Sunday, August 31, 2014
One hour in dream
Thursday, August 28, 2014
Thanks
Thanks... Thanks.. Thanks..
Yang tau tanpa harus diceritakan
Yang mengerti tanpa harus diminta
Yang persis seperti cermin
Yang paham tidak menyakiti hati
But i know, nobody's perfect.
Begitu pula saya...
Saya tidak akan menuntut kesempurnaan. Karena saya pun tidak sempurna.
Saya hanya bisa melakukan yang terbaik...
Berusaha sebaik mungkin untuk rasa terimakasih ini...
Allah..
Maybe it is always meant for do?
Wallahu'alam...
I'll give my best to Allah..
And may Allah create a perfect story line.
Titip salam
Ketika tulisan ini terbit, kereta Progo, ekonomi AC baru saja meninggalkan stasiun Cirebon. Hari ini, perjalanan ala backpacker ke Jogjakarta dimulai.
Kalau boleh cerita sedikit nih, harapannya mau sekali naik gunung. Beberapa teman sudah mengajak naik gunung dari gunung gede, papandayan hingga cikuray. Tapi apa daya, anak gadis yang belum diijinkan dibawa jauh oleh orang lain *cie* akhirnya hanya bisa jalan jalan atas nama keluarga atau kampus. Ahahaha
Terakhir kali perjalanan jauh saya waktu mengikuti temu ilmiah nasional di Malang. Itupun penuh dengan pertumpahan darah hahahaha engga ding, maksudnya butuh perdebatan panjang dan alot seperti debat calon presiden kemarin. Ah jangan bahas presiden dulu kayanya. Saya masih mau refreshing. hehehe
Ada rasa ingin sekali naik gunung lagi atau sekedar tracking, menyapa hutan belantara dari dekat atau menatap awan dari dekat. Memang yang belum kesampean sih melihat gerombolan awan yang saling berkejaran di bawah kaki. Waaaah.. Belum pernah lihat lautan awan dari atas puncak gunung :(
Hari ini pun, kakak saya di SEF sedang menuju Mahameru dan lagi lagi, saya hanya bisa titip salam pada awan. Mungkin suatu saat, saya bisa menyapa mereka langsung, sedekat yang saya bisa. :-)
Ja mata ne, sora!
Tuesday, August 26, 2014
Menanti September Datang
Beberapa hari lagi, september datang. Saya sangat menantikan september datang!!! Yeeay..
September nanti, di awal bulan, saya akan sidang Penulisan Ilmiah. Doakan yaa... Selain itu, saya juga bersemangat sekali dengan hobi lama yang akan bersemi kembali, menjahit!!! Yeay!
Saya suka sekali menjahit. Tapi keterampilan saya baru sekedar menjahit dengan tangan atau manual. Bulan september nanti, saya akan mulai belajar menjahit dengan mesin. Pengajarnya yaitu mamanya teman saya, Elisa.
Pertemuan saya dengan Elisa membuahkan pemikiran untuk membuat sebuah workshop atau pelatihan (doakan bisa dibuat untuk umum ya.. Aamiin), mama elisa yang notabene penjahit ini ingin anaknya juga belajar menjahit. Tapi elisa belum bersemangat karena belum punya teman yang suka menjahit. Akhirnya, Allah mempertemukan kami. Alhamdulillah :)
Kami bersemangat untuk memulai ini!
InsyaAllah. Jika Allah mengizinkan, semoga saya bisa mahir menajhit dan membuat baju sendiri. Lebih baik lagi, bisa punya clothing line dengan standar saya sendiri hihi
Aamiin Allahumma Aamiin
Septembeeeeer!!!
Take your decision
Pagi tadi setelah beberes rumah, seperti biasa, saya mengantar keponakan ke sekolah. Ada suatu hal yang biasa tapi saya rasa bisa diangkat menjadi sebuah pesan moral untuk saya sendiri dan mungkin bagi pembaca.
Kejadian itu bermula ketika saya sudah mengantar keponakan. Waktu masih menunjukkan pukul 07.00, jadi masih banyak bapak dan ibu yang mengantar anaknya ke sekolah dengan terburu buru karena takut terlambat. Motor hijau saya pun keluar gang dengan kecepatan normal, tidak kencang dan tidak lambat. Jalan pulang menuju rumah dari pertigaan itu, saya harus belok kanan. Hal itu menunjukkan saya harus berhenti sejenak dan mengambil waktu yang tepat karena dari kanan dan kiri jalan masih ramai orang-orang memburu waktu.
Di situ, ada seorang ibu baik hati yg menghentikan motornya sejenak. Tetapi di belakangnya ada seorang bapak yang tidak sabar untuk segera mengantar anaknya. Ia memaksa saya untuk segera mengambil belok kanan. Tapi saya masih diam. Beda sedetik, ia langsung menyalip sang ibu di depannya. Saat itu pula, sebuah mobil mengklakson keras motor bapak tersebut. Itulah alasan saya belum berbelok, di belakang sana ada mobil yang tengah melaju cepat.
Hampir saja motor bapak itu terhempas, padahal hanya perlu bersabar beberapa detik.
Yang dapat saya petik dari ceritadi atas adalah saya harus mengambil keputusan yang saya buat sendiri. Karena saya yang tahu dan harus mengambil semua konsekuensi itu.
Bapak itu juga mengambil keputusan, tapi ia tidak memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Jika orang lain membuatkanmu keputusan, tombol play itu tetap ada di diri kita masing-masing.
Take your own decision!
Thursday, July 3, 2014
Resep Si Hitam Manis
![]() |
| Brownies without cream |
Im back.. Tadinya sudah tidur pulas. Karena dibangunin jadi belum bisa tidur lagi... Sempetin untuk update sebentar ya.
Tanggal 1 Juli kemarin saya buat kue untuk kakak saya tersayang. Bikin tengah malem sama sepupu saya menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 jam utk dua loyang dan beres beres. Ringkas ya...
Ternyata dari testimoni yg makan semuanya bilang enak. Wah harus di share untuk semuanya nih.
Kue ini sebenarnya sudah dipost sebelumnya. Cuma ada sedikit beda ukuran bahan aja biar lebih enak, eh berhasil :-D
Katanya sih lebih enak dari the harvest (kata yang makan) hahahaha
Here it is.
Bahan 1
Mentega 200 gram
Dark Cooking Chocolate 250 gram
Bahan 2
Terigu 200 gram
Coklat bubuk 30 gram
Baking powder 1 sendok makan
Bahan 3
Telur 6 butir
Gula 300 gram
SP 1 sdt
*Susu coklat cair 200 ml*
Cara membuat:
1. Mixer bahan 3 selama 20 menit hingga mengembang.
2. Tim bahan 1 di atas api kecil. Sisihkan.
3. Matikan mixer. Tambahkan bahan 1 ke dalam bahan 3. Aduk rata. Masukan susu coklat cair.
4. Campur bahan 2 di wadah terpisah, ayak dan masukan bahan 2 sambil terus diaduk.
5. Sebelumnya telah dipanaskan tempat mengukus. Siapkan loyabg yg telah dialasi kertas roti, mentega, dan tepung. Tuang adonan dan kukus selama 20 menit dengan api sedang.
Taraaaa! Cepat ya ..
Kemudian saya menghiasnya dengan coklat tim dan keju parut.
Tadinya saya beli cream tapi bau rhumnya berasa sekali. Saya kurang suka.
Tipsnya, utk cream hias lebih baik buat saja tanpa rum atau beli yg tanpa rum. Atau tidak usah pakai saja.
Waaaah... Rasanya kaya coklat dan sangat lembut.
Recomended! :-D
Saturday, June 28, 2014
Friday, June 27, 2014
Please
Saya sedang menunggu...
Sebuah semangat seperti biasa, yang seketika menghilang untuk sejenak..
Setelah sholat magrib tadi, kepala saya merasakan sakit yang demikian hebat. Hingga tidak isya di awal waktu...
Saya tidak merasakan apapun, langsung terjatuh di kasur begitu saja.
Entah apa yang sedang terjadi.......
Di lain sisi, mungkin tengah terjadi sesuatu. Entah apa yg dirasakannya.
Saya tidak di sana.
Khawatir. Takut. Gundah.
O Allah ....
Tolong bantu kami melewati ini..
O Allah....
Please ... Please ...
Make it be okay.
Please...please..please
Tuesday, June 24, 2014
Love
Mereka....
Saudara saudariku yang saya cintai...
Hidup mereka adalah hidup saya, yang tidak dapat saya lihat perputaran siang dan malamnya...
Yang saya khawatirkan fisik dan hatinya...
Karena Allah....
Saya mencintai mereka...
Yang saya inginkan hanya bertemu mereka ketika kami pulang ke kampung halaman.....
Tempat dimana Nabi Adam A.S belum diturunkan ke bumi..
Ya Allah.....
Dunia tidak lagi bisa dibedakan teman dan musuh...
Semuanya ada dalam satu selimut.
Jaga mereka yang saya cintai...
Jatuhnya mereka, sakitnya saya....
Terlukanya mereka, perihnya saya....
Tidak banyak yang bisa saya lakukan..
Engkau yang memegang ubun ubun mereka...
Luruskan jalan kami ya Allah...
Saya mencintai mereka untuk selalu bersamaMu.
Begitupun saya, ingin kembali berkumpul....
Saya ingin bersama mereka dalam surgaMu. Aamiin
Just ...............
Sunday, August 31, 2014
One hour in dream
Thursday, August 28, 2014
Thanks
Thanks... Thanks.. Thanks..
Yang tau tanpa harus diceritakan
Yang mengerti tanpa harus diminta
Yang persis seperti cermin
Yang paham tidak menyakiti hati
But i know, nobody's perfect.
Begitu pula saya...
Saya tidak akan menuntut kesempurnaan. Karena saya pun tidak sempurna.
Saya hanya bisa melakukan yang terbaik...
Berusaha sebaik mungkin untuk rasa terimakasih ini...
Allah..
Maybe it is always meant for do?
Wallahu'alam...
I'll give my best to Allah..
And may Allah create a perfect story line.
Titip salam
Ketika tulisan ini terbit, kereta Progo, ekonomi AC baru saja meninggalkan stasiun Cirebon. Hari ini, perjalanan ala backpacker ke Jogjakarta dimulai.
Kalau boleh cerita sedikit nih, harapannya mau sekali naik gunung. Beberapa teman sudah mengajak naik gunung dari gunung gede, papandayan hingga cikuray. Tapi apa daya, anak gadis yang belum diijinkan dibawa jauh oleh orang lain *cie* akhirnya hanya bisa jalan jalan atas nama keluarga atau kampus. Ahahaha
Terakhir kali perjalanan jauh saya waktu mengikuti temu ilmiah nasional di Malang. Itupun penuh dengan pertumpahan darah hahahaha engga ding, maksudnya butuh perdebatan panjang dan alot seperti debat calon presiden kemarin. Ah jangan bahas presiden dulu kayanya. Saya masih mau refreshing. hehehe
Ada rasa ingin sekali naik gunung lagi atau sekedar tracking, menyapa hutan belantara dari dekat atau menatap awan dari dekat. Memang yang belum kesampean sih melihat gerombolan awan yang saling berkejaran di bawah kaki. Waaaah.. Belum pernah lihat lautan awan dari atas puncak gunung :(
Hari ini pun, kakak saya di SEF sedang menuju Mahameru dan lagi lagi, saya hanya bisa titip salam pada awan. Mungkin suatu saat, saya bisa menyapa mereka langsung, sedekat yang saya bisa. :-)
Ja mata ne, sora!
Tuesday, August 26, 2014
Menanti September Datang
Beberapa hari lagi, september datang. Saya sangat menantikan september datang!!! Yeeay..
September nanti, di awal bulan, saya akan sidang Penulisan Ilmiah. Doakan yaa... Selain itu, saya juga bersemangat sekali dengan hobi lama yang akan bersemi kembali, menjahit!!! Yeay!
Saya suka sekali menjahit. Tapi keterampilan saya baru sekedar menjahit dengan tangan atau manual. Bulan september nanti, saya akan mulai belajar menjahit dengan mesin. Pengajarnya yaitu mamanya teman saya, Elisa.
Pertemuan saya dengan Elisa membuahkan pemikiran untuk membuat sebuah workshop atau pelatihan (doakan bisa dibuat untuk umum ya.. Aamiin), mama elisa yang notabene penjahit ini ingin anaknya juga belajar menjahit. Tapi elisa belum bersemangat karena belum punya teman yang suka menjahit. Akhirnya, Allah mempertemukan kami. Alhamdulillah :)
Kami bersemangat untuk memulai ini!
InsyaAllah. Jika Allah mengizinkan, semoga saya bisa mahir menajhit dan membuat baju sendiri. Lebih baik lagi, bisa punya clothing line dengan standar saya sendiri hihi
Aamiin Allahumma Aamiin
Septembeeeeer!!!
Take your decision
Pagi tadi setelah beberes rumah, seperti biasa, saya mengantar keponakan ke sekolah. Ada suatu hal yang biasa tapi saya rasa bisa diangkat menjadi sebuah pesan moral untuk saya sendiri dan mungkin bagi pembaca.
Kejadian itu bermula ketika saya sudah mengantar keponakan. Waktu masih menunjukkan pukul 07.00, jadi masih banyak bapak dan ibu yang mengantar anaknya ke sekolah dengan terburu buru karena takut terlambat. Motor hijau saya pun keluar gang dengan kecepatan normal, tidak kencang dan tidak lambat. Jalan pulang menuju rumah dari pertigaan itu, saya harus belok kanan. Hal itu menunjukkan saya harus berhenti sejenak dan mengambil waktu yang tepat karena dari kanan dan kiri jalan masih ramai orang-orang memburu waktu.
Di situ, ada seorang ibu baik hati yg menghentikan motornya sejenak. Tetapi di belakangnya ada seorang bapak yang tidak sabar untuk segera mengantar anaknya. Ia memaksa saya untuk segera mengambil belok kanan. Tapi saya masih diam. Beda sedetik, ia langsung menyalip sang ibu di depannya. Saat itu pula, sebuah mobil mengklakson keras motor bapak tersebut. Itulah alasan saya belum berbelok, di belakang sana ada mobil yang tengah melaju cepat.
Hampir saja motor bapak itu terhempas, padahal hanya perlu bersabar beberapa detik.
Yang dapat saya petik dari ceritadi atas adalah saya harus mengambil keputusan yang saya buat sendiri. Karena saya yang tahu dan harus mengambil semua konsekuensi itu.
Bapak itu juga mengambil keputusan, tapi ia tidak memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Jika orang lain membuatkanmu keputusan, tombol play itu tetap ada di diri kita masing-masing.
Take your own decision!
Thursday, July 3, 2014
Resep Si Hitam Manis
![]() |
| Brownies without cream |
Im back.. Tadinya sudah tidur pulas. Karena dibangunin jadi belum bisa tidur lagi... Sempetin untuk update sebentar ya.
Tanggal 1 Juli kemarin saya buat kue untuk kakak saya tersayang. Bikin tengah malem sama sepupu saya menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 jam utk dua loyang dan beres beres. Ringkas ya...
Ternyata dari testimoni yg makan semuanya bilang enak. Wah harus di share untuk semuanya nih.
Kue ini sebenarnya sudah dipost sebelumnya. Cuma ada sedikit beda ukuran bahan aja biar lebih enak, eh berhasil :-D
Katanya sih lebih enak dari the harvest (kata yang makan) hahahaha
Here it is.
Bahan 1
Mentega 200 gram
Dark Cooking Chocolate 250 gram
Bahan 2
Terigu 200 gram
Coklat bubuk 30 gram
Baking powder 1 sendok makan
Bahan 3
Telur 6 butir
Gula 300 gram
SP 1 sdt
*Susu coklat cair 200 ml*
Cara membuat:
1. Mixer bahan 3 selama 20 menit hingga mengembang.
2. Tim bahan 1 di atas api kecil. Sisihkan.
3. Matikan mixer. Tambahkan bahan 1 ke dalam bahan 3. Aduk rata. Masukan susu coklat cair.
4. Campur bahan 2 di wadah terpisah, ayak dan masukan bahan 2 sambil terus diaduk.
5. Sebelumnya telah dipanaskan tempat mengukus. Siapkan loyabg yg telah dialasi kertas roti, mentega, dan tepung. Tuang adonan dan kukus selama 20 menit dengan api sedang.
Taraaaa! Cepat ya ..
Kemudian saya menghiasnya dengan coklat tim dan keju parut.
Tadinya saya beli cream tapi bau rhumnya berasa sekali. Saya kurang suka.
Tipsnya, utk cream hias lebih baik buat saja tanpa rum atau beli yg tanpa rum. Atau tidak usah pakai saja.
Waaaah... Rasanya kaya coklat dan sangat lembut.
Recomended! :-D
Saturday, June 28, 2014
Friday, June 27, 2014
Please
Saya sedang menunggu...
Sebuah semangat seperti biasa, yang seketika menghilang untuk sejenak..
Setelah sholat magrib tadi, kepala saya merasakan sakit yang demikian hebat. Hingga tidak isya di awal waktu...
Saya tidak merasakan apapun, langsung terjatuh di kasur begitu saja.
Entah apa yang sedang terjadi.......
Di lain sisi, mungkin tengah terjadi sesuatu. Entah apa yg dirasakannya.
Saya tidak di sana.
Khawatir. Takut. Gundah.
O Allah ....
Tolong bantu kami melewati ini..
O Allah....
Please ... Please ...
Make it be okay.
Please...please..please
Tuesday, June 24, 2014
Love
Mereka....
Saudara saudariku yang saya cintai...
Hidup mereka adalah hidup saya, yang tidak dapat saya lihat perputaran siang dan malamnya...
Yang saya khawatirkan fisik dan hatinya...
Karena Allah....
Saya mencintai mereka...
Yang saya inginkan hanya bertemu mereka ketika kami pulang ke kampung halaman.....
Tempat dimana Nabi Adam A.S belum diturunkan ke bumi..
Ya Allah.....
Dunia tidak lagi bisa dibedakan teman dan musuh...
Semuanya ada dalam satu selimut.
Jaga mereka yang saya cintai...
Jatuhnya mereka, sakitnya saya....
Terlukanya mereka, perihnya saya....
Tidak banyak yang bisa saya lakukan..
Engkau yang memegang ubun ubun mereka...
Luruskan jalan kami ya Allah...
Saya mencintai mereka untuk selalu bersamaMu.
Begitupun saya, ingin kembali berkumpul....
Saya ingin bersama mereka dalam surgaMu. Aamiin
