Contoh Kasus

Sebuah perusahaan MAJU TERUS sedang menghadapi masalah dengan kerusakan mesin produksinya berencana mengganti mesin yang rusak tersebut. Setelah dialakukan identifikasi, serangkaian kegiatan yang diperlukan dalam rangka penggantian mesin yang rusak  tersebut adalah seperti terlihat pada tabel berikut ini.

Kegiatan

Keterangan

Kegiatan yang Mendahului

Waktu yang Dibutuhkan

A

Merencanakan

-

10 hari

B

Memesan mesin baru

A

2 hari

C

Menyiapkan mesin

B

8 hari

D

Pesan material rangka mesin

A

4 hari

E

Membuat rangka

D

3 hari

F

Finishing rangka

E

1 hari

G

Memasang mesin pada rangka

C, F

5 hari

Dari masalah perusahaan di atas, berapakah waktu optimal yang diperlukan untuk menyelesaikan serangkaian pekerjaan penggantian mesin tersebut?

Jawab :

Langkah pertama adalah menggambarkan serangkaian pekerjaan tersebut sesuai dengan urutan waktu pekerjaan yang ada dalam tabel.

 

                        B2                                 C8                                     G5

                    A 10            

                                    D4                                         F1     

                                                                E3        

Langkah kedua adalah mencari nilai Earliest Finish Time (EF)      dari depan ke belakang, dan nilai Latest Finish Time (LF)      dari belakang ke depan dari setiap kejadian (lingkaran), dengan hasil seperti gambar berikut :               

           

                        B2                             C8                                      G5

                    A 10              

                   D4                                             F1     

                                                                 E3        

Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa :

a.      Jalur kritis dari rangkaian kegiatan di atas adalah jalur 1, 2, 3, 6, dan 7, atau jalur yang memiliki nilai EF dan LF yang sama.

b.     Dengan jalur kritis tersebut, paling cepat, rangkaian pekerjaan penggantian mesin tersebut baru akan selesai pada hari ke-25.

c.      Untuk kejadian 6, meskipun jalur bawah (1, 2, 4, 5, dan 6) sudah selesai pada hari ke 18, namun pekerjaan g tidak dapat dilakukan karena untuk melakukannya menunggu pekerjaan c selesai lebih dahulu, dan pekerjaan c baru akan selesai pada hari    ke-20. Karena itu pekerjaan g baru dapat dimulai setelah hari ke-20.

3.     Teori Antrian

Teori antrian diciptakan oleh A.K. Erlang pada tahun 1909 yang pada saat itu mempelajari fluktuasi permintaan fasilitas telepon dan keterlambatan pelayanannya. Teori antrian dirancang untuk memperkirakan berapa banyak langganan menunggu dalam suatu garis antrian, kepanjangan garis tunggu, seberapa sibuk fasilitas pelayanan dan apa yang terjadi bila waktu pelayanan atau pola kedatangan berubah.

Biasanya antrian terlihat setiap harinya pada :

·       Deretan mobil yang mengantri untuk mengambil tiket atau membayar jalan tol

·       Antrian pengambilan DNU dan DNS mahasiswa gunadarma di loket BAAK

·       Antian penonton yang ingin membeli karcis bioskop

·       Menunggu pesanan pada suatu restoran

·       Kedatangan kapal di suatu pelabuhan

Sistem antrian terdiri dari sistem pelayanan komersil, sistem pelayanan bisnis industri, sistem pelayanan transportasi dan sistem pelayanan sosial.

Contoh Kasus

Tingkat kedatangan pelanggan “Michael Studio” adalah 66 orang per jam mengikuti distribusi poisson dengan tingkat pelayanan sebesar 88 orang per jam. Maka tentukanlah :

a)     Tingkat kegunaan.

b)     Jumlah pelanggan rata-rata dalam sistem.

c)     Jumlah pelanggan rata-rata dalam antrian.

d)     Waktu rata – rata dalam sistem.

e)     Waktu rata – rata dalam antrian.

f)      Probabilitas adanya pelanggan ke-4 dalam sistem.

g)     Probabilitas adanya 7pelanggan dalam sistem.

h)     Buatlah analisisnya.

Jawab :

Diketahui : λ = 66 orang/jam

      µ = 88 orang/jam

a)     Tingkat kegunaan (U) =   λ     =  66  = 0,75  “efektif”

µ         88

Bahwa pegawai “Michael Studio” akan sibuk melayani pelanggan selama 75% dari waktunya,sedangkan 25% (1-p) menganggur.

b)     Jumlah pelanggan rata-rata dalam sistem

  

Angka 3 menunjukkan bahwa pegawai dapat mengharapkan 3 pelanggan yang berada dalam sistem.

c)     Jumlah pelanggan rata – rata dalam antrian

Jadi, pelanggan yang menunggu untuk dilayani dalam antrian sebanyak 2 pelanggan.

d)     Waktu rata – rata dalam sistem

Jadi, waktu rata – rata pelanggan menunggu dalam sistem selama 2,7 menit.

e)     Waktu rata – rata dalam antrian

Jadi, waktu rata – rata pelanggan menunggu dalam antrian selama 2,04 menit.

f)      Probabilitas adanya pelanggan ke 4 dalam sistem

Jadi, probabilitas adanya pelanggan ke 4 dalam sistem adalah 0,079.

g)     Probabilitas adanya 7 pelanggan dalam sistem

Jadi, probabilitas adanya 7 pelanggan sistem adalah 0,89889.

# Sumber :

http://nrisdiani.blogspot.com/2012/03/14teknik-pengambilan-keputusan.html

http://annisadwinuri.blogspot.com/2013/05/pengambilan-keputusan-dalam-org

Buku Riset Operasional karangan Drs. Pangesty Subagyo, MBA, dkk.

rogayah.staff.gunadarma.ac.id/.../pengambilan+keputusan+dalam+kondi...

Wednesday, April 8, 2015

The Carrot, The Egg, and The Coffee Bean

A young woman went to her mother and told her about her life and how things were so hard for her. She did not know how she was going to make it and wanted to give up. She was tired of fighting and struggling.

It seemed that, as one problem was solved, a new one arose. Her mother took her to the kitchen. She filled three pots with water and placed each on a high fire. Soon the pots came to a boil. In the first, she placed carrots, in the second she placed eggs, and in the last she placed ground coffee beans.

She let them sit and boil, without saying a word. In about twenty minutes, she turned off the burners. She fished the carrots out and placed them in a bowl. She pulled the eggs out and placed them in a bowl. Then she ladled the coffee out and placed it in a bowl. Turning to her daughter, she asked, "Tell me, what do you see?"

"Carrots, eggs, and coffee," the young woman replied. The mother brought her closer and asked her to feel the carrots. She did and noted that they were soft. She then asked her to take an egg and break it. After pulling off the shell, she observed the hard-boiled egg. Finally, she asked her to sip the coffee. The daughter smiled as she tasted its rich aroma. The daughter then asked, "What does it mean, mother?"

Her mother explained that each of these objects had faced the same adversity - boiling water - but each reacted differently. The carrot went in strong, hard and unrelenting. However, after being subjected to the boiling water, it softened and became weak.

The egg had been fragile. Its thin outer shell had protected its liquid interior. But, after sitting through the boiling water, its inside became hardened! The ground coffee beans were unique, however. After they were in the boiling water, they had changed the water.

"Which are you?" the mother asked her daughter. "When adversity knocks on your door, how do you respond? Are you a carrot, an egg, or a coffee bean?" Think of this: Which am I? Am I the carrot that seems strong but, with pain and adversity, do I wilt and become soft and lose my strength? Am I the egg that starts with a malleable heart, but changes with the heat? Did I have a fluid spirit but, after a death, a breakup, or a financial hardship, does my shell look the same, but on the inside am I bitter and tough with a stiff spirit and a hardened heart? Or am I like the coffee bean? The bean actually changes the hot water, the very circumstance that brings the pain. When the water gets hot, it releases the fragrance and flavour.

If you are like the bean, when things are at their worst, you get better and change the situation around you. When the hours are the darkest and trials are their greatest, do you elevate to another level? How do you handle adversity? Are you a carrot, an egg, or a coffee bean?

"A good character is the best tombstone. Those who loved you and were helped by you will remember you when forget-me-nots have withered. Carve your name on hearts, not on marble."

----

Source: http://www.thelivingtreasure.org/forum/forum/forum_posts.asp?TID=1681&title=short-inspirational-and-motivational-stories

Friday, January 30, 2015

Mawar













Tidak pernah melihat orang sekeras itu
Segigih itu, sekuat itu
Menyayangi dan menyakiti
Bagai sesuatu tak memiliki hati
Dipikirnya bak mawar
Indah dan berduri
Nyatanya memang penuh duri
Tak seindah mawar yang mekar
Untuk apa dipetik
Lalu dipatahkan...
Ditanam kembali
Di tanah yang tandus
Mawar tak akan pernah mekar
Kembali hidup setelah patah
Dalam tandusnya tanah
Percuma, tidak akan berakar
Kenapa tidak kau tinggalkan saja
Ia sudah mekar
Pada tanah gembur
Tak berpenghuni
Indah dan berduri 

Journey

Hidup adalah sebuah perjalanan panjang dimana kita menemukan fungsi dan alasan kenapa kita dilahirkan di dunia ini
Kehidupan yang kita jalani ini adalah sebuah negeri yang Allah tetapkan untuk kita, Umat Manusia.
Seperti halnya musafir, dunia ini hanyalah sementara.
Kita hanya melewati fase menikmati keindahan semu ini, anggaplah 60 tahun lamanya.
Bisa jadi kurang atau lebih. Wallahu'alam bisshawwab
Musafir yang berpergian jauh, tidak akan membawa ranjangnya, lemarinya, seluruh pakaiannya, perhiasannya, dan seluruh harta yang ia miliki.
Fokusnya hanya satu, tujuannya mencapai garis akhir.
Pulang ke rumah, dalam keadaan selamat sentosa.
Perjalanan panjangnya adalah proses membangun rumah yang akan ia tempati.
Rumah yang sejuk nan asri
Atau rumah yang sempit dan panas
Bahan baku dan material lainnya dipilih selama ia dalam perjalanan
Tidak mudah.
Material tersebut tidak dibawa bawa pulang ke rumah.
Justru dipergunakan dengan baik
Tidak takut habis, tidak kikir, tidak pelit
Karena..
Keberkahan dari langit dan bumi, seperti sumber daya alam yang melimpah serta rezeki yang lezat (Al-barakah dan ar-rizqu ath-thayyib). Allah SWT berfirman, "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raaf: 96)

Dan para musafir itu percaya bahwa...
"....supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (Al-Qashash: 13)

Tuesday, December 30, 2014

Saya ini apa

Sungguh, aku ini bukan apa-apa
Semakin dewasa semakin merasa banyak sekali yang tidak saya tahu
Semakin haus, semakin lapar
Sungguh besar karunia Allah

Ilmunya begitu luas
Dengan memori yang terbatas
Tanpa batas
Saya coba melampaui ingatan yang terbatas

Saya ini apa
Baru menjadi manusia
Yang memiliki nama
Dan terlahir serupa dengan yang lainnya

Saya ini apa
Hanya manusia bodoh
Yang tidak ada apa-apanya
Berjalan kesana kemari mencari ilmu

Semakin lama, terasa semakin bodoh
Semakin terlihat begitu besar bumi ini ini
KekuasanNya, IlmuNya, KarunianNya
Saya ini apa

Terus berjalan
Terus mencari
Terus belajar
Saya ini apa

Saya masih bukan apa-apa



Tuesday, December 2, 2014

Bergo Simple, Easy, Trendy, and Affordable Price!!!!

Mulai dari Rp 35.000, bergo dengan banyak pilihan warna ini bisa kamu dapatkan di:

Instagram: @darinhijab
BBM : 519626A0
LINE: darinhijab by Dea

Get it yours, cantik :)

Brownies Ubi "Choco Pandan"

Assalamu'alaikum...
Fiuuh.. the third promise is a simple and easy  brownies ubi "choco pandan" recipe.

Karena saya beli ubi cilembunya 1 kg tapi saya hanya pakai 200gr. Sisanya masih cukup banyak. Hmm karena itu, jadilah brownies ini. Cuma agak dibedakan sedikit agar tidak bosan.
I was trying to make two layer of cake. It was my first time and i didnt make it perfectly. I mean, the shape. Hehehe
But, the taste is (maybe) good enough.
Here it is.

Bahan:
1. Tepung terigu 50 gr
2. Baking powder 1/2 sdt
3. Telur 3 butir
4. Gula pasir 100 gr
5. Ubi 200gr
6. Pewarna pandan
7. Dark Cooking Chocolate 200gr
8. Mentega 150 gr

Cara membuat:
1. Kupas kulit ubi, kukus, haluskan. Bagi ubi menjadi dua bagian.
2. Lelehkan mentega. Bagi menjadi dua.
3. Mentega bagian pertama dilelehkan dengan dark cooking chocolate.
4. Masukan lelehan coklat dan mentega ke dalam bagian ubi yang pertama. Aduk rata.
4. Mentega kedua yg sudah dilelehkan diaduk dengan bagian ubi yang kedua. Aduk rata.
5. Mixer telur dan gula dengan kecepatan tinggi selama 5 menit. Bagi adonan menjadi dua bagian.
6. Masukan bagian adonan telur pertama dengan lelehan coklat dan ubi. Aduk.
7. Masukan bagian adonan telur kedua dengan ubi bagian kedua dan teteskan pewarna. Aduk rata.
8. Masukan adonan ke dalam cetakan dan panggang selama 10 menit dengan suhu 180 derajat celcius dengan api bawah.
9. Keluarkan adonan dan tuangkan adonan kedua.
10. Panggang kembali selama 30 menit atau hingga matang.

Ready!!!!!

Brownies Ubi Cilembu

Assalamu'alaikum..
My second promise is the recipe of brownies ubi.
This brownies was suddenly made by me for my niece. He said that he got craft homework. I dont get it why the craft homework is make a cake. Hahahaha
Forget it, now let's check what we have to prepare for making this simple and easy brownies ubi.

Brownies ubi ini menggunakan ubi cilembu yang kadar gulanya cukup tinggi, sehingga takaran gula pasir bisa dikurangi ya. Brownies ini bisa menggunakan almond/kismis/chocochips/tidak ketiganya. Sesuai selera saja :)

Jangan lupa panaskan microwave terlebih dahulu.

Bahan:
1. Ubi Cilembu 200gr
2. Telur 4 butir
3. Dark Cooking Chocolate 200gr
4. Mentega 150gr
5. Coklat bubuk 50gr
6. Tepung terigu 75gr
7. Baking powder 1/2 sdt
8. Gula pasir 75gr
9. Almond slice 1 ons (copp 1/2 ons almond)

Peralatan:
Kertas roti
Microwave/oven/kukusan

Cara membuat:
1. Kupas lalu kukus ubi hingga matang. Haluskan.
2. Lelehkan mentega dan dark cooking chocolate. Sisihkan.
3. Masukan lelehan coklat ke dalam ubi yang sudah dihaluskan. Aduk rata hingga mengental.
4. Campurkan tepung terigu, coklat bubuk, dan baking powder.
5. Mixer telur dan gula dengan kecepatan tinggi selama 5 menit. Matikan.
6. Masukan lelehan coklat ubi ke dalam adonan telur. Aduk rata.
7. Campurkan tepung terigu dengan diayak. Aduk rata.
8. Masukan almond cincang ke dalam adonan. Aduk.
9. Siapkan cetakan yang sudah dialasi kertas roti. Masukan adonan.
10. Taburi almond slice.
11. Panggang dengan suhu 180 derajat celcius selama 40 menit atau sampai matang.
12. Wait and ready!!!

Rainbow Puding

Assalamu'alaikum..
Im back with all of my promise :)
I've to post some new recipes in here.
The first is rainbow puding.

Seperti biasa, slogan resep resep saya adalah simple and easy. Jadi bahan bahannya mudah dicari, gampang masaknya, enak rasanya, dan puas masaknya :D

Untuk puding ini, bisa menggunakan susu murni (plain milk) atau susu kental manis yang sudah dicairkan ya. Saya menggunakan plain milk. Takaran gula secukupnya saja, jangan terlalu manis.
Dan pembuatannya dibutuhkan kesabaran, ketelatenan. Biar hasilnya sempurna :)

Ini dia, resep rainbow puding yang simple and easy :)

Bahan:
Agar agar 1 pcs
Plain milk 900cc
Gula pasir 100gr
Pewarna makanan (pandan, merah, dan biru)

Cara membuat:
1. Larutkan agar agar dan plain milk
2. Aduk aduk dan masak hingga mendidih
3. Masukan gula pasir, aduk rata
4. Setelah tercampur rata, matikan api.
5. Bagi agar agar menjadi tiga ke dalam mangkok.
6. Beri 2 tetes pewarna makanan ke tiap mangkok dan aduk rata.
7. Siapkan wadah penuh es dan tempatkan cetakan ditengahnya
8. Masukan beberapa sendok puding warna merah (pilih urutan warna paling bawah sesuai selera)
9. Diamkan beberapa saat, hingga atasnya mengental.
10. Tuangkan dengan sendok warna lainnya, tunggu hingga mengental. Dan lakukan tahap 9 dan 10 hingga puding habis.
11. Diamkan dan masukan kulkas.
12. Ready to eat!!

So easy, right???
Use your creativity to make your own words on top :)
Let's try!!!!

Monday, November 24, 2014

Ya Saudariku, Cinta itu...

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selamat Pagi, Saudari-saudariku sayang ...
Semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan dilindungi Allah Subhanahu Wa Ta'ala..
Ini nih, ada video yang bagus, menarik, singkat, dan tanpa panjang lebar.
Mencoba untuk kembali mendekatkan kita pada Sang Khaliq.
Menjadi seorang muslimah yang dirindu surga.


Saudariku..
Wanita itu cantik, tanpa terkecuali.
Dan setan menjadikan kita indah ketika kita keluar dari rumah
Jaga dirimu dengan berhijab ya...
Cukup indahnya dirimu menjadi untuk suamimu nanti
Cantikmu tidak akan pudar, jika itu berasal dari hati
Karena tua adalah pilihan pasti
Ia akan datang suatu hari nanti

Saudariku....
Cinta adalah anugrah
Sesuatu yang harus dijaga
Bukan tergesa gesa
Atau mungkin ia adalah nafsu belaka

Saudariku.....
Cinta itu indah ketika ia berlabuh
Bukan pada waktu dan tempat yang salah
Karena tidak masalah,
Ketika raga tetap jauh

Ketika engkau mencinta,
Dunia tidak pernah cukup untuk bersama

Perpisahan tidak pernah terjadi di dunia
Perpisahan terjadi,
Ketika salah satu diantara kita tidak bertemu di Surga

Aku mencintaimu karena Allah,
Semoga Allah mengumpulkan kita semua di surgaNya, 
Aamiin



Sunday, November 9, 2014

Pengambilan Keputusan Dalam Kondisi Pasti

Pengambilan keputusan adalah sebuah proses menentukan sebuah pilihan dari berbagai alternatif pilihan yang tersedia. Seseorang terkadang dihadapkan pada suatu keadaan dimana ia harus menentukan pilihan (keputusan) dari berbagai alternatif yang ada. Pada umumnya, suatu keputusan dibuat dalam rangka untuk memecahkan permasalahan atau persoalan (problem solving). Dan setiap keputusan yang dibuat pasti ada tujuan yang hendak dicapai. Ada empat kategori dalam pengambilan keputusan, yaitu:

a. Pengambilan keputusan dalam kondisi pasti (certainty),

b. Pengambilan keputusan dalam kondisi resiko (risk),

c. Pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti (uncertainty) dan

d. Pengambilan keputusan dalam kondisi konflik (conflict).

Namun dari keempat kategori pengambilan keputusan tersebut, kami hanya akan membahas tentang pengambilan keputusan  dalam kondisi pasti (certainty) sesuai dengan tugas presentasi yang diberikan oleh dosen mata kuliah teori pengambilan keputusan.

B.    Pengambilan Keputusan  dalam Kondisi Pasti (certainty)

Pasti artinya semua informasi yang diperlukan oleh pihak pengambil keputusan telah tersedia secara menyeluruh. Kepastian adalah kondisi tentang adanya informasi yang akurat, dapat diukur, dan dapat diandalkan tentang hasil dari berbagai alternatif yang sedang dipertimbangkan.

Pengambilan keputusan dalam kondisi pasti (certainty) yaitu pengambilan keputusan dimana berlangsung hal-hal :

1.       Alternatif yang dipilih hanya memiliki satu konsekuensi/jawaban/hasil. Ini berarti dari setiap alternatif tindakan tersebut dapat ditentukan dengan pasti.

2.       Keputusan yang diambil didukung oleh informasi/data yang lengkap sehingga dapat diramalkan secara akurat hasil dari setiap tindakan yang dilakukan.

3.       Dalam kondisi ini, pengambil keputusan secara pasti mengetahui apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.

4.       Biasanya selalu dihubungkan dengan keputusan yang menyangkut masalah rutin, karena kejadian tertentu dimasa yang akan datang dijamin terjadi.

5.       Pengambilan keputusan seperti ini dapat ditemui dalam kasus/model yang bersifat deterministik.

6.       Teknik penyelesaiannya/pemecahannya biasanya menggunakan antara lain, teknik pemrograman linear, analisis jaringan dan teori antrian.

Apabila semua informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan telah lengkap, maka keputusan dikatakan dalam keadaan yang pasti. Sehingga kita dapat meramalkan secara tepat hasil dari tindakan (action). Misalnya, dalam persoalan linear programming kita dapat mengetahui berapa jumlah keuntungan (profit) maksimum yang bisa diperoleh setelah kita mengetahui persediaan setiap jenis bahan dan kebutuhan input bagi masing-masing jenis produk.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali pengambilan keputusan dalam kondisi pasti. Kita tahu dengan pasti arah untuk berangkat ke kampus, restoran favorit, atau obat yang mujarab. Hal-hal semacam itu sudah rutin kita laksanakan sehingga tidak perlu pemikiran yang mendalam.

C.    Teknik Penyelesaian Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Pasti

Beberapa teknik penyelesaian pengambilan keputusan kondisi pastidiantaranya adalah Linear Programming, Analisis Jaringan dan Teori Antrian.

1.     Linear Programming atau Pemrograman Linier

Adalah metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya. Linear programming banyak diterapkan dalam masalah ekonomi, industri, militer, sosial dan lain-lain. LP berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam dunia nyata sebagai suatu model matematik yang terdiri dari sebuah fungsi tujuan linier dengan beberapa kendala linier (Siringoringo, 2005).

Dalam model LP dikenal dua macam fungsi, yaitu fungsi tujuan (objective function) dan fungsi-fungsi batasan (constraint function). Fungsi tujuan adalah fungsi yang menggambarkan tujuan atau sasaran di dalam permasalahan LP yang berkaitan dengan pengaturan secara optimal sumber daya-sumber daya, untuk memperoleh keuntungan maksimal dan memperoleh biaya minimal. Sedang fungsi batasan merupakan bentuk penyajian secara matematis batasn-batasan kapasitas yang tersedia yang akan dialokasikan secara optimal ke berbagai kegiatan.

Asumsi dasar dalam linear programing yaitu :

1.     Proportionality, dimana naik turunnya nilai Z (tujuan) dan penggunaan sumber daya akan berubah secara sebanding dengan perubahan tingkat kegiatannya.

Contoh : Z = C1X1 + X2C2 + ...........+ CnXn

 Penambahan 1 unit X1 akan menaikkan nilai Z sebesar C1, dan seterusnya

2.     Additivity, dimana nilai tujuan tiap kegiatan tidak saling mempengaruhi atau kenaikan dari nilai Z yang diakibatkan oleh  kenaikan suatu kegiatan dapat ditambahkan tanpa mempengaruhi bagian nilai Z yang diperoleh dari kegiatan lainnya.

3.     Divisibility, dimana output yang dihasilkan oleh setiap kegiatan dapat berupa bilangan pecahan.

4.     Deterministic, dimana semua parameter yang terdapat dalam linier programing dapat diperkirakan dengan pasti, meskipun jarang tepat.

Contoh Kasus

Perusahaan sepatu IDEAL berencana memproduksi 2 macam sepatu, yakni sepatu merek NIKE dengan sol terbuat dari karet, serta sepatu merek ADIDAS dengan sol terbuat dari kulit. Untuk membuat sepatu-sepatu tersebut perusahaan dihadapkan dengan berbagai kendala/batasan, yang salah satunya adalah : perusahaan hanya dapat menggunakan 3 macam mesin yang hanya berjumlah 1 buah untuk setiap jenisnya. Mesin A khusus membuat sol dari karet, mesin B khusus membuat sol dari kulit, sedangkan mesin C membuat dan melakukan assembling bagian atas dengan sol. Jam kerja maksimum dari ketiga mesin tersebut berturut-turut adalah Mesin A = 8 jam, mesin B = 15 jam, dan mesin C = 30 jam.

Setiap lusin sepatu NIKE mula-mula dikerjakan oleh mesin A selama 2 jam, kemudian tanpa melalui mesin B terus dikerjakan di mesin C selama 6 jam. Sedangkan untuk sepatu dengan merk ADIDAS, tidak diproses oleh mesin A, tetapi pertama kali dikerjakan di mesin B selama 3 jam dan kemudian langsung di mesin C selama 5 jam.

Pihak perusahaan mengharapkan bahwa setiap lusin sepatu NIKE dapat memberikan kontribusi keuntungan sebesar Rp 300.000,- dan Rp 500.000,- untuk setiap lusin sepatu merk ADIDAS.

Permasalahan : Berapa lusinkah sepatu merk NIKE dan ADIDAS harus diproduksi oleh perusahaan IDEAL, agar dapat diperoleh hasil yang optimal (keuntungan yang maksimal)?

Jawab : Untuk menyelesaikan kasus di atas dengan menggunakan metode grafik, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Pada prinsipnya setiap titik dalam daerah feasible akan memberikan keuntungan bagi perusahaan ( kecuali satu tutik, yakni titik 0 ). Namun demikian dari semua titik tersebut, nilai Z akan semakin tinggi apabila makin jauh dari titik origin ( 0 ). Oleh karena itu sebaiknya hanya membandingkan titik-titik yang ada di sudut-sudut daerah feasible tersebut.

Pada titik O ( 0,0 ) Nilai Z = 3 ( 0 ) + 5 ( 0 ) = 0

Pada titik A ( 4, 0 )  atau X1 = 4 dan X2 = 0 Nilai Z = 3 ( 4 ) + 5 ( 0 ) = 12

Pada titik B ( 4, …..) atau X1 = 4 dan X2 belum diketahui …

Karena titik B merupakan perpotongan antara fungsi batasan 1 dan batasan 3, maka untuk mendapatkan nilai X2, nilai X1 = 4 tersebut dapat dimasukkan ke fungsi batasan 3, yakni :

6 ( 4 ) + 5X2 = 30

           5  X2 = 30 – 24

              X 2 = 6/5, sehingga koordinat titik B adalah ( 4, 6/5 )

Nilai Z = 3 ( 4 ) + 5 ( 6/5 ) = 18

Pada titik C ( ……, 5 ) atau X1 = belum diketahui dan X2 = 5

Karena titik B merupakan perpotongan antara fungsi batasan 2 dan batasan 3, maka untuk mendapatkan nilai X1, nilai X2 = 5 tersebut dapat dimasukkan ke fungsi batasan 3, yakni

6X1 + 5 ( 5 ) = 30

         6 X 1 = 30 – 25

           X  1 = 5/6, sehingga koordinat titik C adalah ( 5/6, 5 )

Nilai Z = 3 ( 5/6 ) + 5 ( 5 ) = 27, 5

Pada titik D ( 0, 5 ) atau X1 = 0 dan X2 = 5 Nilai Z = 3 ( 0 ) + 5 ( 5 ) = 25

Kesimpulan : Dari kelima titik 9 A, B, C, D, dan O ) yang dibandingkan ternya titik C-lah yang memberikan hasil paling besar yakni 27,5. Oleh karena itu perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang maksimal sebesar Rp 2.750.000,- apabila mampu memproduksi sepatu dengan sol karet ( X1 ) sebanyak 5/6 lusin dan sepatu dengan sol kulit sebanyak 5 lusin.

2  2.     Analisis Jaringan

Secara umum dapat dikatakan bahwa analisis jaringan digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dari serangkaian pekerjaan. Masalah- masalah yang dimaksud antara lain adalah :

a. Waktu penyelesaian dari serangkaian pekerjaan tersebut.

b. Biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan serangkaian pekerjaan tersebut.

c. Waktu menganggur yang terjadi di setiap pekerjaan.

Analisis jaringan ini pertama kali dikembangkan oleh perusahaan jasa konsultan manajemen Boaz, Allen dan Hamilton yang dibuat untuk keperluan perusahaan pesawat terbang Lockhead. Metode yang biasanya digunakan sering disebut dengan PERT yang merupakan singkatan dari Program Evaluation and Review Technique.

Beberapa contoh serangkaian pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan analisis jaringan antara lain adalah serangkaian pekerjaan produksi, serangkaian pekerjaan membangun gedung, serangkaian pekerjaan mengganti mesin yang rusak dll.

Istilah – istilah dalam analisis jaringan antara lain adalah :

·       Aktivitas, adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan pengorbanan sumberdaya (waktu, tenaga, biaya). Aktivitas ini biasanya disimbolkan dengan anak panah.

·       Kejadian, adalah permulaan atau akhir dari sebuah aktivitas, dan disimbolkan dengan sebuah lingkaran.

·       Jalur kritis adalah sebuah jalur yang waktu penyelesaian serangkaian pekerjaannya paling besar/panjang.

Beberapa hal yang penting dalam analisis jaringan adalah :

1.     Sebelum suatu aktivitas dimulai, semua aktivitas yang mendahuluinya (yang menjadi syarat) harus sudah selesai dikerjakan terlebih dahulu.

2.     Anak panah yang menjadi simbol sebuah aktivitas hanya menunjukkan arah dan urutan kejadian, jadi panjang pendek dan bentuknya tidak akan memberi pengaruh apapun.

3.     Lingkaran, yang merupakan simbol dari kejadian, diberi nomor sedemikian rupa sehingga tidak memiliki nomor yang sama dan sebaiknya berurutan, sehingga dapat menggambarkan urutan kejadian. Biasanya nomor yang lebih kecil diletakkan di kejadian awal (permulaan anak panah).

4.     Dua buah kejadian (lingkaran) hanya dapat dihubungkan dengan satu anak panah.

5.     Sebuah rangkaian pekerjaan hanya dapat dimulai dan diakhiri dengan sebuah kejadian (lingkaran).

Contoh Kasus

Sebuah perusahaan MAJU TERUS sedang menghadapi masalah dengan kerusakan mesin produksinya berencana mengganti mesin yang rusak tersebut. Setelah dialakukan identifikasi, serangkaian kegiatan yang diperlukan dalam rangka penggantian mesin yang rusak  tersebut adalah seperti terlihat pada tabel berikut ini.

Kegiatan

Keterangan

Kegiatan yang Mendahului

Waktu yang Dibutuhkan

A

Merencanakan

-

10 hari

B

Memesan mesin baru

A

2 hari

C

Menyiapkan mesin

B

8 hari

D

Pesan material rangka mesin

A

4 hari

E

Membuat rangka

D

3 hari

F

Finishing rangka

E

1 hari

G

Memasang mesin pada rangka

C, F

5 hari

Dari masalah perusahaan di atas, berapakah waktu optimal yang diperlukan untuk menyelesaikan serangkaian pekerjaan penggantian mesin tersebut?

Jawab :

Langkah pertama adalah menggambarkan serangkaian pekerjaan tersebut sesuai dengan urutan waktu pekerjaan yang ada dalam tabel.

 

                        B2                                 C8                                     G5

                    A 10            

                                    D4                                         F1     

                                                                E3        

Langkah kedua adalah mencari nilai Earliest Finish Time (EF)      dari depan ke belakang, dan nilai Latest Finish Time (LF)      dari belakang ke depan dari setiap kejadian (lingkaran), dengan hasil seperti gambar berikut :               

           

                        B2                             C8                                      G5

                    A 10              

                   D4                                             F1     

                                                                 E3        

Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa :

a.      Jalur kritis dari rangkaian kegiatan di atas adalah jalur 1, 2, 3, 6, dan 7, atau jalur yang memiliki nilai EF dan LF yang sama.

b.     Dengan jalur kritis tersebut, paling cepat, rangkaian pekerjaan penggantian mesin tersebut baru akan selesai pada hari ke-25.

c.      Untuk kejadian 6, meskipun jalur bawah (1, 2, 4, 5, dan 6) sudah selesai pada hari ke 18, namun pekerjaan g tidak dapat dilakukan karena untuk melakukannya menunggu pekerjaan c selesai lebih dahulu, dan pekerjaan c baru akan selesai pada hari    ke-20. Karena itu pekerjaan g baru dapat dimulai setelah hari ke-20.

3.     Teori Antrian

Teori antrian diciptakan oleh A.K. Erlang pada tahun 1909 yang pada saat itu mempelajari fluktuasi permintaan fasilitas telepon dan keterlambatan pelayanannya. Teori antrian dirancang untuk memperkirakan berapa banyak langganan menunggu dalam suatu garis antrian, kepanjangan garis tunggu, seberapa sibuk fasilitas pelayanan dan apa yang terjadi bila waktu pelayanan atau pola kedatangan berubah.

Biasanya antrian terlihat setiap harinya pada :

·       Deretan mobil yang mengantri untuk mengambil tiket atau membayar jalan tol

·       Antrian pengambilan DNU dan DNS mahasiswa gunadarma di loket BAAK

·       Antian penonton yang ingin membeli karcis bioskop

·       Menunggu pesanan pada suatu restoran

·       Kedatangan kapal di suatu pelabuhan

Sistem antrian terdiri dari sistem pelayanan komersil, sistem pelayanan bisnis industri, sistem pelayanan transportasi dan sistem pelayanan sosial.

Contoh Kasus

Tingkat kedatangan pelanggan “Michael Studio” adalah 66 orang per jam mengikuti distribusi poisson dengan tingkat pelayanan sebesar 88 orang per jam. Maka tentukanlah :

a)     Tingkat kegunaan.

b)     Jumlah pelanggan rata-rata dalam sistem.

c)     Jumlah pelanggan rata-rata dalam antrian.

d)     Waktu rata – rata dalam sistem.

e)     Waktu rata – rata dalam antrian.

f)      Probabilitas adanya pelanggan ke-4 dalam sistem.

g)     Probabilitas adanya 7pelanggan dalam sistem.

h)     Buatlah analisisnya.

Jawab :

Diketahui : λ = 66 orang/jam

      µ = 88 orang/jam

a)     Tingkat kegunaan (U) =   λ     =  66  = 0,75  “efektif”

µ         88

Bahwa pegawai “Michael Studio” akan sibuk melayani pelanggan selama 75% dari waktunya,sedangkan 25% (1-p) menganggur.

b)     Jumlah pelanggan rata-rata dalam sistem

  

Angka 3 menunjukkan bahwa pegawai dapat mengharapkan 3 pelanggan yang berada dalam sistem.

c)     Jumlah pelanggan rata – rata dalam antrian

Jadi, pelanggan yang menunggu untuk dilayani dalam antrian sebanyak 2 pelanggan.

d)     Waktu rata – rata dalam sistem

Jadi, waktu rata – rata pelanggan menunggu dalam sistem selama 2,7 menit.

e)     Waktu rata – rata dalam antrian

Jadi, waktu rata – rata pelanggan menunggu dalam antrian selama 2,04 menit.

f)      Probabilitas adanya pelanggan ke 4 dalam sistem

Jadi, probabilitas adanya pelanggan ke 4 dalam sistem adalah 0,079.

g)     Probabilitas adanya 7 pelanggan dalam sistem

Jadi, probabilitas adanya 7 pelanggan sistem adalah 0,89889.

# Sumber :

http://nrisdiani.blogspot.com/2012/03/14teknik-pengambilan-keputusan.html

http://annisadwinuri.blogspot.com/2013/05/pengambilan-keputusan-dalam-org

Buku Riset Operasional karangan Drs. Pangesty Subagyo, MBA, dkk.

rogayah.staff.gunadarma.ac.id/.../pengambilan+keputusan+dalam+kondi...

 

DreamCatcher Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez