Monday, May 12, 2014

Forgive Me

Posted by Unknown at 1:23 AM 0 comments
Buku demi buku mengalir ke dalam lemari belajar saya. Siapapun yang memberikannya pasti sangat peduli dan tahu bagaimana saya sangat suka membaca. Satu per satu, buku itu melahap saya habis-habisan. Bukan saya yang melahap buku itu. Semua intisari itu bagai masuk ke dalam otak, dialirkan melalui darah dan meresap ke kulit hingga bergidik saya membacanya. Bukan karena satu atau dua buku, satu persatu buku yang saya baca seperti memberi kesimpulan yang sangat berarti.
Saya masih bodoh sekali, sangat bodoh. Di umur yang akan menginjak 21 tahun ini, saya baru mengerti dan masih terus mencari. Apa 21 tahun yang sudah saya lalui bermanfaat atau tidak? rasanya saya sangat ingin menangis. Saya bahkan akan terus menangis. Jika umur manusia diberikan waktu seperti umur Rasulullah, Saya hanya masih punya waktu 39 tahun. Waktu yang amat singkat. Itupun jika Allah memberikan Saya kehidupan hingga berumur 60 tahun. Bagaimana jika saya harus berpulang tahun depan, atau besok, atau justru beberapa detik ke depan setelah tulisan ini selesai? Saya tidak tahu. Tapi yang pasti saya akan kembali, ruh ini akan diambil kembali oleh pemiliknya dan saya kembali menyatu pada tanah.
Sebuah buku yang sangat menyentuh kalbu saya adalah "Apa yang Allah inginkan darimu?" karya Syekh Muhammad Hasan. Buku ini menyentuh relung hati saya yang paling dalam, mengoreknya terlalu dalam, dan mengisinya dengan penuh. Bagaimana bisa saya baru membacanya? Alhamdulillah, buku itu terlalu indah. Tidak mungkin tak ada tetesan air mata ketika membacanya. Membaca buku tersebut seperti kembali disadarkan bahwa dunia ini adalah senda gurau belaka. Mungkin berulang kali, kita menyadarinya. Tapi tidak pernah bisa melepaskan bahwa dunia begitu gemerlap, hingga kita lupa untuk kembali pulang.
Pada buku satunya lagi, Amal-amal penghuni surga dan neraka, kembali menyadarkan bahwa kita semua adalah musafir. Bumi ini adalah perjalanan mencari bekal untuk kembali pulang ke SurgaNya. Dimana Nabi Adam memang berasal dari surga lalu diturunkan ke Bumi. Kita harus mampu mencari jalan pulang, tapi selalu ada penghalang. Antara hawa nafsu dan setan. Buku-buku berikutnya, menampar saya bahwa saya terlalu sibuk untuk menghadapNya dengan khusyuk. Waktu kami terlalu sempit dan terkubur dengan kelelahan yang amat sangat. Padahal saya akan kembali dengan cepat. Bekal apa yang sudah saya punya?

Maaf untuk semuanya..
I just need time to be quite for a while. 

Workshop Jurnalistik oleh Forum Pemuda Bangun Negeri (FPBN)

Posted by Unknown at 12:38 AM 0 comments
RESUME WORKSHOP JURNALISTIK

Kegiatan : Workshop Jurnalistik
Tempat : D414 Universitas Gunadarma
Pukul 13.00 – 15.00

13.20 “Sambutan oleh Ketua Umum, Pak Arief Supriyadi”
Beliau menyampaikan bahwa FPBN merupakan Forum Pemuda Bangun Negeri yang dikhususkan sebagai wadah untuk menampung potensi-potensi pemuda di Indonesia. Pemuda tersebut diantaranya unit-unit kegiatan mahasiswa, karang taruna, remaja masjid, SMP, SMA, dan sebagainya. Pelatihan-pelatihan yang diadakan tidak hanya jurnalistik, insyaaAllah masih ada pelatihan lainnya seperti Pelatihan IT, pelatihan design, dan sebagainya. Harapannya, teknologi yang digunakan saat ini dapat mengembangkan Indonesia kita menjadi lebih baik.
Pada workshop jurnalistik ini, diharapkan aka nada follow up berkelanjutan sebagai hasil/output dari pelatihan ini. Hasil penulisan akan dimasukkan ke dalam website republikmenulis.com. FPBN ini baru berdiri sekitar 2 tahun,berawal dari tahun 2013.
13.31 “Pelatihan Menulis (Workshop Jurnalistik) Oleh Bapak Efri Syamsul Bahri, SE., AK, Msi”
Diharapkan setelah pelatihan ini, kita dapat mengubah diri kita sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya “Jika kita ingin mengalahkan Eropa, tidak bisa dengan senjata. Kita dapat mengalahkan Eropa dengan tulisan”.
Beliau sudah menulis beberapa buku, merupakan instruktur jurnalistik PPWI (Perkumpulan Pewarga Warga Indonesia).
Jurnalistik Komunitas FPBN
Berawal dari adanya komunitas seperti pelajar, mahasiswa, santri, karang taruna, humas-humas PEMDA, Professional, dsb. Dari komunitas tersebut dilatih dengan berbagai pelatihan seperti pelatihan jurnalistik, event, dan Broadband for community yang kemudian menghasilkan karya tulis (feature, berita, opini cerpen, dll). Karya tulis tersebut dapat diupdate ke website, blog, di republikmenulis.com, tabloid, dsb.
Berusahalah untuk menulis perhari minimal 1000 karakter atau satu halaman per hari. Lebih baik keluarkan ide-ide yang ada di otak kita satu per satu dan tulislah! karena lama-kelamaan ide kita akan menjadi sangat besar.
Coba perhatikan B.J Habibie dengan hasil karyanya, mana yang lebih besar?
Jangan pernah ragu untuk mengeluarkan ide yang orisinil dari pemikiran kita.

Berikut ada #TIPS menulis dengan mudah, yaitu:
1.Tulislah apa yang ada diingatan
2. Lakukan proses editing dengan membaca dan memperbaikinya secara berulang

Peserta workshop diberikan 5 pertanyaan yang harus dikembangkan menjadi sebuah essay, dalam waktu 20 menit, satu pertanyaan harus menjadi 1000 karakter atau dua halaman Ms. Word. Masing-masing peserta harus menyelesaikan dua pertanyaan. Bagaimana hasilnya? Yah memang, hanya beberapa orang saja yang dapat menyelesaikannya. The power of kepepet memang benar, kalau saja tidak dipaksa seperti itu tidak akan pernah terealisasi menjadi sebuah tulisan. Padahal hanya perlu beberapa menit saja untuk menulis. Betul, kita hanya dikalahkan oleh rasa malas sehingga potensi akan terus terpendam.

Kemudian beliau memberikan tips lainnya, yaitu 
“Dari pertanyaan yang dipilih (misalnya tentang keunggulan), cari keunggulannya, kemudian cari kutipan dari beberapa sumber dan kembangkan menjadi 2 halaman A4, satu spasi”. Selain itu, kita perlu memerhatikan rumus: Identifikasi Isu, Analisis (SWOT, Sejarah, Referensi, Kesimpulan, Editing)

#TIPS: bagi para penulis sastra, jika ingin menulis sastra, cobalah untuk mengamati 4 kali terbit koran sastra yang biasanya terbit (misalnya di hari kamis), dan bandingkan keempatnya. lalu cobalah menulis!

#TIPS: agar tulisan dimuat di koran bagaimana? Penulis harus memahami pola media. Penulis harus memahami slot yang dibutuhkan media tersebut, penulis harus mampu memahami kira-kira berapa karakter tulisan yang muat untuk dipublish.

Pada sesi pertanyaan, bagaimana sebuah penelitian dapat dipublish? Tempatnya penelitian memang dimasukan ke lembaga-lembaga penelitian. Tetapi, jika ingin dipublish ada baiknya penelitian tersebut dimodifikasi menjadi karya ilmiah populer agar lebih menarik untuk dibaca.

#TIPS:  Dalam menulis, yang penting adalah targetnya. Misalnya, sampai tembus masuk ke media cetak.

#TIPS: Format menulis: piramida terbalik. yang umum lalu yang khusus.
Bangunlah sebuah tulisan dari program maupun kejadian yang ada di sekitar kita.
Cari kutipan dan kembangkan. No Plagiarisme.

#TIPS: Memantapkan opini dan artikel,baik individu maupun pers.
-          Dari satu kegiatan buatlah menjadi 10 berita, jangan hanya satu.

Quote of the Day 
“Menulis tidak sulit, tetapi harus bisa dikerjakan”
“Lakukanlah pembiasaan dalam menulis” - Konsistensi dan Kontinyuitas
  



















Sunday, May 11, 2014

Aku rasa cukup

Posted by Unknown at 11:24 PM 0 comments
Aku pernah terbang ke langit ke tujuh
Lalu terbentur awan yang lembut
Ternyata cukup keras
Menghantam kulit bumi dengan menukik

Sakit..
Lalu hilang bersama angin
Ketika kembali terbang menuju awan
Dan menabrak kembali awan lembut nan keras itu

Ah, kapok..
Lalu Akupun mulai bosan kembali terbang
Melihat indahnya pemandangan dari atas
Kemudian harus menabrak lagi

Di sini cukup indah dan bahagia
Tidak harus kembali terbang
Dan menggapai yang harus Aku lihat dari sana
Tapi tak bisa digenggam dari atas

Cukuplah bila harus kembali sakit
Lalu menghilang lagi bersama angin
Kemudian terlupa untuk kembali terbang
Dan terbentur kembali

Aku rasa cukup

Scenario

Posted by Unknown at 11:15 PM 0 comments
Beberapa jam yang lalu, saat saya sedang di perjalanan untuk mengisi perut, tiba-tiba tangan saya 'gatal' untuk kembali menulis. Entah kenapa terngiang kembali kata-kata yang sangat saya suka, ketulusan. Di perjalanan menuju ke rumah bersama keponakan, motor saya melaju begitu pelan. Bunyi halus mesin motor seperti tidak terdengar ketika saya mulai terhanyut pada arti pertama kata tersebut.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tulus berarti sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas. Jika diubah menjadi kata kerja artinya menjadi kesungguhan dan kebersihan hati; kejujuran. Tapi saya masih bertanya-tanya, bagaimana kita bisa mengukur ketulusan seseorang? Tidak ada alat yang bisa mengukurnya. Bahkan mungkin tidak bisa dilihat indikatornya. Hanya kita dan Allah yang tahu seberapa tulus kita, entah orang lain merasakan atau tidak.
Apakah ketulusan akan berubah jika seseorang itu berubah? Apakah ketulusan itu hilang ketika kita mendapatkan yang tidak kita inginkan? Apakah ketulusan itu harus sama dengan hasil yang kita mau?
Menurut pandangan saya, mungkin tidak seperti itu. Ketulusan berarti kita akan terus melaju entah apa yang akan dilakukan orang lain pada kita. Kita akan terus melihat niat kita yang sesungguhnya. Semua yang menutupi itu bisa kita abaikan, bisa kita hilangkan, bisa kita acuhkan. Karena ketulusan bisa menjadi bukti yang kuat untuk terus mencapai garis.
Entahlah, hanya saya dan Allah yang tahu. O Allah, please make the best scenario for me..
I wish it would be a happy ending story. Aamiin 

Saturday, May 10, 2014

O Allah..

Posted by Unknown at 2:02 AM 0 comments
O Allah ...
Hamba bersyukur atas semua nikmat yang telah Engkau berikan
Perjalanan panjang yang masih dan telah dilalui sangat memberikan pelajaran-pelajaran yang berharga
Tersandung, itu sakit. Jatuh, lebih sakit lagi. Berdarah apalagi
Tapi saya menikmati setiap prosesnya, bagaimana Engkau mengajarkan kesabaran dan memetik hasil dari setiap buah ujian

O Allah ...
Setiap detiknya, saya merasa belajar dari apapun yang terjadi
Bagaimana Engkau menegur hamba dalam bentuk apapun
Bagaimana caraMu menyayangi hamba melalui semua ujian dan kenikmatan yang Engkau berikan
Sesuatu yang luput dari hamba dari mensyukuri nikmatMu selalu Engkau turunkan saat itu juga
Saat itulah saya merasakan kasih sayang Allah melebihi siapapun

O Allah ....
Bagaimanapun hamba hanyalah manusia
Khilaf dan dosa mudah sekali bersarang di hati ini
Setiap doa yang dikirimkan mungkin tidak akan pernah cukup menghapusnya
Tapi hamba percaya, Engkau Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

O Allah ...
Hamba tetap ingin berada dalam perhatianmu
Menjadi hamba yang Engkau sayang

O Allah ...
Hamba yang seorang musafir ini
Hanya ingin pulang ke rumah
Rumah kami, SurgaMu
Bersama orang-orang yang hamba cintai

Monday, May 5, 2014

Kerangka Artikel

Posted by Unknown at 8:12 AM 0 comments
Tugas kedua pada mata kuliah sofskill adalah membuat kerangka artikel dari sebuah berita di surat kabar, baik online atau cetak.
Saya memilih surat kabar cetak, yaitu Republika terbitan Jumat,2 Mei 2014 Pada kolom Ekonomi dengan judul "BRIsat menjadi Lompatan Strategi Bisnis BRI"

Alinea 1: Satelit BRIsat
Alinea 2: Jaringan yang besar dan luas
Alinea 3: Kendala jaringan
Alinea 4: Kebutuhan telekomunikasi BRI semakin mendesak
Alinea 5: Biaya operasional BRIsat
Alinea 6: Kenaikan biaya
Alinea 7: Penghematan biaya
Alinea 8: Slot orbit BRI
Alinea 9: Proses pengadaan
Alinea 10: Proses pembuatan dan peluncuran
Alinea 11: Keuntungan menggunakan satelit
Alinea 12: Slot orbit Indonesia akan dimiliki BRIsat

Demikian kerangka artikel dari berita tersebut.

Monday, April 28, 2014

Kalimat Bernalar

Posted by Unknown at 10:59 PM 0 comments
Kalimat bernalar merupakan tata bahasa yang logis sehingga penerima pesan tidak memiliki permahaman yang berbeda dari pesan yang disampaikan. Di bawah ini ada artikel singkat untuk membantu kita memahami mengenai kalimat bernalar. Ditulis oleh: Bekti Patria D.H., S.S.

Kalimat pada hakikatnya adalah satuan bahasa terkecil yang dipakai dalam berkomunikasi. Komunikasi itu
sendiri setidaknya melibatkan pihak pertama dan pihak kedua. Komunikasi akan berjalan dengan baik apabila yang hal disampaikan oleh pihak pertama dapat diterima dengan utuh oleh pihak kedua.

Untuk mencapai tujuan itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah informasi yang
disampaikan oleh pihak pertama harus menggunakan kalimat yang bernalar (logis). Syarat ini mutlak
dipenuhi, karena jika tidak , informasi yang diterima pihak kedua dapat saja salah atau justru informasi
sebaliknya yang tertangkap. Berikut ini beberapa kalimat yang kebanyakan tidak disengaja disampaikan dengan penalaran yang salah.

(1) Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan maka selesailah penyusunan tugas ini.
(2) Kita harus segera mengejar ketertinggalan kita dari bangsa lain.
Jika dilihat sepintas, kalimat (1) dan (2) di atas adalah kalimat yang dapat diterima. Namun, jika dicermati
akan tampak bahwa kedua kalimat itu tidak bernalar.
Isi kalimat (1) dapat disimpulkan bahwa seolah-olah hanya dengan dengan memanjatkan puji syukur kepada
Tuhan maka penyusunan tugas itu selesai. Padahal, menurut logika kita akan mengucap syukur setelah kita
selesai mengerjakan sesuatu. Oleh karena itu, kalimat (1) seharusnya berbunyi Kita panjatkan puji syukur
kepada Tuhan atas selesainya penyusunan tugas ini.
Kalimat (2) juga tidak bernalar karena kita tidak pernah mengejar sesuatu yang ada di belakang, sesuatu yang tertinggal. Yang kita kejar adalah sesuatu yang berada di depan atau yang sudah meninggalkan kita. Karena itu, kita dapat mengubah kalimat (2) menjadi Kita harus segera mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa lain.
Contoh lain kalimat yang tidak bernalar adalah berikut ini.
(3) Sore tadi Jalan Sudirman macet total
(4) Bakrie termasuk pengusaha terkaya di Indonesia
Kalimat (3) di atas berarti bahwa yang macet hádala jalan. Padahal, kita tahu kata macet berhubungan dengan sesuatu yang bergerak. Jika sesuatu yang bergerak itu tidak berfungsi atau berhenti, akan kita katakan macet. Sementara jalan bukanlah sesuatu yang bergerak. Karena itu, tidak bernalar jika jalan dikatakan macet. Dalam kasus ini, sebenarnya yang macet adalah lalu lintas di Jalan Sudirman, sehingga kalimat (3) dapat diubah menjadi Sore tadi lalu lintas di jalan Sudirman macet total. Sedangkan dalam kalimat (4) terjadi kesalahan penalaran yang disebabkan oleh pemilihan kata. Kata termasuk menyiratkan bahwa yang ada di dalamnya lebih dari satu, sedangkan makna ter- dalam terkaya adalah paling.Karena itu, sungguh tidak bernalar jika sesutu yang paling mempunyai anggota lebih dari satu.

Sumber:
http://skp.unair.ac.id/repository/Guru-Indonesia/KalimatyangBernala_BektiPatriaD.H.,S.S._8880.pdf

Friday, April 11, 2014

Where is it?

Posted by Unknown at 12:56 AM 0 comments
Sudah berapa lama ya tidak post apapun di sini. Percaya atau tidak? saya mulai kehilangan minat pada apapun. apapun. Padahal banyak sekali momen bagus yang sudah saya lalui, belum lama ini saya takjub dengan keindahan kota malang, takjub dengan tugas-tugas dari dosen, bahkan takjunb dengan nilai yang masih pending sampai sekarang. -_____- Pak, pak.. kemana nilai saya..
Mau menulis ini dan itu, rasanya ada di prioritas terbawah. Moodnya gak muncul-muncul.
Suasananya belum kondusif, laper, dan tugas-tugas itu menari-nari dengan indah di cakrawala itu. Haah~
Satu per satu tugas sudah dikerjakan, rangsangan menulis dimulai lagi dari sini. Dari sebuah penyadaran bahwa saya mulai kehilangan minat menulis. Sepertinya saya sudah lama tidak melakukan "Me Time".
Me Time adalah waktu yang saya gunakan untuk muhasabah diri. Kadang lebih suka di rumah, kadang di tempat yang justru gak bisa ditemukan orang lain. lobang semut. Di waktu Me Time selain berdiam diri biasanya saya lebih suka berkelana seorang diri, entah itu membaca di taman bacaan, berenang, jalan-jalan, dan sebagainya. Catatan kecil dan sebuah pulpen tidak pernah terlepas dari tangan. Ide menulis selalu datang tiba-tiba. Tapi ketika suasananya berubah, mood saya kembali menghilang.
Swing~
Bagai tersapu angin, hilang tak bersisa. Ah, entah kemana mood itu perginya.
Sekarang, saya sedang melawan mood yang hampir terkikis habis. Mencoba kembali lalu mengisi post demi post. Ah lebai... saya rasa hanya post ini saja..
Terlalu lelah dan mengantuk saat ini.
Sekarang, saya sedang mencoba belajar membuat scrapbook dari apapun yang ada di rumah.
Mendaur ulang apa yang bisa didaur ulang, termasuk mendaur ulang mood menulis.
Saya izin hiatus dan akan kembali setelah jadi master scrapbook.
-______________-

Sayonara. Just for a while ya. 
Wish me Luck!
Fighting.

Monday, February 17, 2014

#Temilreg2014_Riba as a Lifestyle_Universitas Gunadarma

Posted by Unknown at 10:48 PM 0 comments




SHARIA ECONOMIC FORUM (SEF) UNIVERSITAS GUNADARMA PROUDLY PRESENT:

"RIBA AS A LIFESTYLE"
Film pendek berdurasi enam menit tujuh detik ini adalah sebuah film pendek mengenai salah satu dari tujuh dosa besar yaitu "RIBA". Film ini menyadarkan kita bahwa riba kini telah menjadi gaya hidup kita sehari-hari. Tanpa kita sadari. Inilah saatnya bagi kita, untuk bangkit, menyadarkan bangsa ini dari sistem ribawi yang paling kecil.
Inilah tugas kita semua, para Ekonom Rabbani!
Share dan like video ini :)
Terimakasih.

Tuesday, February 11, 2014

Closed for good, maybe.

Posted by Unknown at 11:12 AM 0 comments
Aku rasa perlu menutup semuanya kembali
sensitifitas rasa ini telah kembali
rasanya seperti teriris atau bahkan telah robek
tak akan ada perekat

sekali lagi, seperti menaburkan garam di luka yang basah
perih....
terlalu berlebihan bagimu
tapi itulah Aku

Sudah cukup bagiku bertemu orang yang sama
yang mengulang kembali luka yang sama
dan kembali lagi menaburkan garam di tempat yang sama
bagai Aku tak memiliki rasa

Aku akan menjadi lagi
sebuah rumah
berpintu
dan tertutup rapat

butuh waktu lama
sekalipun kau memiliki kunci
tidak dapat dibuka
karena pintu itu dirancang tertutup erat

Tanpa kunci
Tanpa celah

Maaf. Pintu itu memang dirancang tak bisa dibuka.
Cukup lihat saja dari luar.
Berbicara pun tak ada gunanya.
tak akan ada yang menyahut.

pintu ini kedap suara.
tak ada suara yang akan masuk.
bahkan ketika kau merengek dan memohon
bukan karena Aku kejam, tapi pintu itu kedap suara

Tetaplah disana. Percuma.
Tak ada yang didengar, tak ada yang dilihat.
dan tak akan terbuka.

Sayonara

Monday, May 12, 2014

Forgive Me

Buku demi buku mengalir ke dalam lemari belajar saya. Siapapun yang memberikannya pasti sangat peduli dan tahu bagaimana saya sangat suka membaca. Satu per satu, buku itu melahap saya habis-habisan. Bukan saya yang melahap buku itu. Semua intisari itu bagai masuk ke dalam otak, dialirkan melalui darah dan meresap ke kulit hingga bergidik saya membacanya. Bukan karena satu atau dua buku, satu persatu buku yang saya baca seperti memberi kesimpulan yang sangat berarti.
Saya masih bodoh sekali, sangat bodoh. Di umur yang akan menginjak 21 tahun ini, saya baru mengerti dan masih terus mencari. Apa 21 tahun yang sudah saya lalui bermanfaat atau tidak? rasanya saya sangat ingin menangis. Saya bahkan akan terus menangis. Jika umur manusia diberikan waktu seperti umur Rasulullah, Saya hanya masih punya waktu 39 tahun. Waktu yang amat singkat. Itupun jika Allah memberikan Saya kehidupan hingga berumur 60 tahun. Bagaimana jika saya harus berpulang tahun depan, atau besok, atau justru beberapa detik ke depan setelah tulisan ini selesai? Saya tidak tahu. Tapi yang pasti saya akan kembali, ruh ini akan diambil kembali oleh pemiliknya dan saya kembali menyatu pada tanah.
Sebuah buku yang sangat menyentuh kalbu saya adalah "Apa yang Allah inginkan darimu?" karya Syekh Muhammad Hasan. Buku ini menyentuh relung hati saya yang paling dalam, mengoreknya terlalu dalam, dan mengisinya dengan penuh. Bagaimana bisa saya baru membacanya? Alhamdulillah, buku itu terlalu indah. Tidak mungkin tak ada tetesan air mata ketika membacanya. Membaca buku tersebut seperti kembali disadarkan bahwa dunia ini adalah senda gurau belaka. Mungkin berulang kali, kita menyadarinya. Tapi tidak pernah bisa melepaskan bahwa dunia begitu gemerlap, hingga kita lupa untuk kembali pulang.
Pada buku satunya lagi, Amal-amal penghuni surga dan neraka, kembali menyadarkan bahwa kita semua adalah musafir. Bumi ini adalah perjalanan mencari bekal untuk kembali pulang ke SurgaNya. Dimana Nabi Adam memang berasal dari surga lalu diturunkan ke Bumi. Kita harus mampu mencari jalan pulang, tapi selalu ada penghalang. Antara hawa nafsu dan setan. Buku-buku berikutnya, menampar saya bahwa saya terlalu sibuk untuk menghadapNya dengan khusyuk. Waktu kami terlalu sempit dan terkubur dengan kelelahan yang amat sangat. Padahal saya akan kembali dengan cepat. Bekal apa yang sudah saya punya?

Maaf untuk semuanya..
I just need time to be quite for a while. 

Workshop Jurnalistik oleh Forum Pemuda Bangun Negeri (FPBN)

RESUME WORKSHOP JURNALISTIK

Kegiatan : Workshop Jurnalistik
Tempat : D414 Universitas Gunadarma
Pukul 13.00 – 15.00

13.20 “Sambutan oleh Ketua Umum, Pak Arief Supriyadi”
Beliau menyampaikan bahwa FPBN merupakan Forum Pemuda Bangun Negeri yang dikhususkan sebagai wadah untuk menampung potensi-potensi pemuda di Indonesia. Pemuda tersebut diantaranya unit-unit kegiatan mahasiswa, karang taruna, remaja masjid, SMP, SMA, dan sebagainya. Pelatihan-pelatihan yang diadakan tidak hanya jurnalistik, insyaaAllah masih ada pelatihan lainnya seperti Pelatihan IT, pelatihan design, dan sebagainya. Harapannya, teknologi yang digunakan saat ini dapat mengembangkan Indonesia kita menjadi lebih baik.
Pada workshop jurnalistik ini, diharapkan aka nada follow up berkelanjutan sebagai hasil/output dari pelatihan ini. Hasil penulisan akan dimasukkan ke dalam website republikmenulis.com. FPBN ini baru berdiri sekitar 2 tahun,berawal dari tahun 2013.
13.31 “Pelatihan Menulis (Workshop Jurnalistik) Oleh Bapak Efri Syamsul Bahri, SE., AK, Msi”
Diharapkan setelah pelatihan ini, kita dapat mengubah diri kita sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya “Jika kita ingin mengalahkan Eropa, tidak bisa dengan senjata. Kita dapat mengalahkan Eropa dengan tulisan”.
Beliau sudah menulis beberapa buku, merupakan instruktur jurnalistik PPWI (Perkumpulan Pewarga Warga Indonesia).
Jurnalistik Komunitas FPBN
Berawal dari adanya komunitas seperti pelajar, mahasiswa, santri, karang taruna, humas-humas PEMDA, Professional, dsb. Dari komunitas tersebut dilatih dengan berbagai pelatihan seperti pelatihan jurnalistik, event, dan Broadband for community yang kemudian menghasilkan karya tulis (feature, berita, opini cerpen, dll). Karya tulis tersebut dapat diupdate ke website, blog, di republikmenulis.com, tabloid, dsb.
Berusahalah untuk menulis perhari minimal 1000 karakter atau satu halaman per hari. Lebih baik keluarkan ide-ide yang ada di otak kita satu per satu dan tulislah! karena lama-kelamaan ide kita akan menjadi sangat besar.
Coba perhatikan B.J Habibie dengan hasil karyanya, mana yang lebih besar?
Jangan pernah ragu untuk mengeluarkan ide yang orisinil dari pemikiran kita.

Berikut ada #TIPS menulis dengan mudah, yaitu:
1.Tulislah apa yang ada diingatan
2. Lakukan proses editing dengan membaca dan memperbaikinya secara berulang

Peserta workshop diberikan 5 pertanyaan yang harus dikembangkan menjadi sebuah essay, dalam waktu 20 menit, satu pertanyaan harus menjadi 1000 karakter atau dua halaman Ms. Word. Masing-masing peserta harus menyelesaikan dua pertanyaan. Bagaimana hasilnya? Yah memang, hanya beberapa orang saja yang dapat menyelesaikannya. The power of kepepet memang benar, kalau saja tidak dipaksa seperti itu tidak akan pernah terealisasi menjadi sebuah tulisan. Padahal hanya perlu beberapa menit saja untuk menulis. Betul, kita hanya dikalahkan oleh rasa malas sehingga potensi akan terus terpendam.

Kemudian beliau memberikan tips lainnya, yaitu 
“Dari pertanyaan yang dipilih (misalnya tentang keunggulan), cari keunggulannya, kemudian cari kutipan dari beberapa sumber dan kembangkan menjadi 2 halaman A4, satu spasi”. Selain itu, kita perlu memerhatikan rumus: Identifikasi Isu, Analisis (SWOT, Sejarah, Referensi, Kesimpulan, Editing)

#TIPS: bagi para penulis sastra, jika ingin menulis sastra, cobalah untuk mengamati 4 kali terbit koran sastra yang biasanya terbit (misalnya di hari kamis), dan bandingkan keempatnya. lalu cobalah menulis!

#TIPS: agar tulisan dimuat di koran bagaimana? Penulis harus memahami pola media. Penulis harus memahami slot yang dibutuhkan media tersebut, penulis harus mampu memahami kira-kira berapa karakter tulisan yang muat untuk dipublish.

Pada sesi pertanyaan, bagaimana sebuah penelitian dapat dipublish? Tempatnya penelitian memang dimasukan ke lembaga-lembaga penelitian. Tetapi, jika ingin dipublish ada baiknya penelitian tersebut dimodifikasi menjadi karya ilmiah populer agar lebih menarik untuk dibaca.

#TIPS:  Dalam menulis, yang penting adalah targetnya. Misalnya, sampai tembus masuk ke media cetak.

#TIPS: Format menulis: piramida terbalik. yang umum lalu yang khusus.
Bangunlah sebuah tulisan dari program maupun kejadian yang ada di sekitar kita.
Cari kutipan dan kembangkan. No Plagiarisme.

#TIPS: Memantapkan opini dan artikel,baik individu maupun pers.
-          Dari satu kegiatan buatlah menjadi 10 berita, jangan hanya satu.

Quote of the Day 
“Menulis tidak sulit, tetapi harus bisa dikerjakan”
“Lakukanlah pembiasaan dalam menulis” - Konsistensi dan Kontinyuitas
  



















Sunday, May 11, 2014

Aku rasa cukup

Aku pernah terbang ke langit ke tujuh
Lalu terbentur awan yang lembut
Ternyata cukup keras
Menghantam kulit bumi dengan menukik

Sakit..
Lalu hilang bersama angin
Ketika kembali terbang menuju awan
Dan menabrak kembali awan lembut nan keras itu

Ah, kapok..
Lalu Akupun mulai bosan kembali terbang
Melihat indahnya pemandangan dari atas
Kemudian harus menabrak lagi

Di sini cukup indah dan bahagia
Tidak harus kembali terbang
Dan menggapai yang harus Aku lihat dari sana
Tapi tak bisa digenggam dari atas

Cukuplah bila harus kembali sakit
Lalu menghilang lagi bersama angin
Kemudian terlupa untuk kembali terbang
Dan terbentur kembali

Aku rasa cukup

Scenario

Beberapa jam yang lalu, saat saya sedang di perjalanan untuk mengisi perut, tiba-tiba tangan saya 'gatal' untuk kembali menulis. Entah kenapa terngiang kembali kata-kata yang sangat saya suka, ketulusan. Di perjalanan menuju ke rumah bersama keponakan, motor saya melaju begitu pelan. Bunyi halus mesin motor seperti tidak terdengar ketika saya mulai terhanyut pada arti pertama kata tersebut.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tulus berarti sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas. Jika diubah menjadi kata kerja artinya menjadi kesungguhan dan kebersihan hati; kejujuran. Tapi saya masih bertanya-tanya, bagaimana kita bisa mengukur ketulusan seseorang? Tidak ada alat yang bisa mengukurnya. Bahkan mungkin tidak bisa dilihat indikatornya. Hanya kita dan Allah yang tahu seberapa tulus kita, entah orang lain merasakan atau tidak.
Apakah ketulusan akan berubah jika seseorang itu berubah? Apakah ketulusan itu hilang ketika kita mendapatkan yang tidak kita inginkan? Apakah ketulusan itu harus sama dengan hasil yang kita mau?
Menurut pandangan saya, mungkin tidak seperti itu. Ketulusan berarti kita akan terus melaju entah apa yang akan dilakukan orang lain pada kita. Kita akan terus melihat niat kita yang sesungguhnya. Semua yang menutupi itu bisa kita abaikan, bisa kita hilangkan, bisa kita acuhkan. Karena ketulusan bisa menjadi bukti yang kuat untuk terus mencapai garis.
Entahlah, hanya saya dan Allah yang tahu. O Allah, please make the best scenario for me..
I wish it would be a happy ending story. Aamiin 

Saturday, May 10, 2014

O Allah..

O Allah ...
Hamba bersyukur atas semua nikmat yang telah Engkau berikan
Perjalanan panjang yang masih dan telah dilalui sangat memberikan pelajaran-pelajaran yang berharga
Tersandung, itu sakit. Jatuh, lebih sakit lagi. Berdarah apalagi
Tapi saya menikmati setiap prosesnya, bagaimana Engkau mengajarkan kesabaran dan memetik hasil dari setiap buah ujian

O Allah ...
Setiap detiknya, saya merasa belajar dari apapun yang terjadi
Bagaimana Engkau menegur hamba dalam bentuk apapun
Bagaimana caraMu menyayangi hamba melalui semua ujian dan kenikmatan yang Engkau berikan
Sesuatu yang luput dari hamba dari mensyukuri nikmatMu selalu Engkau turunkan saat itu juga
Saat itulah saya merasakan kasih sayang Allah melebihi siapapun

O Allah ....
Bagaimanapun hamba hanyalah manusia
Khilaf dan dosa mudah sekali bersarang di hati ini
Setiap doa yang dikirimkan mungkin tidak akan pernah cukup menghapusnya
Tapi hamba percaya, Engkau Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

O Allah ...
Hamba tetap ingin berada dalam perhatianmu
Menjadi hamba yang Engkau sayang

O Allah ...
Hamba yang seorang musafir ini
Hanya ingin pulang ke rumah
Rumah kami, SurgaMu
Bersama orang-orang yang hamba cintai

Monday, May 5, 2014

Kerangka Artikel

Tugas kedua pada mata kuliah sofskill adalah membuat kerangka artikel dari sebuah berita di surat kabar, baik online atau cetak.
Saya memilih surat kabar cetak, yaitu Republika terbitan Jumat,2 Mei 2014 Pada kolom Ekonomi dengan judul "BRIsat menjadi Lompatan Strategi Bisnis BRI"

Alinea 1: Satelit BRIsat
Alinea 2: Jaringan yang besar dan luas
Alinea 3: Kendala jaringan
Alinea 4: Kebutuhan telekomunikasi BRI semakin mendesak
Alinea 5: Biaya operasional BRIsat
Alinea 6: Kenaikan biaya
Alinea 7: Penghematan biaya
Alinea 8: Slot orbit BRI
Alinea 9: Proses pengadaan
Alinea 10: Proses pembuatan dan peluncuran
Alinea 11: Keuntungan menggunakan satelit
Alinea 12: Slot orbit Indonesia akan dimiliki BRIsat

Demikian kerangka artikel dari berita tersebut.

Monday, April 28, 2014

Kalimat Bernalar

Kalimat bernalar merupakan tata bahasa yang logis sehingga penerima pesan tidak memiliki permahaman yang berbeda dari pesan yang disampaikan. Di bawah ini ada artikel singkat untuk membantu kita memahami mengenai kalimat bernalar. Ditulis oleh: Bekti Patria D.H., S.S.

Kalimat pada hakikatnya adalah satuan bahasa terkecil yang dipakai dalam berkomunikasi. Komunikasi itu
sendiri setidaknya melibatkan pihak pertama dan pihak kedua. Komunikasi akan berjalan dengan baik apabila yang hal disampaikan oleh pihak pertama dapat diterima dengan utuh oleh pihak kedua.

Untuk mencapai tujuan itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah informasi yang
disampaikan oleh pihak pertama harus menggunakan kalimat yang bernalar (logis). Syarat ini mutlak
dipenuhi, karena jika tidak , informasi yang diterima pihak kedua dapat saja salah atau justru informasi
sebaliknya yang tertangkap. Berikut ini beberapa kalimat yang kebanyakan tidak disengaja disampaikan dengan penalaran yang salah.

(1) Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan maka selesailah penyusunan tugas ini.
(2) Kita harus segera mengejar ketertinggalan kita dari bangsa lain.
Jika dilihat sepintas, kalimat (1) dan (2) di atas adalah kalimat yang dapat diterima. Namun, jika dicermati
akan tampak bahwa kedua kalimat itu tidak bernalar.
Isi kalimat (1) dapat disimpulkan bahwa seolah-olah hanya dengan dengan memanjatkan puji syukur kepada
Tuhan maka penyusunan tugas itu selesai. Padahal, menurut logika kita akan mengucap syukur setelah kita
selesai mengerjakan sesuatu. Oleh karena itu, kalimat (1) seharusnya berbunyi Kita panjatkan puji syukur
kepada Tuhan atas selesainya penyusunan tugas ini.
Kalimat (2) juga tidak bernalar karena kita tidak pernah mengejar sesuatu yang ada di belakang, sesuatu yang tertinggal. Yang kita kejar adalah sesuatu yang berada di depan atau yang sudah meninggalkan kita. Karena itu, kita dapat mengubah kalimat (2) menjadi Kita harus segera mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa lain.
Contoh lain kalimat yang tidak bernalar adalah berikut ini.
(3) Sore tadi Jalan Sudirman macet total
(4) Bakrie termasuk pengusaha terkaya di Indonesia
Kalimat (3) di atas berarti bahwa yang macet hádala jalan. Padahal, kita tahu kata macet berhubungan dengan sesuatu yang bergerak. Jika sesuatu yang bergerak itu tidak berfungsi atau berhenti, akan kita katakan macet. Sementara jalan bukanlah sesuatu yang bergerak. Karena itu, tidak bernalar jika jalan dikatakan macet. Dalam kasus ini, sebenarnya yang macet adalah lalu lintas di Jalan Sudirman, sehingga kalimat (3) dapat diubah menjadi Sore tadi lalu lintas di jalan Sudirman macet total. Sedangkan dalam kalimat (4) terjadi kesalahan penalaran yang disebabkan oleh pemilihan kata. Kata termasuk menyiratkan bahwa yang ada di dalamnya lebih dari satu, sedangkan makna ter- dalam terkaya adalah paling.Karena itu, sungguh tidak bernalar jika sesutu yang paling mempunyai anggota lebih dari satu.

Sumber:
http://skp.unair.ac.id/repository/Guru-Indonesia/KalimatyangBernala_BektiPatriaD.H.,S.S._8880.pdf

Friday, April 11, 2014

Where is it?

Sudah berapa lama ya tidak post apapun di sini. Percaya atau tidak? saya mulai kehilangan minat pada apapun. apapun. Padahal banyak sekali momen bagus yang sudah saya lalui, belum lama ini saya takjub dengan keindahan kota malang, takjub dengan tugas-tugas dari dosen, bahkan takjunb dengan nilai yang masih pending sampai sekarang. -_____- Pak, pak.. kemana nilai saya..
Mau menulis ini dan itu, rasanya ada di prioritas terbawah. Moodnya gak muncul-muncul.
Suasananya belum kondusif, laper, dan tugas-tugas itu menari-nari dengan indah di cakrawala itu. Haah~
Satu per satu tugas sudah dikerjakan, rangsangan menulis dimulai lagi dari sini. Dari sebuah penyadaran bahwa saya mulai kehilangan minat menulis. Sepertinya saya sudah lama tidak melakukan "Me Time".
Me Time adalah waktu yang saya gunakan untuk muhasabah diri. Kadang lebih suka di rumah, kadang di tempat yang justru gak bisa ditemukan orang lain. lobang semut. Di waktu Me Time selain berdiam diri biasanya saya lebih suka berkelana seorang diri, entah itu membaca di taman bacaan, berenang, jalan-jalan, dan sebagainya. Catatan kecil dan sebuah pulpen tidak pernah terlepas dari tangan. Ide menulis selalu datang tiba-tiba. Tapi ketika suasananya berubah, mood saya kembali menghilang.
Swing~
Bagai tersapu angin, hilang tak bersisa. Ah, entah kemana mood itu perginya.
Sekarang, saya sedang melawan mood yang hampir terkikis habis. Mencoba kembali lalu mengisi post demi post. Ah lebai... saya rasa hanya post ini saja..
Terlalu lelah dan mengantuk saat ini.
Sekarang, saya sedang mencoba belajar membuat scrapbook dari apapun yang ada di rumah.
Mendaur ulang apa yang bisa didaur ulang, termasuk mendaur ulang mood menulis.
Saya izin hiatus dan akan kembali setelah jadi master scrapbook.
-______________-

Sayonara. Just for a while ya. 
Wish me Luck!
Fighting.

Monday, February 17, 2014

#Temilreg2014_Riba as a Lifestyle_Universitas Gunadarma





SHARIA ECONOMIC FORUM (SEF) UNIVERSITAS GUNADARMA PROUDLY PRESENT:

"RIBA AS A LIFESTYLE"
Film pendek berdurasi enam menit tujuh detik ini adalah sebuah film pendek mengenai salah satu dari tujuh dosa besar yaitu "RIBA". Film ini menyadarkan kita bahwa riba kini telah menjadi gaya hidup kita sehari-hari. Tanpa kita sadari. Inilah saatnya bagi kita, untuk bangkit, menyadarkan bangsa ini dari sistem ribawi yang paling kecil.
Inilah tugas kita semua, para Ekonom Rabbani!
Share dan like video ini :)
Terimakasih.

Tuesday, February 11, 2014

Closed for good, maybe.

Aku rasa perlu menutup semuanya kembali
sensitifitas rasa ini telah kembali
rasanya seperti teriris atau bahkan telah robek
tak akan ada perekat

sekali lagi, seperti menaburkan garam di luka yang basah
perih....
terlalu berlebihan bagimu
tapi itulah Aku

Sudah cukup bagiku bertemu orang yang sama
yang mengulang kembali luka yang sama
dan kembali lagi menaburkan garam di tempat yang sama
bagai Aku tak memiliki rasa

Aku akan menjadi lagi
sebuah rumah
berpintu
dan tertutup rapat

butuh waktu lama
sekalipun kau memiliki kunci
tidak dapat dibuka
karena pintu itu dirancang tertutup erat

Tanpa kunci
Tanpa celah

Maaf. Pintu itu memang dirancang tak bisa dibuka.
Cukup lihat saja dari luar.
Berbicara pun tak ada gunanya.
tak akan ada yang menyahut.

pintu ini kedap suara.
tak ada suara yang akan masuk.
bahkan ketika kau merengek dan memohon
bukan karena Aku kejam, tapi pintu itu kedap suara

Tetaplah disana. Percuma.
Tak ada yang didengar, tak ada yang dilihat.
dan tak akan terbuka.

Sayonara
 

DreamCatcher Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez