Friday, October 4, 2013

SEMINAR KULIAH INFORMAL HUKUM EKONOMI SYARIAH (SESI 2)

Posted by Unknown at 9:14 AM 0 comments


Pada seminar sesi kedua ini disampaikan Oleh Bapak Dr. Mulya E. Siregar selaku Asisten Gubernur Bank Indonesia yang berjudul Prospek Karir di Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia. 

Pada awal seminar, Beliau menyampaikan sekilas mengenai kinerja ekonomi Indonesia saat ini. Dimana pertumbuhan ekonomi kita saat ini tengah mengalami penurunan dari angka 6,2% pada tahun 2012 menjadi 5,5 – 5,9% pada tahun ini. Hal ini dikarenakan adanya perlambatan permintaan domestic, penurunan investasi dan adanya tekanan harga pada inflasi dan nilai tukar. Angka pengangguran sedikinya menurun dari 11,6% menjadi 11,4% pada Maret 2013 dan kemiskinan ditargetkan menjadi 5.8% dan terus menurun.

Peran perbankan Indonesia pun masih belum optimal dalam mendukung sekto riil. Credit to GDP Ratio Indonesia masih yang terendah di ASEAN sekitar 26 – 32%. Thailand, Singapore dan Malaysia memiliki ratio rata rata diatas 100%. Hal itu membuktikan bahwa sector perbankan kita maih memiliki kesempatan yang besar untuk berkembang dan pastinya kebutuhan tenaga kerja pun sangat besar. Belum lagi, pertumbuhan perbankan syariah yang cukup tinggi dari 34% pada tahun 2012  menjadi 41%  (yoy) pada tahun ini. Dilihat dari kontribusinya terhadap sector riil  melalui rasio pembiayaan terhadap toal simpanan (FDR) yaitu 104% dengan kredit macet masih di bawah 3% dalam dua tahun terakhir. Namun, karena perlambatan kinerja ekonomi nasional Market share perbankan syariah menurun menjadi 4,86%. Padahal Bank Indonesia menargetkan bisa mencapai angka 5%.

Peluang dan potensi terhadap perbankan syariah sangat besar baik dari segi domestic maupun internasional. Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia 227 juta jiwa dimana banyak perpindahan dari lower income menjadi middle income class, sehingga demand domesticnya cukup tinggi. Selain itu, adanya dukungan dari pemerintah, masyarakat, regulator dan ulama untuk pengembangan perbankan syariah dalam bidang pembiayaan proyek – proyek pemerintah & korporasi, serta rencana pengelolaan 100% dana haji di bank syariah, konversi bank umum menjadi bank syariah, ekspansi bisnis di pasar MEA, dan sebagainya.
Sayangnya, produk ekonomi syariah di Indonesia tidak begitu berkembang di dalam perekonomian dikarenakan dua hal, yaitu tidak adanya pemahaman yang memadai dari sisi ekonomi syariah dan dari sisi hukum syariah. Dalam memahami hukum syariah perlu adanya switching mind dari hukum – hukum positif menjadi hukum – hukum syariah. Kelebihan dari produk ekonomi syariah di Indonesia adalah karena sikap kehati – hatian dalam meluncurkan produk berbasis syariah. Di luar negeri, banyak sekali produk inovasi syariah namun kehalalannya dikhawatirkan.

Beliau menunjukkan outlook perbankan syariah 2013 dari sisi estimasi dana pihak ketiga, total asset dan estimasi pembiayaan SMEs. Secara garis besar, semuanya menunjukkan pertumbuhan yang baik dan mengalami kenaikan. Hal ini menunjukkan begitu banyak peluang yang akan tersedia pada perbankan syariah.  Beliau sempat menceritakan mengenai anaknya yang membangun usaha ekonomi kreatif bersama temannya. Ketika negosiasi usaha tersebut berhasil, mereka memerlukan modal untuk implementasinya. Mereka pun mengajukan pada pihak bank, namun mereka memiliki kendala karena tidak adanya track record.hal ini menurut Beliau harus menjadi PR bagi para Bank Syariah untuk dapat mengatur strategi pembiayaan bagi mereka yang tidak memiliki track record seperti mahasiswa.

Kebutuhan SDM Bank Syariah diperlukan untuk memenuhi BUS, UUS maupun BPRS. Pada tahun 2012, dibutuhkan 170 prodi untuk memenuhi kebutuhan akan SDM Bank Syariah. Sehingga pada tahun 2016 tidak aka nada lagi pembukaan untuk prodi syariah. Walaupun jika dihitung, mungkin akan terjadi over supply. Namun, hal tersebut bila dilihat dari kenaikan/deltanya. Bukan dari angka kumulatifnya. Dengan kata lain, demandnya akan selalu lebih tinggi daripada supplynya.

Untuk itu, diperlukan skill atau kemampuan mumpuni untuk setiap bidangnya. Baik sebagai ustadz/ulama, bankers/lawyer/economist atau Quantitative. beliau menjelaskan bahwa masing – masing bidang harus diisi oleh orang yang memang memiliki skill dibidangnya. Jangan sampai yang kuliah di bidang keagamaan harus membuat model ekonomi dan sebagainya. Kecuali ia memiliki kemampuan untuk itu. Tantangan yang sedang kita hadapi saat ini adalah keterbatasan prodi dan belum adanya aturan mengenai kurikulum standar ekonomi syariah, perlunya literature yang memadai untuk buku teks ekonomi maupun hukum syariah, dan kurangnya jumlah dosenyang berkompeten di bidangnya. Implikasinya adalah tidak adanya pemenuhan untuk perbankan syariah tersebut sehingga diperlukan adanya short course atau pelatihan pelatihan yang masuk ke dalam program latihan internal sebuah perusahaan. 

Dalam pemenuhan SDM yang mumpuni dalam bidang ekonomi syariah terdapat dualism di perguruan tinggi, yaitu bentuk perguruan tinggi DEPDIKNAS dan DEPAG. DEPDIKNAS ini merupakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang bentuk pembelajarannya terfokus pada mata kuliah pilihan sehingga SDM nya kurang memenuhi pemahaman mengenai aspek fiqh. Sedangkan DEPAG merupakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Islam dimana SDM nya difokuskan pada jurusan dan program studinya namun lemah pada penguasaan studi ekonomi/keuangannya. 

Oleh karena itu, Bank Indonesia memiliki peranan bagi lembaga keuangan seperti kerjasama dalam lembaga sertifikasi profesi, menyediakan anggaran pengembangan SDM, Memiliki lembaga pegembangan perbankan Indonesia dan secara tidak langsung berupaya memenuhi SDM di perbankan syariah melalui program edukasi dalam iB Campaign dan Gerakan Ekonomi Syariah (GRES). Peranan lainnya yaitu bagi para akademisi, BI bekerjasama untuk kajian & penelitian di bidang ekonomi dan hukum perbankan syariah, mendukung seminar/diskusi/kuliah informal hukum dan perbankan syariah, bekerjasama dalam menyusun textbook ekonomi islam, menerima peneliti tamu, visiting student, joint riset, dan beberapa staf BI merupakan pengajar aktif. Selain itu, peran BI bagi public adalah mensosialisasikan perbankan syariah ke berbagai lapisan masyarakat, ikut serta dalam expo seperti beberapa saat yang lalu dalam International Motor Show, serta aktif terlibat di regulator internasional keuangan syariah.

Pada pukul 12.30 Acara sesi tanya jawab dibuka.

  • Mengapa Bank Indonesia hanya menerbitkan buku ekonomi syariah saja? Tidak ada buku hukum ekonomi syariah?

Jawaban : Bank Indonesia adalah fasilitator. Ketika universitas Anda memiliki buku yang memang siap untuk dikeluarkan. Bank Indonesia memiliki peranan untuk memfasilitasi. Silahkan saja bagi yang ingin bekerja sama.

  • Hukum ekonomi syariah pada prosesnya harus diambil alih oleh pengadilan agama?

Jawaban : Memang. Namun, sebelum itu pengadilan agama harus memiliki kemampuan dan kualitas SDM mengenai ekonomi. Tidak hanya mengurusi nikah, talak, cerai dan wasiat saja. Perlu adanya kualitas SDM yang memadai agar hukum ekonomi syariah ini dapat diambil alih oleh pengadilan agama

  • Bagaimana dengan pandangan orang bahwa bank syariah ini belum 100% murni syariah? Kapan dapat benar – benar syariah?

Jawaban : Modal yang diberikan pemerintah kepada bank syariah pun belum tentu 100% syariah. Tetapi jika kita tidak memulai, Indonesia tidak akan pernah memiliki Bank Syariah. Kita harus belajar sambil berjalan. Tidak bisa menunggu sampai harus 100% syariah dulu. Kapan kita akan memulai? Jika kita melihat Turki, Turki adalah Negara sekuler. Tidak ada bank syariah di Turki. Yang ada hanya Participant Bank dimana kebijakannya tidak terdengar syariah ataupun keislaman namun substansinya sangat syariah. Hal inilah yang dilakukan Endorgan agar semua masyarakat bisa menerima hal ini sebagai hal yang universal. Inilah islam yang sesungguhnya, rahmatan lil alamiin. Tidak selalu harus dengan semboyan – semboyan islam untuk menunjukkan kehalalannya. Tetapi substansinya agar pelaksanaannya dapat diterima oleh semua masyarakat bahkan tidak dapat ditentang.

  •  Keterbatasan prodi & belum adanya kurikulum standar menjadikan SDM Perbankan Syariah kita jauh tertinggal sehingga pencapaian dalam market share pun menurun. Kualitas SDM yang hanya ingin duduk manis di belakang mejapun menjadi salah satu alasan, tidak berkembangnya tim marketing perbankan syariah. Lalu bagaimana Bank Indonesia harusnya membina bank – bank syariah agar dapat menyerap tenaga kerja yang sebenarnya tersedia agar efektif dan efisien?

Jawaban : Benar. Penurunan market sharepun bisa menurun karena kurangnya inovasi pada produk kita. Alasannya kembali lagi, kita  sangat berhati – hati dalam meluncurkan produk syariah. Berhubung Negara kita adalah Negara demokrasi, penyimpangan karena adanya produk yang tidak sesuai dengan apa yang kita luncurkan dapat memicu konflik di masyarakat. Ada begitu banyak produk syariah di Arab Saudi namun not applicable. Sedangkan, produk – produk Indonesia applicable but not sharia compliment.

Untuk SDM dari segi marketing memang perlu adanya pembinaan berkelanjutan. Oleh karena itu, BI menghadirkan Hermawan Kertajaya sebagai ahli marketing untuk membina markom – markom Bank Syariah dilengkapi dengan adanya proses evaluasi dan monitoring. Selain itu, Bank Indonesia pun menggunakan Consulting Company untuk menghadapi pasar MEA.

Kesimpulan yang didapatkan dari seminar sesi kedua ini adalah kebutuhan SDM untuk prospek karir di perbankan syariah terbuka amat luas. Bahkan demandnya akan selalu melebihi supply. Oleh karena itu, diperlukan kualitas SDM yang handal dan mumpuni untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia dan menggali seluruh potensi dan peluang yang kita miliki. Pada akhir seminarnya, beliau berpesan untuk tidak memulai sebuah langkah dengan sikap perfeksionis. Karena hal itu tidak akan memulai apapun. Lakukan dan emban amanah itu dengan baik. Jika tidak, hanya sesal dan siksa yang akan kita dapatkan. Dea.

SEMINAR KULIAH INFORMAL HUKUM EKONOMI SYARIAH (SESI 1)

Posted by Unknown at 9:08 AM 0 comments
Kuliah Informal Hukum Ekonomi Syariah atau yang biasa disingkat KIHES ini telah dibuka untuk kedua kalinya pada tahun 2013 di bulan September ini. Sebelum mengawali perkuliahan 8 kali pertemuan yang akan diadakan bulan September – November, KIHES diawali dengan seminar pembukaan. Tidak tanggung tanggung, pembicara yang dihadirkan merupakan Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia, Bapak Dr. Edi Setiyadi dan Assisten Gubernur Bank Indonesia, Bapak Dr. Mulya E. Siregar. Pada seminar pembukaan ini, seminar dibagi menjadi 2 sesi bertajuk Penerapan Hukum Perbankan berdasarkan Prinsip Syariah dan Prospek Karir di Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia.

Pada pukul 09.56 WIB Acara KIHES yang diadakan di Stadium Generate UI ini resmi dimulai dengan sambutan oleh Ketua Project Officer BSO Serambi FHHUI dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua BEM FHUI dan dari alumnus FHUI. Acara KIHES ini dibentuk pertama kali pada tahun 2012. Latar belakang diadakannya KIHES ini adalah untuk menarik minat dan mengedukasi mahasiswa khususnya fakultas hukum untuk menjadi ahli dan praktisi hukum ekonomi syariah di Indonesia. Dimana sumber daya manusianya sangat sedikit sehingga kontribusi dalam penyelesaian masalah sengketa di Indonesiapun kebanyakan berasal dari luar negeri. 

Seminar KIHES ini ditujukan untuk umum dan dikhususkan untuk mahasiswa fakultas hukum. Namun, dari perbincangan yang berlangsung selama 4 jam tersebut, pembahasan dari sisi ekonomi lebih mendominasi. Pada seminar sesi pertama, Bapak Edi Setiyadi menekankan bahwa penerapan hukum berdasarkan prinsip syariah adalah diperlukannya pengenalan prinsip ekonomi syariah atau maqashid syariah tersebut. Beliau mencoba menjelaskan perbedaan – perbedaan antara ekonomi konvensional dan ekonomi syariah, seperti adanya ketidakseimbangan antara sector riil dan non riil. Contohnya, pada surat berharga syariah (sukuk), pada sukuk diperlukan underlinednya. Hal ini menunjukkan adanya keseimbangan sector riil dan non riil. Dari aspek legalitasnya, pada ekonomi konvensional semua hukum positif, sedangkan ekonomi syariah legalitasnya berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) yang independen. Jika dibandingkan dengan Malaysia, fatwa tersebut tidak dikeluarkan oleh lembaga independen. Namun, diatur oleh pemerintahannya. Perbedaan lainnya, terletak pada struktur organisasinya yaitu adanya Dewan Pengawas Syariah dibawah pimpinan Dewan Komisaris. Selain itu, ekonomi syariah hanya membiayai perusahaan – perusahaan yang produknya halal atau berbasis syariah. Tidak membiayai perusahaan rokok, minuman keras, perjudian dan sebagainya. Kemudian, dari prinsip operasionalnya, ekonomi konvensional selalu berdasarkan pada interest rate. Sedangkan, pada ekonomi syariah interest rate sudah pasti tidak dapat digunakan karena nilainya pasti. Padahal tidak ada yang nilainya pasti kecuali kematian dan apabila terdapat kepastian maka akan ada pihak yang dirugikan, mungkin dari pihak bank ataupun deposan dsb.

Perkembangan ekonomi syariah saat ini berkembang pesat. Ekonomi syariah di Saudi Arabia berkembang cepat karena factor resourcesnya. Ekonomi syariah di Korea dan Jepang berkembang karena sukuknya yang mendominasi, Ekonomi syariah di Malaysia berkembang dikarenakan peran pemerintahnya yang besar dan sangat mendukung hal ini. Sedangkan ekonomi syariah kita berkembang karena sudah mulai adanya kesadaran dan permintaan pasar pada bidang ini. Namun, kekurangan dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Uangpun tidak langsung turun ke Indonesia, biasanya melalui Malaysia atau Singapura, karena kita masih belum memiliki payung hukum yang kuat

Sejak dikeluarkannya UU Perbankan Syariah dan UU tentang sukuk, asset perbankan syariah berkisar antara 40 – 50%. Pada Juli 2013, Indonesia sudah memiliki 11 BUS (Bank Usaha Syariah), 24 UUS (Unit Usaha Syariah), dan 160 BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syariah). Bedanya dengan Malaysia, mereka tidak memiliki UUS. Dikarenakan pada awalnya bank – bank di Malaysia semuanya menawarkan produk syariah atau disebut windows. Sedangkan Indonesia tidak dapat melakukan hal tersebut dikarenakan kita sudah memiliki UUS.

Beliaupun memaparkan hasil survey IMF terhadap Indonesia, mengapa Negara kita sempat tahan pada keadaan krisis? Jawabannya kembali lagi karena adanya keseimbangan antara sector riil dan non riil. Inilah andil Bank Syariah di Indonesia. Selain itu, Bank syariah juga menimbulkan kontradiktif dalam kebijakan dan implementasinya. Diantaranya, harus adanya keterkaitan antara UU Perbankan syariah dan peradilan agama, Sukuk korporasi kita yang masih bernilai 7 -8 triliun saja, Ada 23/24 Universitas Syariah yang harus spin off (berbentuk PT) dan hubungannya dengan kepemilikan Bank Asing, masih ada beberapa hal yang belum terintegrasi seperti kerjasama dengan Mahkamah Agung untuk menyiapkan hakim hakim berbasis syariah namun masih banyak fatwa yang masih belum cukup kuat. Oleh karena itu, Bank Indonesia membentuk komite perbankan syariah dengan beranggotakan dirjen perundang – undangan. Hal ini bertujuan mengubah fatwa – fatwa menjadi hukum – hukum positif yang lebih kuat di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.
Pada Pukul 11.00, Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang banyak mengundang antusiasme para peserta.
  • Mengapa masih ada unsur konvensional pada Bank Syariah? Seperti adanya pendapatan non halal pada Bank Syariah?
Jawaban : Pada hal ini, unsur konvensional pada Bank Syariah bukan berarti Bank tersebut masih menggunakan system riba atau bunga. Tetapi, karena hukum positifnya belum mendukung secara keseluruhan. Misalnya, ketika akad jual beli atau murabahah dilaksanakan, maka Bank tersebut harus memiliki gudang luas untuk menyimpan harta yang sudah dimiliki (mis. Mobil) agar dapat dijual kembali kepada nasabah. Belum lagi, bank syariah harus menghadapi paradigma masyarakat yang sudah konvensional karena pemahaman mereka antara margin dan bunga terlihat sama. Padahal berbeda.
Mengenai pendapatan non halal ini bukan didapatkan karena Bank Syariah bermain di pasar uang dan sebagainya. Pendapatan ini didapatkan apabila Bank syariah ini menetapkan denda kepada nasabah karena kesalahan atau pengingkaran janji pembayaran, uang yang dibayarkan nasabah ini masuk kedalam pendapatan non halal yang tidak akan digunakan pada kegiatan operasional bank. Bisa juga, karena suatu bank konvensional mengonversikan banknya menjadi bank syariah.
Selain itu, kita perlu melihat syariah atau konvensional pada bagian neraca. Sebuah bank tidak akan bekerja jika tidak ada sumber dana atau liabilitiesnya. Dewasa ini, ketika suku bunga tinggi, bank bank konvensional akan mendapatkan sumber dana dari para deposan. Untuk dapat bersaing, bank bank syariah pun harus tetap mengisi liabilitiesnya. Namun, bukan dengan menawarkan bunga, tetapi diisi dengan keuntungan Bank bukan keuntungan nasabah. Oleh karena itu, dapat kita lihat ROA Bank Syariah lebih kecil dibandingkan Bank Konvensional.
  • Bagaimana Bank Indonesia dalam menghadapi MEA 2015?
Jawaban : Pada MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), industry bisnis memang dimulai pada tahun 2015. Sedangkan industry keuangan akan dimulai pada tahun 2020. Untuk menghadapi pasar MEA dimana non tariff akan dilaksanakan kita perlu adanya regulator Bank Syariah untuk menentukan bank – bank syariah mana yang dapat beroperasi di Indonesia termasuk dalam memasarkan produknya.
  •  Bagaimana dengan diluncurkannya credit card yang dianggap tidak sesuai syariah?
Jawaban : Ada beberapa bank yang mengeluarkan credit card atau disebut syariah card seperti CIMB, Bank Mega Syariah, Bank BNI Syariah dengan hasanah Cardnya dsb. Untuk produknya, kredit card ini halal karena ada fatwanya. Kami hanya membolehkan produk yang bersifat universal atau sesuai dengan demand di pasar. Bank Indonesiapun sudah memiliki kodifikasi product lengkap dengan fatwanya. Sedangkan untuk produk – produk turunan seperti kartu kredit memang harus dipresentasikan, seperti apa mekanismenya. Contohnya, jika kredit card ini disalahgunakan untuk pembelian barang non halal, maka profit yang didapatkan harus disalurkan ke pendapatan non halal. Ini merupakan salah satu kebijakan DSN.
  • Hanya sekitar 40% masyarakat yang mengenal lembaga keuangan formal. Bagaimana masyarakat dapat mengenal Bank?
Jawaban : Kenyataannya, bank – bank syariah di Indonesia lebih banyak tersebar di jawa – bali. Sedikit sekali sebarannya di daerah Sumatera. Dikarenakan adanya sentaralisasi para ahli di Jakarta. Hal inilah yang harus dicermati. Oleh karena itu, ada kebijakan multi lease and sync guna menyebarkan bank – bank syariah ke zona zona lainnya termasuk menarifkan biaya mendirikan kantor yang lebih mahal untu kdaerah Jakarta dan biaya yang lebih murah di daerah sumatera misalnya. Selain itu, Bank Indonesia berusaha menghubungkan Bank – bank syariah dengan lembaga informal seperti baitul maal Wat Tamlik, dll. Serta melalui Financial Literacy dalam rangka edukasi kepada masyarakat.

Dalam seminar sesi pertama ini dapat disimpulkan bahwa kita perlu memahami esensi Bank syariah itu sendiri. Tidak hanya memahami hukum, ekonominya saja juga landasan syariah itu sendiri. Dikhawatirkan pada MEA 2015 nanti akan banyak produk – produk berkedok halal. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi dari pemerintah, masyarakat dan Bank itu sendiri untuk mengedukasi penerapan prinsip ekonomi syariah kepada masyarakat luas. Jangan sampai kembali kepada paradima suku bunga “Mekanisme suku bunga dalam paradigma adalah tidurpun bisa dapat uang.” – Dr. Edi Setiady (Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia)

Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi

Posted by Unknown at 8:43 AM 0 comments
Siapa yang ingin mulai berwirausaha? Yak, yang berminat pasti mengancungkan tangan. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk memulai berwirausaha? Yang pasti kita harus menyiapkan produk yang akan kita jual. Selanjutnya kita perlu untuk menetapkan segmen pasar sasaran yang akan kita tuju. Nah, kali ini penulis akan membahas mengenai segmentasi pasar dan analisis demografi yang harus kita tentukan.
Jangan bingung dulu, kita bahas satu persatu ya..
Menurut Jerry W Thomas (2007), segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar berdasarkan kesamaan, kemiripan, atau mempunyai keterkaitan yang sama. Segmentasi pasar ini memudahkan kita untuk membagi – bagi konsumen menjadi kelompok – kelompok yang homogeny. Segmentasi pasar merupakan langkah pertama dalam strategi pemasaran tiga tahap. Strategi pemasaran tiga tahap yaitu:
  1. Membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang homogen.
  2. Memilih satu segmen atau lebih yang dijadikan target. Pemasar harus mengambil keputusan atas dasar bauran pemasaran yang khusus yaitu produk, harga, saluran, dan/atau daya tarik promosi khusus untuk setiap segmen yang berbeda.
  3. Menentukan product positioning (posisi produk) sehingga dirasakan oleh para konsumen di setiap segmen yang dibidik sebagai produk yang memberikan kepuasan lebih baik daripada berbagai penawaran bersaing lainnya.
Tujuan dengan dilakukannya segmentasi pasar yaitu untuk menyusun strategi setiap segmen pasar, karena setiap segmen pasar memerlukan strategi pemsaran yang berbeda – beda. Contohnya jika kita lihat KFC untuk membidik pasar anak – anak, mereka menyiapkan paket khusus anak – anak seperti Chucky Kids Meal, disediakan hadiah berupa mainan anak – anak untuk setiap pembelian paket, iklan yang lebih menarik dengan mascot boneka KFC. Hal ini tentu berbeda jika KFC membidik pasar dewasa. Seperti itulah segmentasi pasar dan tujuan dari segementasi pasar tersebut.
Segmentasi pasar memiliki sembilan kategori utama yang dijadikan dasar untuk melakukan segmentasi, yaitu :

1. Segmentasi Geografis
2. Segmentasi Demografis
3. Segmentasi Psikologis
4. Segmentasi Psikografis
5. Segmentasi Sosial Budaya
6. Segmentasi Terkait Pemakaian
7. Segmentasi Situasi Pemakaian
8. Segmentasi Manfaat
9. Segmentasi Gabungan

Kali ini, saya akan menjelaskan segmentasi pasar dari karakteristik demografisnya. Karakteristik demografis yang paling sering digunakan yaitu :
  • Usia,
  • Gender (jenis kelamin),
  • Status perkawinan,
  • Pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan, dsb.
Seperti contoh tadi, saya memberikan contoh segmentasi pasar dari usia yaitu anak – anak. Segmentasi Demografis dinilai memberikan informasi yang paling efektif dari segi biaya dan mudah diperoleh. Karena segmentasi demografis bersifat lebih spesifik pada satu individu mengenai usia, gender, pendapatan, pendidikan dan sebagainya. Selain itu, data – data demografis lebih mudah diukur daripada variable segmentasi yang lain.
Manfaat dari segmentasi pasar menurut (Porter, 1991), Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif

Sumber :
http://husniaalfaini.blogspot.com/2011/01/perilaku-konsumen-segmentasi-pasar-dan.html

Saturday, September 21, 2013

Langkah Mudah Metode Forecasting

Posted by Unknown at 8:17 PM 0 comments
Assalamu'alaikum..

Hari ini, saya akan membahas langkah mudah memahami Bab Forecasting dalam Manajemen Operasional.
Perlu kita ketahui, bahwa Forecasting atau peramalan diperlukan dalam penentuan kebijakan perusahaan, karena adanya timelag atau delay, untuk menyiapkan tindakan dan program perusahaan, sebagai dasar penyusunan bisnis hingga dasar informasi pengambilan keputusan.

Nah, ada beberapa metode yang digunakan didalam forecasting.
Disini saya akan membahas 3 metode yang akan digunakan di dalam pembelajaran seperti Moving Average, Weight Moving Average dan Eksponential Smoothing.
Segala sesuatu agar mudah dipahami harus kita ketahui lebih dahulu ciri khasnya. Ibarat manusia, cari tahu tahi lalatnya. lho? Canda canda..
Untuk Moving Average, Rumusnya didapatkan dari total jumlah penjualan terakhir dari banyaknya periode pergerakannya dibagi jumlah data dikurangi jumlah periode pergerakan. (Intinya hanya dijumlahkan lalu dibagi)
Untuk Weight Moving Average, memiliki beberapa bobot sesuai pergerakannya. Dimana bobotnya dikalikan dengan data penjualannya.
Untuk Eksponential Smoothing, memiliki alfa atau tingkat kesalahan.

Agar lebih Mudah dipahami, berikut saya berikan tahapan dan gambar untuk masing maing metode.

MOVING AVERAGE






WEIGHT MOVING AVERAGE



EKSPONENTIAL SMOOTHING


Semoga bermanfaat~

Sincerely
Dea

Tuesday, September 17, 2013

Manusiawinya manusia

Posted by Unknown at 4:48 PM 0 comments
Kesalahan pada seorang manusia memang sangat bahkan amat manusiawi
Tidak ada manusia yang begitu sempurna
Begitu disiplin dengan tingkat error yang kecil
Mustahil

Terkadang kita harus mengetahui sesuatu yang harusnya tidak kita ketahui
Mengetahui hal - hal yang menyakitkan ataupun menyedihkan
Sengaja ataupun tidak sengaja
Semuanya menimbulkan kesan dan penilaian

Kembali lagi, semuanya akan dianggap manusiawi
atau seperti quote ini "Namanya juga manusia. khilaf itu wajar"
Tetapi ada begitu banyak yang menjadikan khilaf itu alasan
Sengaja atau tidak disengaja. Tapi  kembali lagi, semuanya berawal dari niat.

Dimana - mana memang mempertahankan itu selalu lebih sulit daripada memperoleh
Ada banyak pengorbanan yang harus diberikan dan dikeluarkan
Padahal bukan hanya itu, ada simpati, empati dan menjaga perasaan sesama
Kembali lagi, kesalahan dan ketidak sesuaian itu manusiawi

Sulit ketika kita mengetahui apa yang harusnya mereka sembunyikan
Bukan karena dicurahkan dari yang bersangkutan
Bisa karena kita membaca keadaan, membaca bahasa tubuh bahkan menganalisis dari bukti yang ada
Mungkin bukan suudzon, hanya saja semuanya mengarah dan menjadi terarah

Terlalu bingung untuk diungkapkan
Untuk apa? dan Apa gunanya?
Walaupun rasanya mengganggu dan bisa jadi masuk ke dalam alam bawah sadar
Disimpan rapat dalam kotak memori
Akan lebih awet karena tidak pernah disampaikan
Tidak pernah dilupakan

Semua ini hanya curahan hati
kata - kata yang ingin dirangkai dengan kesimpulan seperti ini,
"Kesalahan memang begitu manusiawi untuk manusia. Namun, lakukanlah apa yang harus dilakukan, tepati apa yang harus ditepati dan apapun yang Kita lakukan lihatlah apakah dampaknya menyakiti orang lain atau tidak. Walaupun Kesalahan itu manusiawi. Jangan pernah diniatkan."

Berbahagialah karena dirimu. Apapun yang orang lain perbuat jangan pernah membuatmu tidak bahagia dan down.
Semoga kalian semua bahagia.

Monday, September 16, 2013

Resep Bubur Jagung Manis (Mudah & Sederhana)

Posted by Unknown at 4:32 PM 0 comments
Assalamu'alaikum..
Happy mondaysemuanyaaaaa~
Hari ini saya akan membahas sebuah resep yang sudah saya uji coba di dapur. (in Queen'skitchen :D )
Nah karena suka banget sama jagung, mau coba buat bubur jagung manis nih. Akhirnya kesampaian jugaaaa ^^
Ini dibuat sesederhana mungkin.  Tapi kandungan serat dan gizinya tetap tinggi. Untuk rasa sepertinya tidak mengecewakan.. hehehe
Cocok banget dimakan ketika suasana dingin, sedang hujan, galau, hahahah.. slurrrrp :9
Yup, here it is.

Bubur Jagung Manis

Bahan :
- Jagung manis 1,5 kg
- Santan kental 1/2 liter
- Santan cair 500ml
- Susu cair 800 ml
- Tepung maizena (larutkan 3 sdm tepung dengan 15 ml atau 3 sendok air)
- Garam secukupnya
- Gula 100gr (sesuai selera)
- Mentega 200gr
- Daun pandan





Cara membuat :
- Pipil jagung manis. (usahakan pisau tegak lurus dengan bonggol jagung sehingga arinya tidak terlalu terbawa, karena akan keras)
- Bagi jagung menjadi 60 : 40. Blender kasar 60 bagiannya. dan cincang(boleh tidak) 40 bagiannya.
- Siapkan air 1000ml, masukan jagung yang telah dicincang. tambahkan sedikit garam, gula dan mentega. Didihkan sampai jagung lunak. Jika masih dirasa kurang lunak dapat menambahkan air.
- Masukan santan cair, susu, daun pandan dan jagung yang telah diblender. Aduk terus hingga matang dan teksturnya melembut.
- Masukan larutan tepung maizena. Aduk rata.
- Matikan api. Siap disajikan.

Note.
- Untuk tingkat manisnya, saya sarankan untuk menggunakan sedikit gula untuk mempertahankan rasa manis dari jagung. Selain itu, rasa manis juga sudah didapatkan dari susu cair.
- Kekentalan sebenarnya dapat dilihat ketika dingin. Jadi jangan terlalu banyak menambahkan larutan maizena. 
- Yang terakhir, harus selalu diaduk. karena kandungan gulanya cukup tinggi, bubur jagung ini gampang gosong lho :D

Selamat Mencobaaaaaaaa~





Thursday, August 29, 2013

A Short Story about Middle Management Laboratorium

Posted by Unknown at 9:48 PM 0 comments
Oke, bahasa inggrisnya cukup dijudul aja yah.. hehehe
cerita lebih lengkapnya akan berbahasa Indonesia agar lebih mudah dimengerti *ngeles*
Baik, lebih jelasnya akan berisi mengenai angkatan 21 - Kecemen-

Alhamdulillah, saya sudah bergabung dan diterima bersama dengan teman - teman seperjuangan saya untuk masuk Laboratorium Manajemen Menengah. Ada yang berasal dari Kampus Kalimalang dan Kampus Depok. Baik melamar sebagai Asisten maupun Programmer. Tujuan kami sama, yaitu mencari pengalaman. Kami berasal dari kelas yang berbeda - beda, bahkan ada yang berasal dari Salemba. Perbedaan letak kampus dan kelas tidak jadi hambatan untuk kami berbaur menjadi satu angkatan yang kompak. Kami angkatan ke - 21. Kakak senior kami dari angkatan 19 dan 20 menyebut angkatan kami dengan "Kecemen". Entah kami kece - kece atau kami memang kece. hehehe. Yah, pokoknya kami ini angkatan 21 yang kece. :)
Kakak - kakak kami juga kece, baik dan bersahabat. tidak ada yang tidak friendly, hanya saja kami maih butuh waktu untuk benar - benar tidak merasa malu saja ^^. so far, so good.. Everything's gonna be alright.

Flash back...
Kami juga sudah berkumpul bersama selama 3 hari di malam keakraban. Disana, kami dipertemukan untuk mengasah kekompakan, solidaritas dan kebersamaan menyatukan begitu banyak kepala. Hal yang paling berkesan adalah ketika kami ditantang menyiapkan sebuah pentas seni dadakan yang menurut saya membutuhkan kreativitas yang tinggi. belum lagi, perbedaan pendapat dan ide - ide yang harus ditampung agar semuanya menjadi satu. Di tengah hangatnya api unggun, kami mempersembahkan sebuah drama dan puisi untuk mereka. Diakhiri dengan bernyanyi bersama dalam suasana yang menyenangkan.
Tibalah waktunya, mereka berkomentar. kami semua berpegangan tangan menunggu pernyataan Kakak - kakak kami. Namun, apa daya. pensi kami dinilai terlalu biasa. Memang mengharukan namun terasa sangat biasa dan tidak begitu berkesan. saat itu pula, Kami ditantang untuk melakukan hiburan kembali keesokan harinya. semuanya lemas. tapi harus dihadapi.

Keesokan paginya, kami sempatkan berkumpul bersama dan menggelar rapat dadakan untuk acara hiburan. sebuah acara hiburan yang terkesan konyol, lucu, mungkin akan lebih berkesan. tim kreatif kami yang lebih banyak laki - laki segera memikirkan berbagai cara. dan tercetuslah sebuah ide hiburan berupa panggung drama tentang eyang ***ur diselingi iklan - iklan plesetan yang dibawakan oleh teman kami sebagai presenter jilat investigasi. Dan, yak! Alhamdulillah hiburan kedua ini berhasil membuat mereka tertawa dan terkesan. Ya, setidaknya persiapan dadakan kami berhasil. memang benar, manusia seperti teh. kalau airnya panas pasti warnanya keluar. :) Dari situlah, mereka memanggil kami dengan sebutan kecemen :D

Baik, kembali pada masa ini.
Hari ini adalah hari ketiga kami mengikuti training di lab. mamen (begitu kami menyebutnya). ketika mahasiswa lain sedang asyik menonton TV, main internet, atau bahkan maih tidur. kami sedang berkutat dengan jutaan rupiah yang harus dihitung dan gak ada bentuknya. hahahaha. pokoknya datang pagi pulang petang deh. Namun, semuanya kami jalani dengan enjoy dan senang.
Training yang akan diadakan selama dua minggu full ini akan menjadi modal kami nanti. stay up for while every night just to finish this homework. it doesnt matter cause i like.
yang terpenting, kami semua saling menyemangati. semoga ini akan menjadi awal yang indah untuk semuanya.
Salam Kecemen,
21 ^^

Friday, August 23, 2013

Tersenyum saja. Cukup.

Posted by Unknown at 2:05 PM 0 comments

Teringat pertanyaan teman ketika itu.
"Apakah Kamu gak pernah bersedih?"
Aku hanya tercengang. Diam.
Itu pasti retoris.
Dia bertanya sekali lagi.
" Apakah Kamu gak pernah bersedih?"
"Mana mungkin tidak.." hanya itu jawabku.

Setiap orang pasti punya masalahnya masing masing.
Punya tingkat kesedihan masing masing. Jika itu penyakit, berarti tergantung imunitasnya. Tapi jika itu kesedihan, maka tergantung pada problem solvingnya.

Bersedih bukan berarti kita harus menunjukkan bahwa kita sedang bersedih. Berduka bukan berarti kita menangis meraung raung. Ada kalanya, hanya kita dan Allah yang berbincang. Ketika sajadahmu basah oleh air mata. Ketika bacaan sholatmu terasa bergetar di hati. Tidak semua kesedihan harus ditunjukkan. Bukankah yang wajib ditunjukkan pada saudaramu adalah sebuah senyuman?
Senyuman yang mendekatkan jarak dan mendamaikan hati.
Tidak semua kesedihan harus dihantarkan.
Tidak semua dukacita harus dengan air mata.
Tidakkah cukup Allah yang tau betapa sedihnya engkau..

Mama tercinta selalu mengatakan bahwa kita tidak boleh menunjukkan wajah murung, tidak suka bahkan tidak bersemangat sekali pun..
Karena orang lain akan merasakan hal yang sama. Jika ia berlaku seperti itu, apakah kita suka? Tentu saja tidak..
Termasuk kesedihan. Tidak semua kesedihan harus dihantarkan.
Hantarkan kebahagiaan. Hantarkan sebuah senyuman.
Jadilah kuat dan mengaliri semangat pada orang lain.

Tersenyum bukan berarti berpura pura. Tetapi memaksa diri untuk tetap bahagia dan menjadi benar benar bahagia.

Fighto!

Breaking

Posted by Unknown at 1:40 PM 0 comments

Aku hanya seorang manusia biasa
Selalu merasa bodoh
Selalu merasa tidak lebih baik
Selalu merasa kurang

Aku hanya seorang penggapai mimpi
Dimana semangat bagai air laut
Pasang surut tak kenal waktu

Aku tidak pernah merasa cukup
Bukan karena serakah
Bukan karena tidak bersyukur
Karena Aku menyadari bahwa
Aku hanyalah debu kecil

Debu yang apabila tertiup angin
Pasti menghilang
Pasti tersapu
Pasti terbawa

Aku harus bisa menjadi keras
Menjadi bata
Menjadi sebuah pondasi
Di atas keyakinan diri

Yang tidak mudah tertiup angin
Lalu menghilang
Aku ingin mengukir nama pada sebuah sejarah
Mengukir manfaat pada orang lain
Mengukir arti yang akan Aku tinggalkan

Aku tidak akan abadi
Aku pasti mati
Tidak tau dimana ia akan menjemput
Kapan dan seperti apa

Aku selalu merasa bodoh
Selalu merasa tidak lebih baik
Aku selalu haus dan lapar
Ilmu yang tidak pernah terbatas

Aku tidak serakah
Aku. Hanya ingin bermanfaat.

Friday, October 4, 2013

SEMINAR KULIAH INFORMAL HUKUM EKONOMI SYARIAH (SESI 2)



Pada seminar sesi kedua ini disampaikan Oleh Bapak Dr. Mulya E. Siregar selaku Asisten Gubernur Bank Indonesia yang berjudul Prospek Karir di Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia. 

Pada awal seminar, Beliau menyampaikan sekilas mengenai kinerja ekonomi Indonesia saat ini. Dimana pertumbuhan ekonomi kita saat ini tengah mengalami penurunan dari angka 6,2% pada tahun 2012 menjadi 5,5 – 5,9% pada tahun ini. Hal ini dikarenakan adanya perlambatan permintaan domestic, penurunan investasi dan adanya tekanan harga pada inflasi dan nilai tukar. Angka pengangguran sedikinya menurun dari 11,6% menjadi 11,4% pada Maret 2013 dan kemiskinan ditargetkan menjadi 5.8% dan terus menurun.

Peran perbankan Indonesia pun masih belum optimal dalam mendukung sekto riil. Credit to GDP Ratio Indonesia masih yang terendah di ASEAN sekitar 26 – 32%. Thailand, Singapore dan Malaysia memiliki ratio rata rata diatas 100%. Hal itu membuktikan bahwa sector perbankan kita maih memiliki kesempatan yang besar untuk berkembang dan pastinya kebutuhan tenaga kerja pun sangat besar. Belum lagi, pertumbuhan perbankan syariah yang cukup tinggi dari 34% pada tahun 2012  menjadi 41%  (yoy) pada tahun ini. Dilihat dari kontribusinya terhadap sector riil  melalui rasio pembiayaan terhadap toal simpanan (FDR) yaitu 104% dengan kredit macet masih di bawah 3% dalam dua tahun terakhir. Namun, karena perlambatan kinerja ekonomi nasional Market share perbankan syariah menurun menjadi 4,86%. Padahal Bank Indonesia menargetkan bisa mencapai angka 5%.

Peluang dan potensi terhadap perbankan syariah sangat besar baik dari segi domestic maupun internasional. Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia 227 juta jiwa dimana banyak perpindahan dari lower income menjadi middle income class, sehingga demand domesticnya cukup tinggi. Selain itu, adanya dukungan dari pemerintah, masyarakat, regulator dan ulama untuk pengembangan perbankan syariah dalam bidang pembiayaan proyek – proyek pemerintah & korporasi, serta rencana pengelolaan 100% dana haji di bank syariah, konversi bank umum menjadi bank syariah, ekspansi bisnis di pasar MEA, dan sebagainya.
Sayangnya, produk ekonomi syariah di Indonesia tidak begitu berkembang di dalam perekonomian dikarenakan dua hal, yaitu tidak adanya pemahaman yang memadai dari sisi ekonomi syariah dan dari sisi hukum syariah. Dalam memahami hukum syariah perlu adanya switching mind dari hukum – hukum positif menjadi hukum – hukum syariah. Kelebihan dari produk ekonomi syariah di Indonesia adalah karena sikap kehati – hatian dalam meluncurkan produk berbasis syariah. Di luar negeri, banyak sekali produk inovasi syariah namun kehalalannya dikhawatirkan.

Beliau menunjukkan outlook perbankan syariah 2013 dari sisi estimasi dana pihak ketiga, total asset dan estimasi pembiayaan SMEs. Secara garis besar, semuanya menunjukkan pertumbuhan yang baik dan mengalami kenaikan. Hal ini menunjukkan begitu banyak peluang yang akan tersedia pada perbankan syariah.  Beliau sempat menceritakan mengenai anaknya yang membangun usaha ekonomi kreatif bersama temannya. Ketika negosiasi usaha tersebut berhasil, mereka memerlukan modal untuk implementasinya. Mereka pun mengajukan pada pihak bank, namun mereka memiliki kendala karena tidak adanya track record.hal ini menurut Beliau harus menjadi PR bagi para Bank Syariah untuk dapat mengatur strategi pembiayaan bagi mereka yang tidak memiliki track record seperti mahasiswa.

Kebutuhan SDM Bank Syariah diperlukan untuk memenuhi BUS, UUS maupun BPRS. Pada tahun 2012, dibutuhkan 170 prodi untuk memenuhi kebutuhan akan SDM Bank Syariah. Sehingga pada tahun 2016 tidak aka nada lagi pembukaan untuk prodi syariah. Walaupun jika dihitung, mungkin akan terjadi over supply. Namun, hal tersebut bila dilihat dari kenaikan/deltanya. Bukan dari angka kumulatifnya. Dengan kata lain, demandnya akan selalu lebih tinggi daripada supplynya.

Untuk itu, diperlukan skill atau kemampuan mumpuni untuk setiap bidangnya. Baik sebagai ustadz/ulama, bankers/lawyer/economist atau Quantitative. beliau menjelaskan bahwa masing – masing bidang harus diisi oleh orang yang memang memiliki skill dibidangnya. Jangan sampai yang kuliah di bidang keagamaan harus membuat model ekonomi dan sebagainya. Kecuali ia memiliki kemampuan untuk itu. Tantangan yang sedang kita hadapi saat ini adalah keterbatasan prodi dan belum adanya aturan mengenai kurikulum standar ekonomi syariah, perlunya literature yang memadai untuk buku teks ekonomi maupun hukum syariah, dan kurangnya jumlah dosenyang berkompeten di bidangnya. Implikasinya adalah tidak adanya pemenuhan untuk perbankan syariah tersebut sehingga diperlukan adanya short course atau pelatihan pelatihan yang masuk ke dalam program latihan internal sebuah perusahaan. 

Dalam pemenuhan SDM yang mumpuni dalam bidang ekonomi syariah terdapat dualism di perguruan tinggi, yaitu bentuk perguruan tinggi DEPDIKNAS dan DEPAG. DEPDIKNAS ini merupakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang bentuk pembelajarannya terfokus pada mata kuliah pilihan sehingga SDM nya kurang memenuhi pemahaman mengenai aspek fiqh. Sedangkan DEPAG merupakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Islam dimana SDM nya difokuskan pada jurusan dan program studinya namun lemah pada penguasaan studi ekonomi/keuangannya. 

Oleh karena itu, Bank Indonesia memiliki peranan bagi lembaga keuangan seperti kerjasama dalam lembaga sertifikasi profesi, menyediakan anggaran pengembangan SDM, Memiliki lembaga pegembangan perbankan Indonesia dan secara tidak langsung berupaya memenuhi SDM di perbankan syariah melalui program edukasi dalam iB Campaign dan Gerakan Ekonomi Syariah (GRES). Peranan lainnya yaitu bagi para akademisi, BI bekerjasama untuk kajian & penelitian di bidang ekonomi dan hukum perbankan syariah, mendukung seminar/diskusi/kuliah informal hukum dan perbankan syariah, bekerjasama dalam menyusun textbook ekonomi islam, menerima peneliti tamu, visiting student, joint riset, dan beberapa staf BI merupakan pengajar aktif. Selain itu, peran BI bagi public adalah mensosialisasikan perbankan syariah ke berbagai lapisan masyarakat, ikut serta dalam expo seperti beberapa saat yang lalu dalam International Motor Show, serta aktif terlibat di regulator internasional keuangan syariah.

Pada pukul 12.30 Acara sesi tanya jawab dibuka.

  • Mengapa Bank Indonesia hanya menerbitkan buku ekonomi syariah saja? Tidak ada buku hukum ekonomi syariah?

Jawaban : Bank Indonesia adalah fasilitator. Ketika universitas Anda memiliki buku yang memang siap untuk dikeluarkan. Bank Indonesia memiliki peranan untuk memfasilitasi. Silahkan saja bagi yang ingin bekerja sama.

  • Hukum ekonomi syariah pada prosesnya harus diambil alih oleh pengadilan agama?

Jawaban : Memang. Namun, sebelum itu pengadilan agama harus memiliki kemampuan dan kualitas SDM mengenai ekonomi. Tidak hanya mengurusi nikah, talak, cerai dan wasiat saja. Perlu adanya kualitas SDM yang memadai agar hukum ekonomi syariah ini dapat diambil alih oleh pengadilan agama

  • Bagaimana dengan pandangan orang bahwa bank syariah ini belum 100% murni syariah? Kapan dapat benar – benar syariah?

Jawaban : Modal yang diberikan pemerintah kepada bank syariah pun belum tentu 100% syariah. Tetapi jika kita tidak memulai, Indonesia tidak akan pernah memiliki Bank Syariah. Kita harus belajar sambil berjalan. Tidak bisa menunggu sampai harus 100% syariah dulu. Kapan kita akan memulai? Jika kita melihat Turki, Turki adalah Negara sekuler. Tidak ada bank syariah di Turki. Yang ada hanya Participant Bank dimana kebijakannya tidak terdengar syariah ataupun keislaman namun substansinya sangat syariah. Hal inilah yang dilakukan Endorgan agar semua masyarakat bisa menerima hal ini sebagai hal yang universal. Inilah islam yang sesungguhnya, rahmatan lil alamiin. Tidak selalu harus dengan semboyan – semboyan islam untuk menunjukkan kehalalannya. Tetapi substansinya agar pelaksanaannya dapat diterima oleh semua masyarakat bahkan tidak dapat ditentang.

  •  Keterbatasan prodi & belum adanya kurikulum standar menjadikan SDM Perbankan Syariah kita jauh tertinggal sehingga pencapaian dalam market share pun menurun. Kualitas SDM yang hanya ingin duduk manis di belakang mejapun menjadi salah satu alasan, tidak berkembangnya tim marketing perbankan syariah. Lalu bagaimana Bank Indonesia harusnya membina bank – bank syariah agar dapat menyerap tenaga kerja yang sebenarnya tersedia agar efektif dan efisien?

Jawaban : Benar. Penurunan market sharepun bisa menurun karena kurangnya inovasi pada produk kita. Alasannya kembali lagi, kita  sangat berhati – hati dalam meluncurkan produk syariah. Berhubung Negara kita adalah Negara demokrasi, penyimpangan karena adanya produk yang tidak sesuai dengan apa yang kita luncurkan dapat memicu konflik di masyarakat. Ada begitu banyak produk syariah di Arab Saudi namun not applicable. Sedangkan, produk – produk Indonesia applicable but not sharia compliment.

Untuk SDM dari segi marketing memang perlu adanya pembinaan berkelanjutan. Oleh karena itu, BI menghadirkan Hermawan Kertajaya sebagai ahli marketing untuk membina markom – markom Bank Syariah dilengkapi dengan adanya proses evaluasi dan monitoring. Selain itu, Bank Indonesia pun menggunakan Consulting Company untuk menghadapi pasar MEA.

Kesimpulan yang didapatkan dari seminar sesi kedua ini adalah kebutuhan SDM untuk prospek karir di perbankan syariah terbuka amat luas. Bahkan demandnya akan selalu melebihi supply. Oleh karena itu, diperlukan kualitas SDM yang handal dan mumpuni untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia dan menggali seluruh potensi dan peluang yang kita miliki. Pada akhir seminarnya, beliau berpesan untuk tidak memulai sebuah langkah dengan sikap perfeksionis. Karena hal itu tidak akan memulai apapun. Lakukan dan emban amanah itu dengan baik. Jika tidak, hanya sesal dan siksa yang akan kita dapatkan. Dea.

SEMINAR KULIAH INFORMAL HUKUM EKONOMI SYARIAH (SESI 1)

Kuliah Informal Hukum Ekonomi Syariah atau yang biasa disingkat KIHES ini telah dibuka untuk kedua kalinya pada tahun 2013 di bulan September ini. Sebelum mengawali perkuliahan 8 kali pertemuan yang akan diadakan bulan September – November, KIHES diawali dengan seminar pembukaan. Tidak tanggung tanggung, pembicara yang dihadirkan merupakan Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia, Bapak Dr. Edi Setiyadi dan Assisten Gubernur Bank Indonesia, Bapak Dr. Mulya E. Siregar. Pada seminar pembukaan ini, seminar dibagi menjadi 2 sesi bertajuk Penerapan Hukum Perbankan berdasarkan Prinsip Syariah dan Prospek Karir di Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia.

Pada pukul 09.56 WIB Acara KIHES yang diadakan di Stadium Generate UI ini resmi dimulai dengan sambutan oleh Ketua Project Officer BSO Serambi FHHUI dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua BEM FHUI dan dari alumnus FHUI. Acara KIHES ini dibentuk pertama kali pada tahun 2012. Latar belakang diadakannya KIHES ini adalah untuk menarik minat dan mengedukasi mahasiswa khususnya fakultas hukum untuk menjadi ahli dan praktisi hukum ekonomi syariah di Indonesia. Dimana sumber daya manusianya sangat sedikit sehingga kontribusi dalam penyelesaian masalah sengketa di Indonesiapun kebanyakan berasal dari luar negeri. 

Seminar KIHES ini ditujukan untuk umum dan dikhususkan untuk mahasiswa fakultas hukum. Namun, dari perbincangan yang berlangsung selama 4 jam tersebut, pembahasan dari sisi ekonomi lebih mendominasi. Pada seminar sesi pertama, Bapak Edi Setiyadi menekankan bahwa penerapan hukum berdasarkan prinsip syariah adalah diperlukannya pengenalan prinsip ekonomi syariah atau maqashid syariah tersebut. Beliau mencoba menjelaskan perbedaan – perbedaan antara ekonomi konvensional dan ekonomi syariah, seperti adanya ketidakseimbangan antara sector riil dan non riil. Contohnya, pada surat berharga syariah (sukuk), pada sukuk diperlukan underlinednya. Hal ini menunjukkan adanya keseimbangan sector riil dan non riil. Dari aspek legalitasnya, pada ekonomi konvensional semua hukum positif, sedangkan ekonomi syariah legalitasnya berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) yang independen. Jika dibandingkan dengan Malaysia, fatwa tersebut tidak dikeluarkan oleh lembaga independen. Namun, diatur oleh pemerintahannya. Perbedaan lainnya, terletak pada struktur organisasinya yaitu adanya Dewan Pengawas Syariah dibawah pimpinan Dewan Komisaris. Selain itu, ekonomi syariah hanya membiayai perusahaan – perusahaan yang produknya halal atau berbasis syariah. Tidak membiayai perusahaan rokok, minuman keras, perjudian dan sebagainya. Kemudian, dari prinsip operasionalnya, ekonomi konvensional selalu berdasarkan pada interest rate. Sedangkan, pada ekonomi syariah interest rate sudah pasti tidak dapat digunakan karena nilainya pasti. Padahal tidak ada yang nilainya pasti kecuali kematian dan apabila terdapat kepastian maka akan ada pihak yang dirugikan, mungkin dari pihak bank ataupun deposan dsb.

Perkembangan ekonomi syariah saat ini berkembang pesat. Ekonomi syariah di Saudi Arabia berkembang cepat karena factor resourcesnya. Ekonomi syariah di Korea dan Jepang berkembang karena sukuknya yang mendominasi, Ekonomi syariah di Malaysia berkembang dikarenakan peran pemerintahnya yang besar dan sangat mendukung hal ini. Sedangkan ekonomi syariah kita berkembang karena sudah mulai adanya kesadaran dan permintaan pasar pada bidang ini. Namun, kekurangan dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Uangpun tidak langsung turun ke Indonesia, biasanya melalui Malaysia atau Singapura, karena kita masih belum memiliki payung hukum yang kuat

Sejak dikeluarkannya UU Perbankan Syariah dan UU tentang sukuk, asset perbankan syariah berkisar antara 40 – 50%. Pada Juli 2013, Indonesia sudah memiliki 11 BUS (Bank Usaha Syariah), 24 UUS (Unit Usaha Syariah), dan 160 BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syariah). Bedanya dengan Malaysia, mereka tidak memiliki UUS. Dikarenakan pada awalnya bank – bank di Malaysia semuanya menawarkan produk syariah atau disebut windows. Sedangkan Indonesia tidak dapat melakukan hal tersebut dikarenakan kita sudah memiliki UUS.

Beliaupun memaparkan hasil survey IMF terhadap Indonesia, mengapa Negara kita sempat tahan pada keadaan krisis? Jawabannya kembali lagi karena adanya keseimbangan antara sector riil dan non riil. Inilah andil Bank Syariah di Indonesia. Selain itu, Bank syariah juga menimbulkan kontradiktif dalam kebijakan dan implementasinya. Diantaranya, harus adanya keterkaitan antara UU Perbankan syariah dan peradilan agama, Sukuk korporasi kita yang masih bernilai 7 -8 triliun saja, Ada 23/24 Universitas Syariah yang harus spin off (berbentuk PT) dan hubungannya dengan kepemilikan Bank Asing, masih ada beberapa hal yang belum terintegrasi seperti kerjasama dengan Mahkamah Agung untuk menyiapkan hakim hakim berbasis syariah namun masih banyak fatwa yang masih belum cukup kuat. Oleh karena itu, Bank Indonesia membentuk komite perbankan syariah dengan beranggotakan dirjen perundang – undangan. Hal ini bertujuan mengubah fatwa – fatwa menjadi hukum – hukum positif yang lebih kuat di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.
Pada Pukul 11.00, Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang banyak mengundang antusiasme para peserta.
  • Mengapa masih ada unsur konvensional pada Bank Syariah? Seperti adanya pendapatan non halal pada Bank Syariah?
Jawaban : Pada hal ini, unsur konvensional pada Bank Syariah bukan berarti Bank tersebut masih menggunakan system riba atau bunga. Tetapi, karena hukum positifnya belum mendukung secara keseluruhan. Misalnya, ketika akad jual beli atau murabahah dilaksanakan, maka Bank tersebut harus memiliki gudang luas untuk menyimpan harta yang sudah dimiliki (mis. Mobil) agar dapat dijual kembali kepada nasabah. Belum lagi, bank syariah harus menghadapi paradigma masyarakat yang sudah konvensional karena pemahaman mereka antara margin dan bunga terlihat sama. Padahal berbeda.
Mengenai pendapatan non halal ini bukan didapatkan karena Bank Syariah bermain di pasar uang dan sebagainya. Pendapatan ini didapatkan apabila Bank syariah ini menetapkan denda kepada nasabah karena kesalahan atau pengingkaran janji pembayaran, uang yang dibayarkan nasabah ini masuk kedalam pendapatan non halal yang tidak akan digunakan pada kegiatan operasional bank. Bisa juga, karena suatu bank konvensional mengonversikan banknya menjadi bank syariah.
Selain itu, kita perlu melihat syariah atau konvensional pada bagian neraca. Sebuah bank tidak akan bekerja jika tidak ada sumber dana atau liabilitiesnya. Dewasa ini, ketika suku bunga tinggi, bank bank konvensional akan mendapatkan sumber dana dari para deposan. Untuk dapat bersaing, bank bank syariah pun harus tetap mengisi liabilitiesnya. Namun, bukan dengan menawarkan bunga, tetapi diisi dengan keuntungan Bank bukan keuntungan nasabah. Oleh karena itu, dapat kita lihat ROA Bank Syariah lebih kecil dibandingkan Bank Konvensional.
  • Bagaimana Bank Indonesia dalam menghadapi MEA 2015?
Jawaban : Pada MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), industry bisnis memang dimulai pada tahun 2015. Sedangkan industry keuangan akan dimulai pada tahun 2020. Untuk menghadapi pasar MEA dimana non tariff akan dilaksanakan kita perlu adanya regulator Bank Syariah untuk menentukan bank – bank syariah mana yang dapat beroperasi di Indonesia termasuk dalam memasarkan produknya.
  •  Bagaimana dengan diluncurkannya credit card yang dianggap tidak sesuai syariah?
Jawaban : Ada beberapa bank yang mengeluarkan credit card atau disebut syariah card seperti CIMB, Bank Mega Syariah, Bank BNI Syariah dengan hasanah Cardnya dsb. Untuk produknya, kredit card ini halal karena ada fatwanya. Kami hanya membolehkan produk yang bersifat universal atau sesuai dengan demand di pasar. Bank Indonesiapun sudah memiliki kodifikasi product lengkap dengan fatwanya. Sedangkan untuk produk – produk turunan seperti kartu kredit memang harus dipresentasikan, seperti apa mekanismenya. Contohnya, jika kredit card ini disalahgunakan untuk pembelian barang non halal, maka profit yang didapatkan harus disalurkan ke pendapatan non halal. Ini merupakan salah satu kebijakan DSN.
  • Hanya sekitar 40% masyarakat yang mengenal lembaga keuangan formal. Bagaimana masyarakat dapat mengenal Bank?
Jawaban : Kenyataannya, bank – bank syariah di Indonesia lebih banyak tersebar di jawa – bali. Sedikit sekali sebarannya di daerah Sumatera. Dikarenakan adanya sentaralisasi para ahli di Jakarta. Hal inilah yang harus dicermati. Oleh karena itu, ada kebijakan multi lease and sync guna menyebarkan bank – bank syariah ke zona zona lainnya termasuk menarifkan biaya mendirikan kantor yang lebih mahal untu kdaerah Jakarta dan biaya yang lebih murah di daerah sumatera misalnya. Selain itu, Bank Indonesia berusaha menghubungkan Bank – bank syariah dengan lembaga informal seperti baitul maal Wat Tamlik, dll. Serta melalui Financial Literacy dalam rangka edukasi kepada masyarakat.

Dalam seminar sesi pertama ini dapat disimpulkan bahwa kita perlu memahami esensi Bank syariah itu sendiri. Tidak hanya memahami hukum, ekonominya saja juga landasan syariah itu sendiri. Dikhawatirkan pada MEA 2015 nanti akan banyak produk – produk berkedok halal. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi dari pemerintah, masyarakat dan Bank itu sendiri untuk mengedukasi penerapan prinsip ekonomi syariah kepada masyarakat luas. Jangan sampai kembali kepada paradima suku bunga “Mekanisme suku bunga dalam paradigma adalah tidurpun bisa dapat uang.” – Dr. Edi Setiady (Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia)

Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi

Siapa yang ingin mulai berwirausaha? Yak, yang berminat pasti mengancungkan tangan. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk memulai berwirausaha? Yang pasti kita harus menyiapkan produk yang akan kita jual. Selanjutnya kita perlu untuk menetapkan segmen pasar sasaran yang akan kita tuju. Nah, kali ini penulis akan membahas mengenai segmentasi pasar dan analisis demografi yang harus kita tentukan.
Jangan bingung dulu, kita bahas satu persatu ya..
Menurut Jerry W Thomas (2007), segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar berdasarkan kesamaan, kemiripan, atau mempunyai keterkaitan yang sama. Segmentasi pasar ini memudahkan kita untuk membagi – bagi konsumen menjadi kelompok – kelompok yang homogeny. Segmentasi pasar merupakan langkah pertama dalam strategi pemasaran tiga tahap. Strategi pemasaran tiga tahap yaitu:
  1. Membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang homogen.
  2. Memilih satu segmen atau lebih yang dijadikan target. Pemasar harus mengambil keputusan atas dasar bauran pemasaran yang khusus yaitu produk, harga, saluran, dan/atau daya tarik promosi khusus untuk setiap segmen yang berbeda.
  3. Menentukan product positioning (posisi produk) sehingga dirasakan oleh para konsumen di setiap segmen yang dibidik sebagai produk yang memberikan kepuasan lebih baik daripada berbagai penawaran bersaing lainnya.
Tujuan dengan dilakukannya segmentasi pasar yaitu untuk menyusun strategi setiap segmen pasar, karena setiap segmen pasar memerlukan strategi pemsaran yang berbeda – beda. Contohnya jika kita lihat KFC untuk membidik pasar anak – anak, mereka menyiapkan paket khusus anak – anak seperti Chucky Kids Meal, disediakan hadiah berupa mainan anak – anak untuk setiap pembelian paket, iklan yang lebih menarik dengan mascot boneka KFC. Hal ini tentu berbeda jika KFC membidik pasar dewasa. Seperti itulah segmentasi pasar dan tujuan dari segementasi pasar tersebut.
Segmentasi pasar memiliki sembilan kategori utama yang dijadikan dasar untuk melakukan segmentasi, yaitu :

1. Segmentasi Geografis
2. Segmentasi Demografis
3. Segmentasi Psikologis
4. Segmentasi Psikografis
5. Segmentasi Sosial Budaya
6. Segmentasi Terkait Pemakaian
7. Segmentasi Situasi Pemakaian
8. Segmentasi Manfaat
9. Segmentasi Gabungan

Kali ini, saya akan menjelaskan segmentasi pasar dari karakteristik demografisnya. Karakteristik demografis yang paling sering digunakan yaitu :
  • Usia,
  • Gender (jenis kelamin),
  • Status perkawinan,
  • Pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan, dsb.
Seperti contoh tadi, saya memberikan contoh segmentasi pasar dari usia yaitu anak – anak. Segmentasi Demografis dinilai memberikan informasi yang paling efektif dari segi biaya dan mudah diperoleh. Karena segmentasi demografis bersifat lebih spesifik pada satu individu mengenai usia, gender, pendapatan, pendidikan dan sebagainya. Selain itu, data – data demografis lebih mudah diukur daripada variable segmentasi yang lain.
Manfaat dari segmentasi pasar menurut (Porter, 1991), Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif

Sumber :
http://husniaalfaini.blogspot.com/2011/01/perilaku-konsumen-segmentasi-pasar-dan.html

Saturday, September 21, 2013

Langkah Mudah Metode Forecasting

Assalamu'alaikum..

Hari ini, saya akan membahas langkah mudah memahami Bab Forecasting dalam Manajemen Operasional.
Perlu kita ketahui, bahwa Forecasting atau peramalan diperlukan dalam penentuan kebijakan perusahaan, karena adanya timelag atau delay, untuk menyiapkan tindakan dan program perusahaan, sebagai dasar penyusunan bisnis hingga dasar informasi pengambilan keputusan.

Nah, ada beberapa metode yang digunakan didalam forecasting.
Disini saya akan membahas 3 metode yang akan digunakan di dalam pembelajaran seperti Moving Average, Weight Moving Average dan Eksponential Smoothing.
Segala sesuatu agar mudah dipahami harus kita ketahui lebih dahulu ciri khasnya. Ibarat manusia, cari tahu tahi lalatnya. lho? Canda canda..
Untuk Moving Average, Rumusnya didapatkan dari total jumlah penjualan terakhir dari banyaknya periode pergerakannya dibagi jumlah data dikurangi jumlah periode pergerakan. (Intinya hanya dijumlahkan lalu dibagi)
Untuk Weight Moving Average, memiliki beberapa bobot sesuai pergerakannya. Dimana bobotnya dikalikan dengan data penjualannya.
Untuk Eksponential Smoothing, memiliki alfa atau tingkat kesalahan.

Agar lebih Mudah dipahami, berikut saya berikan tahapan dan gambar untuk masing maing metode.

MOVING AVERAGE






WEIGHT MOVING AVERAGE



EKSPONENTIAL SMOOTHING


Semoga bermanfaat~

Sincerely
Dea

Tuesday, September 17, 2013

Manusiawinya manusia

Kesalahan pada seorang manusia memang sangat bahkan amat manusiawi
Tidak ada manusia yang begitu sempurna
Begitu disiplin dengan tingkat error yang kecil
Mustahil

Terkadang kita harus mengetahui sesuatu yang harusnya tidak kita ketahui
Mengetahui hal - hal yang menyakitkan ataupun menyedihkan
Sengaja ataupun tidak sengaja
Semuanya menimbulkan kesan dan penilaian

Kembali lagi, semuanya akan dianggap manusiawi
atau seperti quote ini "Namanya juga manusia. khilaf itu wajar"
Tetapi ada begitu banyak yang menjadikan khilaf itu alasan
Sengaja atau tidak disengaja. Tapi  kembali lagi, semuanya berawal dari niat.

Dimana - mana memang mempertahankan itu selalu lebih sulit daripada memperoleh
Ada banyak pengorbanan yang harus diberikan dan dikeluarkan
Padahal bukan hanya itu, ada simpati, empati dan menjaga perasaan sesama
Kembali lagi, kesalahan dan ketidak sesuaian itu manusiawi

Sulit ketika kita mengetahui apa yang harusnya mereka sembunyikan
Bukan karena dicurahkan dari yang bersangkutan
Bisa karena kita membaca keadaan, membaca bahasa tubuh bahkan menganalisis dari bukti yang ada
Mungkin bukan suudzon, hanya saja semuanya mengarah dan menjadi terarah

Terlalu bingung untuk diungkapkan
Untuk apa? dan Apa gunanya?
Walaupun rasanya mengganggu dan bisa jadi masuk ke dalam alam bawah sadar
Disimpan rapat dalam kotak memori
Akan lebih awet karena tidak pernah disampaikan
Tidak pernah dilupakan

Semua ini hanya curahan hati
kata - kata yang ingin dirangkai dengan kesimpulan seperti ini,
"Kesalahan memang begitu manusiawi untuk manusia. Namun, lakukanlah apa yang harus dilakukan, tepati apa yang harus ditepati dan apapun yang Kita lakukan lihatlah apakah dampaknya menyakiti orang lain atau tidak. Walaupun Kesalahan itu manusiawi. Jangan pernah diniatkan."

Berbahagialah karena dirimu. Apapun yang orang lain perbuat jangan pernah membuatmu tidak bahagia dan down.
Semoga kalian semua bahagia.

Monday, September 16, 2013

Resep Bubur Jagung Manis (Mudah & Sederhana)

Assalamu'alaikum..
Happy mondaysemuanyaaaaa~
Hari ini saya akan membahas sebuah resep yang sudah saya uji coba di dapur. (in Queen'skitchen :D )
Nah karena suka banget sama jagung, mau coba buat bubur jagung manis nih. Akhirnya kesampaian jugaaaa ^^
Ini dibuat sesederhana mungkin.  Tapi kandungan serat dan gizinya tetap tinggi. Untuk rasa sepertinya tidak mengecewakan.. hehehe
Cocok banget dimakan ketika suasana dingin, sedang hujan, galau, hahahah.. slurrrrp :9
Yup, here it is.

Bubur Jagung Manis

Bahan :
- Jagung manis 1,5 kg
- Santan kental 1/2 liter
- Santan cair 500ml
- Susu cair 800 ml
- Tepung maizena (larutkan 3 sdm tepung dengan 15 ml atau 3 sendok air)
- Garam secukupnya
- Gula 100gr (sesuai selera)
- Mentega 200gr
- Daun pandan





Cara membuat :
- Pipil jagung manis. (usahakan pisau tegak lurus dengan bonggol jagung sehingga arinya tidak terlalu terbawa, karena akan keras)
- Bagi jagung menjadi 60 : 40. Blender kasar 60 bagiannya. dan cincang(boleh tidak) 40 bagiannya.
- Siapkan air 1000ml, masukan jagung yang telah dicincang. tambahkan sedikit garam, gula dan mentega. Didihkan sampai jagung lunak. Jika masih dirasa kurang lunak dapat menambahkan air.
- Masukan santan cair, susu, daun pandan dan jagung yang telah diblender. Aduk terus hingga matang dan teksturnya melembut.
- Masukan larutan tepung maizena. Aduk rata.
- Matikan api. Siap disajikan.

Note.
- Untuk tingkat manisnya, saya sarankan untuk menggunakan sedikit gula untuk mempertahankan rasa manis dari jagung. Selain itu, rasa manis juga sudah didapatkan dari susu cair.
- Kekentalan sebenarnya dapat dilihat ketika dingin. Jadi jangan terlalu banyak menambahkan larutan maizena. 
- Yang terakhir, harus selalu diaduk. karena kandungan gulanya cukup tinggi, bubur jagung ini gampang gosong lho :D

Selamat Mencobaaaaaaaa~





Thursday, August 29, 2013

A Short Story about Middle Management Laboratorium

Oke, bahasa inggrisnya cukup dijudul aja yah.. hehehe
cerita lebih lengkapnya akan berbahasa Indonesia agar lebih mudah dimengerti *ngeles*
Baik, lebih jelasnya akan berisi mengenai angkatan 21 - Kecemen-

Alhamdulillah, saya sudah bergabung dan diterima bersama dengan teman - teman seperjuangan saya untuk masuk Laboratorium Manajemen Menengah. Ada yang berasal dari Kampus Kalimalang dan Kampus Depok. Baik melamar sebagai Asisten maupun Programmer. Tujuan kami sama, yaitu mencari pengalaman. Kami berasal dari kelas yang berbeda - beda, bahkan ada yang berasal dari Salemba. Perbedaan letak kampus dan kelas tidak jadi hambatan untuk kami berbaur menjadi satu angkatan yang kompak. Kami angkatan ke - 21. Kakak senior kami dari angkatan 19 dan 20 menyebut angkatan kami dengan "Kecemen". Entah kami kece - kece atau kami memang kece. hehehe. Yah, pokoknya kami ini angkatan 21 yang kece. :)
Kakak - kakak kami juga kece, baik dan bersahabat. tidak ada yang tidak friendly, hanya saja kami maih butuh waktu untuk benar - benar tidak merasa malu saja ^^. so far, so good.. Everything's gonna be alright.

Flash back...
Kami juga sudah berkumpul bersama selama 3 hari di malam keakraban. Disana, kami dipertemukan untuk mengasah kekompakan, solidaritas dan kebersamaan menyatukan begitu banyak kepala. Hal yang paling berkesan adalah ketika kami ditantang menyiapkan sebuah pentas seni dadakan yang menurut saya membutuhkan kreativitas yang tinggi. belum lagi, perbedaan pendapat dan ide - ide yang harus ditampung agar semuanya menjadi satu. Di tengah hangatnya api unggun, kami mempersembahkan sebuah drama dan puisi untuk mereka. Diakhiri dengan bernyanyi bersama dalam suasana yang menyenangkan.
Tibalah waktunya, mereka berkomentar. kami semua berpegangan tangan menunggu pernyataan Kakak - kakak kami. Namun, apa daya. pensi kami dinilai terlalu biasa. Memang mengharukan namun terasa sangat biasa dan tidak begitu berkesan. saat itu pula, Kami ditantang untuk melakukan hiburan kembali keesokan harinya. semuanya lemas. tapi harus dihadapi.

Keesokan paginya, kami sempatkan berkumpul bersama dan menggelar rapat dadakan untuk acara hiburan. sebuah acara hiburan yang terkesan konyol, lucu, mungkin akan lebih berkesan. tim kreatif kami yang lebih banyak laki - laki segera memikirkan berbagai cara. dan tercetuslah sebuah ide hiburan berupa panggung drama tentang eyang ***ur diselingi iklan - iklan plesetan yang dibawakan oleh teman kami sebagai presenter jilat investigasi. Dan, yak! Alhamdulillah hiburan kedua ini berhasil membuat mereka tertawa dan terkesan. Ya, setidaknya persiapan dadakan kami berhasil. memang benar, manusia seperti teh. kalau airnya panas pasti warnanya keluar. :) Dari situlah, mereka memanggil kami dengan sebutan kecemen :D

Baik, kembali pada masa ini.
Hari ini adalah hari ketiga kami mengikuti training di lab. mamen (begitu kami menyebutnya). ketika mahasiswa lain sedang asyik menonton TV, main internet, atau bahkan maih tidur. kami sedang berkutat dengan jutaan rupiah yang harus dihitung dan gak ada bentuknya. hahahaha. pokoknya datang pagi pulang petang deh. Namun, semuanya kami jalani dengan enjoy dan senang.
Training yang akan diadakan selama dua minggu full ini akan menjadi modal kami nanti. stay up for while every night just to finish this homework. it doesnt matter cause i like.
yang terpenting, kami semua saling menyemangati. semoga ini akan menjadi awal yang indah untuk semuanya.
Salam Kecemen,
21 ^^

Friday, August 23, 2013

Tersenyum saja. Cukup.

Teringat pertanyaan teman ketika itu.
"Apakah Kamu gak pernah bersedih?"
Aku hanya tercengang. Diam.
Itu pasti retoris.
Dia bertanya sekali lagi.
" Apakah Kamu gak pernah bersedih?"
"Mana mungkin tidak.." hanya itu jawabku.

Setiap orang pasti punya masalahnya masing masing.
Punya tingkat kesedihan masing masing. Jika itu penyakit, berarti tergantung imunitasnya. Tapi jika itu kesedihan, maka tergantung pada problem solvingnya.

Bersedih bukan berarti kita harus menunjukkan bahwa kita sedang bersedih. Berduka bukan berarti kita menangis meraung raung. Ada kalanya, hanya kita dan Allah yang berbincang. Ketika sajadahmu basah oleh air mata. Ketika bacaan sholatmu terasa bergetar di hati. Tidak semua kesedihan harus ditunjukkan. Bukankah yang wajib ditunjukkan pada saudaramu adalah sebuah senyuman?
Senyuman yang mendekatkan jarak dan mendamaikan hati.
Tidak semua kesedihan harus dihantarkan.
Tidak semua dukacita harus dengan air mata.
Tidakkah cukup Allah yang tau betapa sedihnya engkau..

Mama tercinta selalu mengatakan bahwa kita tidak boleh menunjukkan wajah murung, tidak suka bahkan tidak bersemangat sekali pun..
Karena orang lain akan merasakan hal yang sama. Jika ia berlaku seperti itu, apakah kita suka? Tentu saja tidak..
Termasuk kesedihan. Tidak semua kesedihan harus dihantarkan.
Hantarkan kebahagiaan. Hantarkan sebuah senyuman.
Jadilah kuat dan mengaliri semangat pada orang lain.

Tersenyum bukan berarti berpura pura. Tetapi memaksa diri untuk tetap bahagia dan menjadi benar benar bahagia.

Fighto!

Breaking

Aku hanya seorang manusia biasa
Selalu merasa bodoh
Selalu merasa tidak lebih baik
Selalu merasa kurang

Aku hanya seorang penggapai mimpi
Dimana semangat bagai air laut
Pasang surut tak kenal waktu

Aku tidak pernah merasa cukup
Bukan karena serakah
Bukan karena tidak bersyukur
Karena Aku menyadari bahwa
Aku hanyalah debu kecil

Debu yang apabila tertiup angin
Pasti menghilang
Pasti tersapu
Pasti terbawa

Aku harus bisa menjadi keras
Menjadi bata
Menjadi sebuah pondasi
Di atas keyakinan diri

Yang tidak mudah tertiup angin
Lalu menghilang
Aku ingin mengukir nama pada sebuah sejarah
Mengukir manfaat pada orang lain
Mengukir arti yang akan Aku tinggalkan

Aku tidak akan abadi
Aku pasti mati
Tidak tau dimana ia akan menjemput
Kapan dan seperti apa

Aku selalu merasa bodoh
Selalu merasa tidak lebih baik
Aku selalu haus dan lapar
Ilmu yang tidak pernah terbatas

Aku tidak serakah
Aku. Hanya ingin bermanfaat.

 

DreamCatcher Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez