Sunday, August 31, 2014

One hour in dream

Posted by Unknown at 6:36 PM 1 comments
Ketika adzan subuh berkumandang, mata saya mengerjap beberapa kali. Rasa kantuk masih menghampiri setelah saya tertidur 1 jam sebelumnya. Namun, saya bersegera bangun. Dengan perasaan sedih dan sambil menangis, saya mencuci muka dan mengambil wudhu.
Saya rasa, saya homesick. Saya tidak begitu ingat mimpi yang mendatangi di waktu saya terlelap. Tapi yang saya ingat, saya merindukan mama. Dan saya begitu merindukannya, wajahnya, bicaranya, bahkan omelannya. Saya rindu ayah dan adik-adik saya. Saya rindu berkumpul kembali.
1 jam di waktu terlelap sepertinya menguras air mata saya. Saya masih menangis dan rasanya masih tertinggal hingga sekarang. I miss you, Mom.

Thursday, August 28, 2014

Thanks

Posted by Unknown at 2:23 AM 1 comments

Thanks... Thanks.. Thanks..

Yang tau tanpa harus diceritakan
Yang mengerti tanpa harus diminta
Yang persis seperti cermin
Yang paham tidak menyakiti hati
But i know, nobody's perfect.
Begitu pula saya...
Saya tidak akan menuntut kesempurnaan. Karena saya pun tidak sempurna.
Saya hanya bisa melakukan yang terbaik...
Berusaha sebaik mungkin untuk rasa terimakasih ini...
Allah..
Maybe it is always meant for do?
Wallahu'alam...
I'll give my best to Allah..
And may Allah create a perfect story line.

Titip salam

Posted by Unknown at 2:12 AM 0 comments

Ketika tulisan ini terbit, kereta Progo, ekonomi AC baru saja meninggalkan stasiun Cirebon. Hari ini, perjalanan ala backpacker ke Jogjakarta dimulai.
Kalau boleh cerita sedikit nih, harapannya mau sekali naik gunung. Beberapa teman sudah mengajak naik gunung dari gunung gede, papandayan hingga cikuray. Tapi apa daya, anak gadis yang belum diijinkan dibawa jauh oleh orang lain *cie* akhirnya hanya bisa jalan jalan atas nama keluarga atau kampus. Ahahaha
Terakhir kali perjalanan jauh saya waktu mengikuti temu ilmiah nasional di Malang. Itupun penuh dengan pertumpahan darah hahahaha engga ding, maksudnya butuh perdebatan panjang dan alot seperti debat calon presiden kemarin. Ah jangan bahas presiden dulu kayanya. Saya masih mau refreshing. hehehe
Ada rasa ingin sekali naik gunung lagi atau sekedar tracking, menyapa hutan belantara dari dekat atau menatap awan dari dekat. Memang yang belum kesampean sih melihat gerombolan awan yang saling berkejaran di bawah kaki. Waaaah.. Belum pernah lihat lautan awan dari atas puncak gunung :(
Hari ini pun, kakak saya di SEF sedang menuju Mahameru dan lagi lagi, saya hanya bisa titip salam pada awan. Mungkin suatu saat, saya bisa menyapa mereka langsung, sedekat yang saya bisa. :-)

Ja mata ne, sora!

Tuesday, August 26, 2014

Menanti September Datang

Posted by Unknown at 7:39 PM 0 comments

Beberapa hari lagi, september datang. Saya sangat menantikan september datang!!! Yeeay..
September nanti, di awal bulan, saya akan sidang Penulisan Ilmiah. Doakan yaa... Selain itu, saya juga bersemangat sekali dengan hobi lama yang akan bersemi kembali, menjahit!!! Yeay!
Saya suka sekali menjahit. Tapi keterampilan saya baru sekedar menjahit dengan tangan atau manual. Bulan september nanti, saya akan mulai belajar menjahit dengan mesin. Pengajarnya yaitu mamanya teman saya, Elisa.
Pertemuan saya dengan Elisa membuahkan pemikiran untuk membuat sebuah workshop atau pelatihan (doakan bisa dibuat untuk umum ya.. Aamiin), mama elisa yang notabene penjahit ini ingin anaknya juga belajar menjahit. Tapi elisa belum bersemangat karena belum punya teman yang suka menjahit. Akhirnya, Allah mempertemukan kami. Alhamdulillah :)
Kami bersemangat untuk memulai ini!
InsyaAllah. Jika Allah mengizinkan, semoga saya bisa mahir menajhit dan membuat baju sendiri. Lebih baik lagi, bisa punya clothing line dengan standar saya sendiri hihi
Aamiin Allahumma Aamiin

Septembeeeeer!!!

Take your decision

Posted by Unknown at 7:16 PM 0 comments

Pagi tadi setelah beberes rumah, seperti biasa, saya mengantar keponakan ke sekolah. Ada suatu hal yang biasa tapi saya rasa bisa diangkat menjadi sebuah pesan moral untuk saya sendiri dan mungkin bagi pembaca.
Kejadian itu bermula ketika saya sudah mengantar keponakan. Waktu masih menunjukkan pukul 07.00, jadi masih banyak bapak dan ibu yang mengantar anaknya ke sekolah dengan terburu buru karena takut terlambat. Motor hijau saya pun keluar gang dengan kecepatan normal, tidak kencang dan tidak lambat. Jalan pulang menuju rumah dari pertigaan itu, saya harus belok kanan. Hal itu menunjukkan saya harus berhenti sejenak dan mengambil waktu yang tepat karena dari kanan dan kiri jalan masih ramai orang-orang memburu waktu.
Di situ, ada seorang ibu baik hati yg menghentikan motornya sejenak. Tetapi di belakangnya ada seorang bapak yang tidak sabar untuk segera mengantar anaknya. Ia memaksa saya untuk segera mengambil belok kanan. Tapi saya masih diam. Beda sedetik, ia langsung menyalip sang ibu di depannya. Saat itu pula, sebuah mobil mengklakson keras motor bapak tersebut. Itulah alasan saya belum berbelok, di belakang sana ada mobil yang tengah melaju cepat.
Hampir saja motor bapak itu terhempas, padahal hanya perlu bersabar beberapa detik.
Yang dapat saya petik dari ceritadi atas adalah saya harus mengambil keputusan yang saya buat sendiri. Karena saya yang tahu dan harus mengambil semua konsekuensi itu.
Bapak itu juga mengambil keputusan, tapi ia tidak memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Jika orang lain membuatkanmu keputusan, tombol play itu tetap ada di diri kita masing-masing.
Take your own decision!

Thursday, July 3, 2014

Resep Si Hitam Manis

Posted by Unknown at 12:10 AM 0 comments
Assalamu'alaikum...

Brownies without cream

Im back.. Tadinya sudah tidur pulas. Karena dibangunin jadi belum bisa tidur lagi... Sempetin untuk update sebentar ya.

Tanggal 1 Juli kemarin saya buat kue untuk kakak saya tersayang. Bikin tengah malem sama sepupu saya menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 jam utk dua loyang dan beres beres. Ringkas ya...

Ternyata dari testimoni yg makan semuanya bilang enak. Wah harus di share untuk semuanya nih.
Kue ini sebenarnya sudah dipost sebelumnya. Cuma ada sedikit beda ukuran bahan aja biar lebih enak, eh berhasil :-D

Katanya sih lebih enak dari the harvest (kata yang makan) hahahaha
Here it is.
Bahan 1
Mentega 200 gram
Dark Cooking Chocolate 250 gram

Bahan 2
Terigu 200 gram
Coklat bubuk 30 gram
Baking powder 1 sendok makan

Bahan 3
Telur 6 butir
Gula 300 gram
SP 1 sdt

*Susu coklat cair 200 ml*

Cara membuat:
1. Mixer bahan 3 selama 20 menit hingga mengembang.
2. Tim bahan 1 di atas api kecil. Sisihkan.
3. Matikan mixer. Tambahkan bahan 1 ke dalam bahan 3. Aduk rata. Masukan susu coklat cair.
4. Campur bahan 2 di wadah terpisah, ayak dan masukan bahan 2 sambil terus diaduk.
5. Sebelumnya telah dipanaskan tempat mengukus. Siapkan loyabg yg telah dialasi kertas roti, mentega, dan tepung. Tuang adonan dan kukus selama 20 menit dengan api sedang.
Taraaaa! Cepat ya ..

Kemudian saya menghiasnya dengan coklat tim dan keju parut.
Tadinya saya beli cream tapi bau rhumnya berasa sekali. Saya kurang suka.
Tipsnya, utk cream hias lebih baik buat saja tanpa rum atau beli yg tanpa rum. Atau tidak usah pakai saja.

Waaaah... Rasanya kaya coklat dan sangat lembut.
Recomended! :-D

Saturday, June 28, 2014

O Allah..

Posted by Unknown at 5:49 AM 0 comments

O Allah...
I love you

Friday, June 27, 2014

Please

Posted by Unknown at 11:22 PM 0 comments

Saya sedang menunggu...
Sebuah semangat seperti biasa, yang seketika menghilang untuk sejenak..
Setelah sholat magrib tadi, kepala saya merasakan sakit yang demikian hebat. Hingga tidak isya di awal waktu...
Saya tidak merasakan apapun, langsung terjatuh di kasur begitu saja.
Entah apa yang sedang terjadi.......
Di lain sisi, mungkin tengah terjadi sesuatu. Entah apa yg dirasakannya.
Saya tidak di sana.
Khawatir. Takut. Gundah.
O Allah ....
Tolong bantu kami melewati ini..
O Allah....
Please ... Please ...
Make it be okay.
Please...please..please

Tuesday, June 24, 2014

Love

Posted by Unknown at 11:09 PM 0 comments

Mereka....
Saudara saudariku yang saya cintai...
Hidup mereka adalah hidup saya, yang tidak dapat saya lihat perputaran siang dan malamnya...
Yang saya khawatirkan fisik dan hatinya...
Karena Allah....
Saya mencintai mereka...
Yang saya inginkan hanya bertemu mereka ketika kami pulang ke kampung halaman.....
Tempat dimana Nabi Adam A.S belum diturunkan ke bumi..
Ya Allah.....
Dunia tidak lagi bisa dibedakan teman dan musuh...
Semuanya ada dalam satu selimut.
Jaga mereka yang saya cintai...
Jatuhnya mereka, sakitnya saya....
Terlukanya mereka, perihnya saya....
Tidak banyak yang bisa saya lakukan..
Engkau yang memegang ubun ubun mereka...
Luruskan jalan kami ya Allah...
Saya mencintai mereka untuk selalu bersamaMu.
Begitupun saya, ingin kembali berkumpul....
Saya ingin bersama mereka dalam surgaMu. Aamiin

Just ...............

Posted by Unknown at 8:44 AM 0 comments
Hari ini, bukan hari ulang tahun saya. 24 Juni 2014, umur saya hampir 21 tahun lamanya. InsyaAllah. Saya merasa masih sangat banyak kurang mensyukuri kehidupan ini. Allah Subhanahu wa ta'ala begitu menyayangi saya. Semua doa selalu dikabulkanNya, semuanya. Hanya saja, waktunya tidak pernah saya pastikan kapan dan bagaimana. Hingga pada saat doa terkabul, saya baru menyadari ketidaksabaran saya dan kecerobohan saya sebagai manusia. Dan akhirnya terbitlah tulisan ini. Semuanya dikabulkan, semuanya.

Beragam jalan dan caraNya mengabulkan doa tidak hanya dikirimkan sesuai dengan kehendak saya, tetapi dengan kehendakNya. Tidak baik menurut saya, mungkin saja menyakitkan. Tapi itu jalanNya agar saya menyadari sesuatu yang saat itu mungkin tidak dapat saya pahami, tidak dapat saya terima. Ya, akan kembali lagi dimana saya mengerti, rasa sakit dan kesabaran itu akan menghasilkan informasi yang melegakan dada. Bahwa Allah sangat menyayangi saya. Itu doa yang saya harapkan, saya hanya ingin menjadi hamba kesayanganNya. Saya hanya ingin Ia melakukan apapun pada saya sesuai kehendakNya. Entah dengan cara yang saya suka atau dengan cara yang tidak saya suka. Hanya Ia yang mengetahui apa yang baik bagi saya.

عَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (٢١٦)
“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

Hanya cinta Allah yang tidak pernah padam, tidak pernah surut, dan tidak lekas mengering. Saya kirimkan doa-doa itu hanya kepadaNya, agar hal itu tidak pernah padam dan memiliki wadah yang tepat. Semoga Allah memiliki rencana yang indah dengan segala ketetapannya. Aamiin. :)

Sunday, August 31, 2014

One hour in dream

Ketika adzan subuh berkumandang, mata saya mengerjap beberapa kali. Rasa kantuk masih menghampiri setelah saya tertidur 1 jam sebelumnya. Namun, saya bersegera bangun. Dengan perasaan sedih dan sambil menangis, saya mencuci muka dan mengambil wudhu.
Saya rasa, saya homesick. Saya tidak begitu ingat mimpi yang mendatangi di waktu saya terlelap. Tapi yang saya ingat, saya merindukan mama. Dan saya begitu merindukannya, wajahnya, bicaranya, bahkan omelannya. Saya rindu ayah dan adik-adik saya. Saya rindu berkumpul kembali.
1 jam di waktu terlelap sepertinya menguras air mata saya. Saya masih menangis dan rasanya masih tertinggal hingga sekarang. I miss you, Mom.

Thursday, August 28, 2014

Thanks

Thanks... Thanks.. Thanks..

Yang tau tanpa harus diceritakan
Yang mengerti tanpa harus diminta
Yang persis seperti cermin
Yang paham tidak menyakiti hati
But i know, nobody's perfect.
Begitu pula saya...
Saya tidak akan menuntut kesempurnaan. Karena saya pun tidak sempurna.
Saya hanya bisa melakukan yang terbaik...
Berusaha sebaik mungkin untuk rasa terimakasih ini...
Allah..
Maybe it is always meant for do?
Wallahu'alam...
I'll give my best to Allah..
And may Allah create a perfect story line.

Titip salam

Ketika tulisan ini terbit, kereta Progo, ekonomi AC baru saja meninggalkan stasiun Cirebon. Hari ini, perjalanan ala backpacker ke Jogjakarta dimulai.
Kalau boleh cerita sedikit nih, harapannya mau sekali naik gunung. Beberapa teman sudah mengajak naik gunung dari gunung gede, papandayan hingga cikuray. Tapi apa daya, anak gadis yang belum diijinkan dibawa jauh oleh orang lain *cie* akhirnya hanya bisa jalan jalan atas nama keluarga atau kampus. Ahahaha
Terakhir kali perjalanan jauh saya waktu mengikuti temu ilmiah nasional di Malang. Itupun penuh dengan pertumpahan darah hahahaha engga ding, maksudnya butuh perdebatan panjang dan alot seperti debat calon presiden kemarin. Ah jangan bahas presiden dulu kayanya. Saya masih mau refreshing. hehehe
Ada rasa ingin sekali naik gunung lagi atau sekedar tracking, menyapa hutan belantara dari dekat atau menatap awan dari dekat. Memang yang belum kesampean sih melihat gerombolan awan yang saling berkejaran di bawah kaki. Waaaah.. Belum pernah lihat lautan awan dari atas puncak gunung :(
Hari ini pun, kakak saya di SEF sedang menuju Mahameru dan lagi lagi, saya hanya bisa titip salam pada awan. Mungkin suatu saat, saya bisa menyapa mereka langsung, sedekat yang saya bisa. :-)

Ja mata ne, sora!

Tuesday, August 26, 2014

Menanti September Datang

Beberapa hari lagi, september datang. Saya sangat menantikan september datang!!! Yeeay..
September nanti, di awal bulan, saya akan sidang Penulisan Ilmiah. Doakan yaa... Selain itu, saya juga bersemangat sekali dengan hobi lama yang akan bersemi kembali, menjahit!!! Yeay!
Saya suka sekali menjahit. Tapi keterampilan saya baru sekedar menjahit dengan tangan atau manual. Bulan september nanti, saya akan mulai belajar menjahit dengan mesin. Pengajarnya yaitu mamanya teman saya, Elisa.
Pertemuan saya dengan Elisa membuahkan pemikiran untuk membuat sebuah workshop atau pelatihan (doakan bisa dibuat untuk umum ya.. Aamiin), mama elisa yang notabene penjahit ini ingin anaknya juga belajar menjahit. Tapi elisa belum bersemangat karena belum punya teman yang suka menjahit. Akhirnya, Allah mempertemukan kami. Alhamdulillah :)
Kami bersemangat untuk memulai ini!
InsyaAllah. Jika Allah mengizinkan, semoga saya bisa mahir menajhit dan membuat baju sendiri. Lebih baik lagi, bisa punya clothing line dengan standar saya sendiri hihi
Aamiin Allahumma Aamiin

Septembeeeeer!!!

Take your decision

Pagi tadi setelah beberes rumah, seperti biasa, saya mengantar keponakan ke sekolah. Ada suatu hal yang biasa tapi saya rasa bisa diangkat menjadi sebuah pesan moral untuk saya sendiri dan mungkin bagi pembaca.
Kejadian itu bermula ketika saya sudah mengantar keponakan. Waktu masih menunjukkan pukul 07.00, jadi masih banyak bapak dan ibu yang mengantar anaknya ke sekolah dengan terburu buru karena takut terlambat. Motor hijau saya pun keluar gang dengan kecepatan normal, tidak kencang dan tidak lambat. Jalan pulang menuju rumah dari pertigaan itu, saya harus belok kanan. Hal itu menunjukkan saya harus berhenti sejenak dan mengambil waktu yang tepat karena dari kanan dan kiri jalan masih ramai orang-orang memburu waktu.
Di situ, ada seorang ibu baik hati yg menghentikan motornya sejenak. Tetapi di belakangnya ada seorang bapak yang tidak sabar untuk segera mengantar anaknya. Ia memaksa saya untuk segera mengambil belok kanan. Tapi saya masih diam. Beda sedetik, ia langsung menyalip sang ibu di depannya. Saat itu pula, sebuah mobil mengklakson keras motor bapak tersebut. Itulah alasan saya belum berbelok, di belakang sana ada mobil yang tengah melaju cepat.
Hampir saja motor bapak itu terhempas, padahal hanya perlu bersabar beberapa detik.
Yang dapat saya petik dari ceritadi atas adalah saya harus mengambil keputusan yang saya buat sendiri. Karena saya yang tahu dan harus mengambil semua konsekuensi itu.
Bapak itu juga mengambil keputusan, tapi ia tidak memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Jika orang lain membuatkanmu keputusan, tombol play itu tetap ada di diri kita masing-masing.
Take your own decision!

Thursday, July 3, 2014

Resep Si Hitam Manis

Assalamu'alaikum...

Brownies without cream

Im back.. Tadinya sudah tidur pulas. Karena dibangunin jadi belum bisa tidur lagi... Sempetin untuk update sebentar ya.

Tanggal 1 Juli kemarin saya buat kue untuk kakak saya tersayang. Bikin tengah malem sama sepupu saya menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 jam utk dua loyang dan beres beres. Ringkas ya...

Ternyata dari testimoni yg makan semuanya bilang enak. Wah harus di share untuk semuanya nih.
Kue ini sebenarnya sudah dipost sebelumnya. Cuma ada sedikit beda ukuran bahan aja biar lebih enak, eh berhasil :-D

Katanya sih lebih enak dari the harvest (kata yang makan) hahahaha
Here it is.
Bahan 1
Mentega 200 gram
Dark Cooking Chocolate 250 gram

Bahan 2
Terigu 200 gram
Coklat bubuk 30 gram
Baking powder 1 sendok makan

Bahan 3
Telur 6 butir
Gula 300 gram
SP 1 sdt

*Susu coklat cair 200 ml*

Cara membuat:
1. Mixer bahan 3 selama 20 menit hingga mengembang.
2. Tim bahan 1 di atas api kecil. Sisihkan.
3. Matikan mixer. Tambahkan bahan 1 ke dalam bahan 3. Aduk rata. Masukan susu coklat cair.
4. Campur bahan 2 di wadah terpisah, ayak dan masukan bahan 2 sambil terus diaduk.
5. Sebelumnya telah dipanaskan tempat mengukus. Siapkan loyabg yg telah dialasi kertas roti, mentega, dan tepung. Tuang adonan dan kukus selama 20 menit dengan api sedang.
Taraaaa! Cepat ya ..

Kemudian saya menghiasnya dengan coklat tim dan keju parut.
Tadinya saya beli cream tapi bau rhumnya berasa sekali. Saya kurang suka.
Tipsnya, utk cream hias lebih baik buat saja tanpa rum atau beli yg tanpa rum. Atau tidak usah pakai saja.

Waaaah... Rasanya kaya coklat dan sangat lembut.
Recomended! :-D

Friday, June 27, 2014

Please

Saya sedang menunggu...
Sebuah semangat seperti biasa, yang seketika menghilang untuk sejenak..
Setelah sholat magrib tadi, kepala saya merasakan sakit yang demikian hebat. Hingga tidak isya di awal waktu...
Saya tidak merasakan apapun, langsung terjatuh di kasur begitu saja.
Entah apa yang sedang terjadi.......
Di lain sisi, mungkin tengah terjadi sesuatu. Entah apa yg dirasakannya.
Saya tidak di sana.
Khawatir. Takut. Gundah.
O Allah ....
Tolong bantu kami melewati ini..
O Allah....
Please ... Please ...
Make it be okay.
Please...please..please

Tuesday, June 24, 2014

Love

Mereka....
Saudara saudariku yang saya cintai...
Hidup mereka adalah hidup saya, yang tidak dapat saya lihat perputaran siang dan malamnya...
Yang saya khawatirkan fisik dan hatinya...
Karena Allah....
Saya mencintai mereka...
Yang saya inginkan hanya bertemu mereka ketika kami pulang ke kampung halaman.....
Tempat dimana Nabi Adam A.S belum diturunkan ke bumi..
Ya Allah.....
Dunia tidak lagi bisa dibedakan teman dan musuh...
Semuanya ada dalam satu selimut.
Jaga mereka yang saya cintai...
Jatuhnya mereka, sakitnya saya....
Terlukanya mereka, perihnya saya....
Tidak banyak yang bisa saya lakukan..
Engkau yang memegang ubun ubun mereka...
Luruskan jalan kami ya Allah...
Saya mencintai mereka untuk selalu bersamaMu.
Begitupun saya, ingin kembali berkumpul....
Saya ingin bersama mereka dalam surgaMu. Aamiin

Just ...............

Hari ini, bukan hari ulang tahun saya. 24 Juni 2014, umur saya hampir 21 tahun lamanya. InsyaAllah. Saya merasa masih sangat banyak kurang mensyukuri kehidupan ini. Allah Subhanahu wa ta'ala begitu menyayangi saya. Semua doa selalu dikabulkanNya, semuanya. Hanya saja, waktunya tidak pernah saya pastikan kapan dan bagaimana. Hingga pada saat doa terkabul, saya baru menyadari ketidaksabaran saya dan kecerobohan saya sebagai manusia. Dan akhirnya terbitlah tulisan ini. Semuanya dikabulkan, semuanya.

Beragam jalan dan caraNya mengabulkan doa tidak hanya dikirimkan sesuai dengan kehendak saya, tetapi dengan kehendakNya. Tidak baik menurut saya, mungkin saja menyakitkan. Tapi itu jalanNya agar saya menyadari sesuatu yang saat itu mungkin tidak dapat saya pahami, tidak dapat saya terima. Ya, akan kembali lagi dimana saya mengerti, rasa sakit dan kesabaran itu akan menghasilkan informasi yang melegakan dada. Bahwa Allah sangat menyayangi saya. Itu doa yang saya harapkan, saya hanya ingin menjadi hamba kesayanganNya. Saya hanya ingin Ia melakukan apapun pada saya sesuai kehendakNya. Entah dengan cara yang saya suka atau dengan cara yang tidak saya suka. Hanya Ia yang mengetahui apa yang baik bagi saya.

عَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (٢١٦)
“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

Hanya cinta Allah yang tidak pernah padam, tidak pernah surut, dan tidak lekas mengering. Saya kirimkan doa-doa itu hanya kepadaNya, agar hal itu tidak pernah padam dan memiliki wadah yang tepat. Semoga Allah memiliki rencana yang indah dengan segala ketetapannya. Aamiin. :)
 

DreamCatcher Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez